Kamis, 18 September 2014
Nilai Jual Karet Anjlok PDF Cetak Surel
Kamis, 17 November 2011 02:49

AMPEK NAGARI, HALUAN — Petani karet di Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, sangat terpukul dengan musim hujan berkepanjangan. Kondisi itu diperparah dengan anjloknya nilai jual karet, seperti diungkapkan Camat Ampek Nagari, Syahrul Hamidi, SH, Rabu (16/11) di ruang kerjanya.

Sedangkan bagusnya cuaca sepekan lalu, membuat petani jagung bisa bernafas lega. Pasalnya, mereka bisa mengeringkan hasil panen mereka, dan harga jual jagung pun membaik. Sebelumnya,petani jagung sempat terpukul juga. Penyebabnya, hujan yang turun berkepanjangan menyebabkan mereka tidak bisa mengeringkan hasil panen mereka.

Menurut petani jagung, Agus, ketika ditemui di Pasar Bawan, Rabu (16/11), harga jual jagung naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.200/kg. Bagusnya cuaca pekan lalu sangat membantu petani mengeringkan jagung mereka.

Cuaca bagus pekan lalu tidak begitu membantu petani karet. Karena harga karet jatuh, dari Rp10.000/kg, menjadi Rp9.000/kg, seperti disampaikan Adnan, di Batu Kambing. Penyebanya, diduga pada musim hujan kadar air karet jadi tinggi. Kondisi itu menyebabkan pedagang menurunkan harga karet secara sepihak.

Kecamatan Ampek Nagari menghasilkan jagung sekitar 120 ton/bulan. Pada musim hujan Oktober-November 2011, tercatat kerugian petani jagung sekitar 100 ton. Kerugian tersebut akibat rusaknya tanaman, termasuk yang hampir panen.

Sentra penghasil jagung di kecamatan itu adalah Nagari Bawan, meliputi Bawan Tuo, Puduang, Padang Bio-Bio, dan Alahan Duku. Kemudian di Jorong Alahan Siriah, Nagari Batu Kambing. Khusus di Alahan Siriah petani menanam jagung pada persawahan mereka yang dirusak banjir bandang medio 2005 lalu. (h/msm)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy