Senin, 28 Juli 2014
Kapolda Sumbar Diganti PDF Cetak Surel
Sabtu, 08 Maret 2014 01:51

Brigjen Pol Noer Ali diangkat menjadi Kapolda Jateng. Kapolri me­ngangkat Brigjen Pol Bambang Sri Herwan­to sebagai Kapolda Sumbar yang baru.

PADANG, HALUAN — Belum  genap setahun menjabat sebagai  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Brigjen Pol Noer Ali dipromosikan men­jadi Kapolda Jawa Tengah. Dengan jabatan baru itu, mantan Dirtipikor Bareskrim Mabes Polri ini akan me­nyandang bintang dua.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Fran­ky Sompie mengatakan, Noer Ali akan menggan­tikan Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno yang segera menduduki jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya meng­gantikan Irjen Pol Putut Eko Bayuseno yang diangkat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keama­nan Polri menggantikan Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti

Jabatan Noer Ali sebagai Kapolda Sumbar digantikan oleh Brigjen Pol Bambang Sri Her­wanto yang sebelumnya menjabat sebagai Karosunluhkum Divkum Polri.

Dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/539/III/2014, tertang­gal 7 Maret 2014 disebutkan bahwa Putut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri.

Dalam surat telegram itu, ada 11 perwira tinggi dan perwira menengah yang dirotasi.  Karo Provost Divpropam Polri Brigjen Pol Endang Sunjaya menjadi Wakapolda Aceh.

Posisi Wakapolda Aceh sebe­lum­nya dijabat oleh Brigjen Pol Husein Hamidi, yang saat ini telah diangkat menjadi Kapolda Aceh. Husein menggantikan posisi Irjen Pol Herman Effendi yang telah masuk masa pensiun.

Ronny menambahkan, Kapol­da Babel Brigjen Pol Budi Hartono akan dimutasi menjadi Widya Iswara Madya Sespim Polri. Posisinya akan digantikan oleh Brigjen Pol Gatot Subyaktoro yang saat ini menjabat sebagai Direk­tur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.  Noer Ali dilantik menjadi Kapolda Sumbar dilantik tanggal 8 April 2013. Ia menggantikan Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari.

Noer Ali merupakan angkatan 1981. Satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Sutarman.

Sebelum menjadi Kapolda Sumbar, Noer Ali menjabat sebagai Dirtipikor Bareskrim Mabes Polri. Sebelumnya dia sempat menjadi Irwasda Polda Metro Jaya. Dia merupakan satu dari tiga jenderal polisi yang pernah ‘ditolak’ KPK untuk menjadi penyidik di lembaga superbody tersebut.

Catatan lainnya, Noer Ali merupakan ketua tim penyidikan kasus Simulator SIM sebelum akhirnya dilimpahkan ke KPK. Beberapa kasus korupsi besar juga pernah dipegangnya.

Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi mengakui bahwa bapak Brigadir Jenderal (Brigjen) Nur Ali ini mendapatkan promosi menjadi Kapolda Jateng, dan digantikan oleh Brigjen Bambang Sri Herwanto, yang sebelumnya duduk sebagai Karosunluhkum Divkum Polri. Namun, Telegram Rahasia (TR) belum turun ke Polda Sumbar.

“Untuk perpindahan ini memang kebijakan dari bapak Kapolri, dan para dewan kebijak­sanaan. Sehingga Bapak Nur Ali mendapatkan promosi menjadi Kapolda Jawa Tengah,” kata Syamsi kepada Haluan, kemarin.

Syamsi menjelaskan, kemung­kinan TR tersebut akan turun ke Polda Sumbar besok (hari ini,red) atau Senin depan. Sebab, hingga saat ini TR tersebut belum turun ke Polda Sumbar.

Saat ditanyakan kenapa Noer Ali mendapatkan promosi, Syamsi menjawab, hal tersebut tidak diketahui, karena itu kewenangan dari Mabes Polri. “Kewenangan itu semua ada di Mabes Polri,” ungkapnya.

Selama menjadi Kapolda Sum­bar, Noer Ali memberikan per­hatian terhadap pemberantasan tambang dan penebangan liar. Awal keda­tangannya ke Sumbar, tam­bang emas liar di Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung dan Dhar­mas­raya sedang marak.  (h/nas/met)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy