| Kenaikan Harga Ulah Spekulan |
|
|
|
| Jumat, 28 Januari 2011 01:32 | |||
|
PENGAMAT EKONOMI ANTONI PADANG, HALUAN – Jangan hanya mencermati kenaikan harga ini dari sisi kenaikan permintaan tapi cermati juga ulah para spekulan dan pedagang besar. Demikian dikatakan Antoni Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta (UBH) pada Haluan (27/1), menanggapi kenaikan harga sembako akhir-akhir ini. Antoni meminta agar pemerintah mewaspadai kecenderungan terbentuknya pasar oligopoli yakni pasar yang hanya dikuasai pedagang besar dan spekulan. “Kondisi ini mencerminkan adanya “mafia” dalam mata rantai perdagangan saat ini. Dan ini mengkhawatirkan kita,” terang Antoni.Dia mengharap pemerintah diminta bergerak lebih cepat dalam memberi solusi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. “Jika hanya melakukan pemantauan pasar, hal itu tidak akan efektif dalam mengerem laju kenaikan harga. Harus ada aksi cepat dari pemerintah hadapi ini. Dikatakannya, Kenaikan harga sembako serta penumpukan beban sosial ekonomi masyarakat, tanpa segera melakukan perlindungan dan pembelaan nasib rakyat tentu akan berimbas semakin banyak masyarakat miskin. “Harus ada langkah real dari pemerintah memikirkan nasib warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Harusnya pemerintah lakukan pengamanan stok barang, serta operasi pasar,”’ katanya lagi. Sementara itu Zabendri Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Kota Padang mengatakan pemerintah mencarikan solusi kenaikan harga dengan OP beras di beberapa titik pasar yang ada di kota padang. “Selain itu pemerintah akan segera melaksanakan operasi pasar mengecek kenaikan harga sembako dan mencari akar permasalahnnya, agar kenaikan harga ini tidak berlarut-larut,” terangnya. Kenaikan harga beras, ikut memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok lainnya di Pasar Raya Padang. Berdasarkan pantauan Haluan, Kamis ( 27/1) di Toko Oyong Sampurna pasar raya, harga minyak goreng curah kini mencapai Rp12 Ribu per kilogram. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, harganya naik dari Rp22 Ribu menjadi Rp26 ribu perkilonya. Gula pasir, naik Rp2.500 per kg dari Rp9.500 per kg. Mentega juga mengalami lonjakan . Mentega curah dari Rp10 ribu perkg, naik jadi Rp14 Ribu perkg. Sedangkan mentega kemasa, naik dari Rp30 ribu menjadi Rp36 Ribu per kg. Untuk kacang hijau juha mengalami kenaikan Rp4 ribu rupiah, menjadi Rp18 ribu dari harga sebelumnya Rp14 Ribu perkg. Begitu pun kacang tanah, naik Rp1000 atau jadi Rp9 Ribu perkg dari harga semula Rp8 ribu perkg. Begitu juga dengan telur, naik Rp5 Ribu per lapiak. Tepung terigu juga ikut naik Rp1000, menjadi Rp8 Ribu perkg. Menurut penjualnya Oyong, kenaikan harga tersebut berimbas pada omset jual belinya karena pembeli enggan membeli dalam jumlah banyak lantaran harga yang tinggi. Sementara itu, Dasril penjual lainnya mengaku, kenaikan harga ini tidak beralasan, karena tidak ada moment untuk menaikan harga misalnya lebaran atau hari besar lainnya. Namun untuk stok sendiri diakui Dasril tidak jadi masalah bagi kalangan distributor, hanya saja daya beli saja yang maikn menurun. Dari keterangan pihak distributor menurut Dasril kenaikan harga memang dari pusat. (h/win)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 335 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


