Sabtu, 30 Agustus 2014
KKPE Bank Nagari Diminati Masyarakat PDF Cetak Surel
Jumat, 18 November 2011 01:33

PADANG, HALUAN — Untuk menunjang kesejahteraan masyarakat Sumbar dalam usaha mikro dan makro, Bank Nagari menyalurkan Kredit Keta­hanan Pangan dan Energi (KKPE) dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Selama tahun 2011, pagu KKPE yang disiapkan bank tersebut justru telah melebihi dari target semula.

Menurut Nurmatias bagian Divisi Kredit Mikro Banking Bank Nagari, pagu yang disi­apkan sekitar Rp20 miliar, namun yang terealisasi justru Rp21 miliar. “Hal ini cukup memberi apresiasi besar bagi kami, karena terbukti dengan majunya usaha dan  pereko­nomian masyarakat Sumbar,” kata Nurma­tias kepada warta­wan yang didam­pingi Kepala Dinas Peternakan Edwardi di Padang, Kamis (17/11).

Ia juga mengatakan, sema­kin besarnya permintaan masya­rakat untuk bekerjasama dengan pihak bank tersebut, dalam tahun ini pihak Bank Nagari mengajukan permintaan untuk penambahan pagu tersebut ke Menteri Keua­ngan. “Kali ini, kita minta penam­bahan sebesar Rp26 miliar,” ulasnya.

Jika dana tersebut terkun­curkan dalam tahun ini, maka realisasinya pun diusahakan pada tahun yang sama.

Bantuan kredit KPPE ini menyangkut semua komoditi, karena itu wajar saja jika realisa­sinya lebih cepat dan lebih mudah sampai di tangan masyarakat. Namun yang pasti, untuk mendapatkannya mereka harus memiliki jaminan atau anggunan.

Untuk satu orang saja, maksimal plafon yang diberikan senilai Rp100 juta. Namun, jika telah melebihi dari Rp50 juta, maka ia harus memiliki No­mor Pokok Wajib Pajak. Untuk kredit ini, Bank Nagari mem­berikan bunga sekitar 5 persen setahun.

Hal serupa juga diap­lika­sikan pada Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), hanya saja ini khusus diper­untukan pada peternak sapi.

Nurmatias mengatakan, jumlah dana yang baru terea­lisasikan dalam program KUPS ini sebesar Rp7,7 miliar. Salah satu alasan rendahnya penya­luran KUPS kepada kelompok tani karena banyaknya persya­ratan yang harus dipenuhi calon penerima kredit. Di antaranya, kelompok tani mesti memiliki mitra pedamping, seperti perusahan pembibitan sapi. Persyaratan tersebut telah menjadi aturan pusat.

Disambung Edwardi, usaha pembibitan sapi di Sumbar sangatlah sedikit, dan tidak mungkin para petani bisa memperoleh bantuan tersebut tanpa ada pendamping. “Ka­rena persyaratan yang cukup menyulitkan petani tersebut, Dinas Peternakan Sumbar yang berperan sebagai mediasi petani dengan bank meminta agar persyaratan tersebut bisa dire­visi kembali. Sehingga petani pun bisa terbantu,” ulas Ed­wardi.

Bantuan KUPS yang telah terealisasi oleh pihak Bank Nagari sekitar 15 kelompok di Sumatera Barat, dengan jumlah 208 petani dan 649 ekor sapi.

“Pada tahun pertama ini, baru kelompok tani asal Dhar­masraya yang sanggup mem­bayar angsuran,” sambung Nurmatias.

Bunga yang ditanggungkan kepada masyarakat atau kelom­pok tani sama dengan bunga KKPE, yakni 5 persen dengan grass period dua tahun (masa tidak mebayar angsuran dan bunga) selama dua tahun. Artinya nas abah baru mebayar angsuran pada tahun awal tahun ketiga. (h/mce)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy