Minggu, 26 Oktober 2014
AJARI ANAK LEWAT CERITA DAN GAMBAR PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 20 November 2011 01:17

PADANG, HALUAN — Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban baru saja berlalu. Tak lama setelah memperingati hari bersejarah bagi umat Islam itu kita baru saja memperingati hari Pahlawan pada 10 November lalu.

Hari pahlawan merupakan hari yang sangat penting dalam sejarah Bangsa Indonesia.  Momen-momen penting ini, juga penting ditanamkan kepada anak-anak.

Menurut Kepala Sekolah TK Pertiwi 2 Kota Padang, Eva Rianda, memberikan pemahaman tentang pentingnya kedua hari bersejarah ini, bisa dilakukan melalui cerita dan gambar yang bisa membuat anak-anak paham, akan makna dari peringatan hari-hari tersebut. “Untuk mengenalkan mengapa kita perlu berkurban data dilaku­kan dengan memberikan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail kepada anak-anak. Anak-anak sangat menyukai cerita. Berikanlah cerita tersebut dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah mereka pahami,” ujar Eva.

Mungkin anak-anak akan sedikit sulit memahami mengapa Nabi Ibrahim harus mengorban­kan anaknya. Nmaun, menurut Eva disinilah intinya kita bisa memberikan pemahaman kepada anak tentang makna pengorbanan dan kebesaran Allah SWT.

“Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyemblih anaknya sendiri sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah SWT. Namun karena Allah melihat keikhlasan dalam diri Nabi Ibrahim maka Yang Maha Kuasa menggantinya dengan seekor binatang ternak. Sehingga Ismail, anak Ibrahim tak jadi disembelih. Nah melalui cerita ini selain makna pengorbanan kita juga bisa memberikan pemahaman tentang kebesaran Allah SWT. Jadi cerita merupakan media yang sangat bagus untuk menjelaskan makna kepada anak-anak,” papar Eva lagi.

Awalnya diakui Eva, anak-anak akna terkejut mengapa Ibrahim mau mengorbankan anaknya sendiri yang sangat disayanginya. “Disinilah kita berikan lagi pemahaman tentang nilai ikhlas kepada anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, terkait hari Pahlawan, cerita dan gambar juga menjadi media yang sangat efisien untuk menjelaskan mengapa Hari Pahlawan penting diperingati. “Melalui cerita bergambar, peristi­wa yang sifatnya kepahlawanan bisa kita ajarkan. Selain itu bagi yang dekat dengan makam pahla­wan bisa juga memanfaatkannya untuk menjelaskan siapa yang dimakamkan di sana, mengapa mereka dimakamkan di makam pahlawan dan sebagainya. Sehin­gga anak-anak paham makna dari pahlawan tersebut,” katanya lagi.

Namun menurut seorang Praktisi Pendidikan, Ahmad Hanggono dalam tulisannya, anak-anak memiliki pemahaman yang berbeda antara pahlawan bangsa dan pahlawan yang ada dalam pikiran mereka. Anak-anak cende­rung melihat pahlawan sbagi tokoh super hero yang sering mereka lihat di televisi.

Menangani hal ini Ahmad menyarankan orantua dan guru untuk bisa menghadirkan suasana rasionalitas ketika membahas tentang pahlawan kepada anak-anak.

“Ajarilah mereka menyukai sesuatu dengan alas an yang benar. Buatlah pola pikir kalau mereka akan menyukai seseorang karena kebiasaan baiknya. Begitu juga sebaliknya jika mereka tidak menyukai seseorang, bencilah sikapnya namun jangan orangnya,” katanya. (h/dla)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy