Selasa, 30 September 2014
Jembatan di Kubu Anau Runtuh PDF Cetak Surel
Selasa, 29 November 2011 02:09

AGAM DIHONDOH BANJIR

AGAM, HALUAN — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Senin (28/11), membuat satu unit jembatan di Kubu Anau, Kenagarian Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, runtuh akibat diterjang banjir.

Tokoh Masyarakat Kubu Anau, Khairunas, mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB namun tidak sempat menimbulkan korban jiwa. Sebelumnya, banjir memang sering terjadi di daerah tersebut. Namun banjir kali ini dinilai sebagai yang terbesar dan mengakibatkan jembatan runtuh.

Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melalui jalan tersebut. Sedangkan kendaraan roda dua harus dibantu dengan sehelai papan. Tak ayal, ruas jalan di kawasan tersebut jadi macet, apalagi pada saat yang bersamaan di Pasar Tiku sedang hari pasar atau hari balai.

Kepala BPBD Kabupaten Agam Martias Wanto mengatakan, tim SAR sudah meninjau lokasi kejadian. Runtuhnya jembatan di Kubu Anau telah mengakibatkan terhambatnya jalur trasportasi warga yang meng­hubungkan Kecamatan Tanjung Mutia­ra dengan Lubuk Basung. Musibah tersebut juga akan menghambat kegiatan atau rutinitas warga sehari-hari dalam bekerja. Apalagi ruas jalan ini meng­hubungkan jalan antara Kabuaten Agam dengan Kabupaten Padang Pariaman. Oleh sebab itu, pihaknya meminta warga untuk bersabar dulu dan sece­patnya akan menindak lanjuti kerusakan jembatan tersebut.

Hujan deras yang mengguyur Agam sejak Minggu (27/11) siang, juga telah menyebabkan beberapa kawasan di daerah itu dihondoh banjir. Meski tidak ada korban jiwa, namun puluhan rumah dilaporkan terendam banjir, 2 unit rumah ditimpa longsoran tebing, dan seekor sapi penduduk hanyut.

Curah hujan memang tinggi, dan berlangsung lama. Bahkan sampai pukul 13.00 WIB, hujan masih turun. Banjir terjadi di Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, dan Ampek Nagari. Sementara di Kecamatan

Tanjung Mutiara, sebuah rumah warga tertimbun longsoran tebing. Di Kecamatan Palembayan, terjadi long­soran kecil menimbun badan jalan.

Di Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir meluber ke jalan raya di Gasan Ketek. Kondisi terparah terjadi di Jorong Pasar Durian Lubuk Basung. Banjir merendam badan jalan raya, sehingga mobil yang hendak melintas di sana, terpaksa menunggu air surut.

Menurut Camat Lubuk Basung, Rahmad Lasmono, banjir mulai merendam badan jalan Lubuk Basung-Padang itu sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (28/11). Air terus naik, sehingga kendaraan dari Padang, dan yang

hendak ke Padang, terpaksa menunggu air surut. Sekitar pukul 07.00 WIB, jalan sudah bisa dilalui, tetapi kendaraan harus antri satu persatu untuk melewati badan jalan yang direndam banjir. Pengaturan kendaraan dilakukan Polsek Lubuk Basung, dibantu pihak terkait lainnya.

Badan jalan lintas Manggopoh-Simpang Ampek, Pasaman Barat terimbun longsoran kecil, di Kecamatan Ampek Nagari. Sementara areal persawahan rakyat di Jorong Lubuak Aluang, Nagari Bawan terendam banjir, akibat

meluapnya Batang Malabua. Banjir juga menghanyutkan seekor ternak sapi milik warga Kampuang Dagang.

“Banyak sawah yang baru ditanami warga terendam banjir. Begitu juga tanaman jagung, dan tanaman semu­sim lainnya. Nilai kerugian belum bisa ditaksir,” ujar Camat Ampek Nagari, Syahrul Hamidi. Menurut informasi, banjir juga merendam badan jalan Lintas Manggo­poh-Simpang Ampek Pasbar di Muaro Kandang, Jorong Tapian Kandih, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan. Namun kini lalu-lintas sudah kembali lancar.

Sementara di kawasan rawan bencana, seperti di Kecamatan Malalak dan Tanjung Raya, seperti disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun, kondisi aman. Hal senada juga disampaikan Camat Malalak Bambang Warsito, dan Camat Tanjung Raya, Satria. Menjawab Haluan, Martiaswanto mengatakan, nilai kerugian akibat bencana menyu­sul hujan lebat sejak Minggu (27/11) sedang ditaksir. Masalahnya, seluruh laporan dari kecamatan yang ada di daerah itu belum masuk. (h/amc/msm)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy