Jumat, 24 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Haji dan Persatuan PDF Cetak Surel
Rabu, 07 Desember 2011 02:43

Ibadah haji mem­perte­mu­kan umat Islam dari berba­gai belahan dunia dengan ber­bagai perbedaan. Ada yang berkulit hitam, sawo matang, putih, kuning dan lain-lain. Demikian pula de­ngan ram­but dan fisik (berbadan besar, sedang maupun kecil). Allah SWT ciptakan mereka agar saling kenal.

Dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13 Allah SWT befirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesung­guhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Perbedaan suku, bangsa, bahasa, budaya, lingkungan dan lainnya akan menimbulkan berbagai perbedaan dalam menjalankan ajaran Islam. Adanya perbedaan di antara umat Islam itu merupakan keniscayaan. Sehingga ketika terjadi pertikaian karena adanya perbedaan ini maka kita sandarkan kepada aturan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Hujurat ayat 10, “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu men­dapat rahmat.”

Ketika menunaikan ibadah haji, penulis melihat beragam gerakan yang berbeda dari berbagai latar belakang jamaah ketikan menunaikan sholat. Setelah takbir, tangan mereka ada yang bersedekap dan ada juga yang dibiarkan ke bawah.

Cara bersedekap pun beragam. Ada yang di dada, di perut, di pinggang maupun sedikit turun dari perut. Bersedekap di perut pun beragam. Ada yang kedua telapak tangannya di tengah, ada yang di pinggang sebelah kiri dan juga di sebelah kanan.

Demikian pula dengan gerakan-gerakan lain dalam pelaksanaan rukun dan wajib haji. Penulis melihat bahwasanya berbagai perbedaan itu masih berada pada tataran yang bukan prinsip. Perbedaan tersebut tidak perlu dipertajam, bahkan semestinya saling menghargai.

Ibadah haji telah mengajarkan dengan cepat kepada umat Islam yang menunaikannya bahwa perbe­daan itu merupakan sebuah hal yang tidak dapat dielakkan dalam kehi­dupan. Dengan berbagai perbe­daan tersebut, umat Islam diminta untuk mencari kesamaan dan menghargai perbedaan di antara mereka. Ibadah haji seolah ingin memberitahukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu, menghargai perbedaan dan jangan berpecah belah. Kemu­liaan hanya bisa diperoleh dengan persatuan yang dibingkai dengan iman dan takwa. Dalam surat Al Hujurat ayat 13 disebutkan bahwa yang paling mulia di antara kaum muslimin adalah yang paling takwa.

Di samping itu, ibadah haji juga mengajarkan bahwa Islam sudah disempurnakan sebagai agama bagi umat Nabi Muhammad SAW yaitu ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah sewaktu wukuf di Arafah. Di antaranya beliau membacakan surat Al Maidah ayat 3 yaitu, “Pada hari ini telah Kusem­purnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.”

Maka, haji bisa disebut sebagai puncak pelaksanaan rukun Islam yang mengajarkan persatuan karena jamaah haji akan menemui dan berinteraksi dengan manusia yang memiliki perbedaan. Di samping itu, puncak haji, wukuf di Arafah yang dihadiri oleh manusia yang berbeda suku bangsa adalah untuk mengingat akan khutbah Nabi Muhammad SAW tentang kesempurnaan Islam.

Umat Islam dengan beragam suku bangsa yang melakukan wukuf diajak untuk mensyukuri ajaran Islam yang sempurna. Ini merupakan pelajaran dari Allah SWT agar umat Islam bersatu ketika mendapati diri mereka ternyata terdiri dari beragam suku bangsa yang ada di dunia. Maka, bagi kita yang sudah melaksanakan ibadah haji, ajaklah umat Islam untuk bersatu dengan tetap menghargai perbedaan yang ada. Karena sesung­guhnya, itu adalah salah satu pesan yang tersirat sewaktu menunaikan ibadah haji. ***

 

IRWAN PRAYITNO

Comments (1)Add Comment
0
SOSIALISASIKAN JUGA BETAPA MULIANYA IBADAH UMRAH
written by string, Desember 07, 2011
smilies/smiley.gifIbadah haji memang merupakan ibadah yang mulia, dan wajib untuk dilaksanakan oleh setiap muslim sekurang-kurangnya sekali seumur hidup. Yang membuat saya prihatin dalam praktek pelaksanaan ibadah yang satu ini adalah, masih banyak saudara-saudara kita yang sudah pernah naik haji sekali, namun karena hartanya lumayan berlimpah dia mengupayakan segala cara agar bisa untuk naik haji untuk kali-kali yang berikutnya. Alangkah baiknya, uangnya yang berlebih itu disumbangkan untuk menghajikan (membiayai ibadah haji) orang lain yang dinilainya pantas namun tidak sanggup secara materi. Cuma Allah yang tahu, mungkin saja pahalanya dalam menghajikan orang lain itu lebih diterima oleh Allah daripada ibadah haji yang dikerjakannya sendiri. Tolong beri kesempatan kepada orang lain untuk juga bisa merasakan ibadah yang satu dalam waktu yang tidak terlalu lama dan harus menunggu waktu pemberangkatan selama bertahun-tahun. Dan jika sudah pernah melaksanakannya satu kali, jika masih rindu dengan tanah Haram, lakukanlah ibadah Umrah sesering mungkin, tiap bulan kalau perlu.

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: