Kamis, 23 May 2013
Kenaikan Harga Ulah Spekulan PDF Cetak Surel
Jumat, 28 Januari 2011 01:32

PENGAMAT EKONOMI ANTONI

PADANG, HALUAN – Jangan hanya mencermati kenaikan harga ini dari sisi kenaikan permintaan  tapi cermati juga ulah para spekulan dan pedagang besar.

Demikian dikatakan Antoni Dekan Fakultas Ekonomi Uni­versitas Bung Hatta (UBH) pada Haluan (27/1), menang­gapi kenaikan harga sembako akhir-akhir ini.

Antoni meminta agar pe­merintah mewaspadai kecen­derungan terbentuknya pasar oligopoli yakni pasar yang hanya dikuasai pedagang besar dan spekulan.

“Kondisi ini mencerminkan adanya “mafia” dalam mata rantai perdagangan saat ini. Dan ini mengkhawatirkan kita,” terang Antoni.

Dia mengharap pemerintah diminta bergerak lebih cepat dalam memberi solusi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

“Jika hanya melakukan pemantauan pasar, hal itu tidak akan efektif dalam mengerem laju kenaikan harga. Harus ada aksi cepat dari pemerintah hadapi ini.

Dikatakannya, Kenaikan harga sembako serta penum­pukan beban sosial ekonomi masyarakat, tanpa segera mela­kukan perlindungan dan pem­belaan nasib rakyat tentu akan berimbas semakin banyak masyarakat miskin.

“Harus ada langkah real dari pemerintah memikirkan nasib warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Harusnya pemerintah lakukan penga­manan stok barang, serta operasi pasar,”’ katanya lagi.

Sementara itu Zabendri Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Kota Padang mengatakan peme­rintah mencarikan solusi kenai­kan harga dengan OP beras di beberapa titik pasar yang ada di kota padang.

“Selain itu pemerintah akan segera melaksanakan operasi pasar mengecek kenaikan harga sembako dan mencari akar permasalahnnya, agar kenaikan harga ini tidak berlarut-larut,” terangnya.

Kenaikan harga beras, ikut memicu kenaikan harga sejum­lah bahan pokok lainnya di Pasar Raya Padang.  Berda­sarkan pantauan Haluan, Kamis ( 27/1) di Toko Oyong Sam­purna pasar raya, harga minyak goreng curah kini mencapai Rp12 Ribu per kilogram.

Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, harganya naik dari Rp22 Ribu menjadi  Rp26 ribu perkilonya. Gula pasir, naik Rp2.500 per kg dari Rp9.500 per kg.

Mentega juga mengalami lonjakan . Mentega curah dari Rp10 ribu perkg, naik jadi Rp14 Ribu perkg.  Sedangkan mente­ga kemasa, naik dari Rp30 ribu menjadi Rp36 Ribu per kg.

Untuk kacang hijau juha mengalami kenaikan Rp4 ribu rupiah, menjadi Rp18 ribu dari harga sebelumnya Rp14 Ribu perkg.

Begitu pun kacang tanah, naik Rp1000 atau jadi Rp9 Ribu perkg dari harga semula Rp8 ribu perkg. Begitu juga dengan telur, naik Rp5 Ribu per lapiak. Tepung terigu juga ikut naik Rp1000, menjadi Rp8 Ribu perkg.

Menurut penjualnya Oyong, kenaikan harga tersebut berim­bas pada omset jual belinya karena pembeli enggan membeli dalam jumlah banyak lantaran harga yang tinggi.

Sementara itu, Dasril pen­jual lainnya mengaku, kenaikan harga ini tidak beralasan, karena tidak ada moment untuk menai­kan harga misalnya lebaran atau hari besar lainnya.

Namun untuk stok sendiri diakui Dasril tidak jadi masalah bagi kalangan distributor, hanya saja daya beli saja yang maikn menurun. Dari keterangan pihak distributor menurut Dasril kenaikan harga memang dari pusat. (h/win)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy