Jumat, 31 Oktober 2014
KAMPUS “ GO GREEN” PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 18 Desember 2011 00:52

Beberapa tahun belakang ini, seiring dengan meningkatnya suhu  bumi, marak himbauan untuk menghijaukan lingkungan. Ini dikarenakan, lingkungan yang hijau dan rindang, dipercaya mampu meminimalisir efek pemanasan global.

Kampanye penghijauan yang diistilahkan dengan “Go Green Campaign” ramai di­galakkan hingga ke kampus-kampus. Kini, banyak kampus berupaya merindangkan ling­kungannya dengan menanam aneka pepohonan. Bahkan, baru-baru ini, Universitas Indonesia sampai me­min­dahkan pohon baobab raksasa dari Bogor ke kampus UI di Depok. Pemindahan tersebut menelan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Upaya Universitas Indo­nesia untuk menghijaukan kampusnya patut kita contoh. Apalagi, tanah Sumatra Barat dikenal subur.Tanaman begitu muah tumbuh di tanah kita. Sebagai coth, biji pepaya yang diserakkan begtu saja di tanah, bisa tumbuh tinggi dan meng­hasikan buah tanpa perlu perawatankhusus. Ini mem­buktikan, betapa mudah se­sung­guhnya penghijauan dilakukan di kampus-kampus.  Namun pada kenyataannya, tak banyak kampus yang rindang di Kota Padang. Masih banyak kampus-kampus yang miskin pe­po­honan, hingga terkesan gersang. Kondisi tersebut di­sebab­kan oleh beberapa faktor. Kekurangan lahan, misalnya. Sebagian kampus tidak mem­punyai lahan yang luas untuk menanam pohon.  Faktor lainnya adalah pembangunan fasilitas baru. Ada kampus yang kadang terpaksa menebang pohon untuk melaksanakan pem­ban­gunan. Sebut saja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol yang  menebangi sebagian pohon-pohonnya yang tinggi dan rindang untuk membangun taman. Penebangan itu sendiri memang disayagkan. Se­bagai­mana yang diungkapkan Deri Putra, mahasiswa Jurusan BPI IAIN, “Penebangan yang ter­jadi di kampus mengusir ke­sejukan yang telah ada. Lebih baik jika pohon-pohon tersebut dirawat saja agar tidak terlalu tinggi.”

Jika IAIN IB menebang pohonnya untuk pembangunan, lain halnya dengan Universitas Andalas. Penebangan pohon yang dilakukan oleh kampus yang berdiri di puncak bukit ini memiliki tujuan lain, se­bagaimana yang diungkapkan Refna Desnita, mahasiswa Jurusan Markating. “Banyak juga pohon-pohon tersebut yang telah dipotong untuk mem­perindah kampus Unand sen­diri,” ungkapnya.

Jika diamati, dari lima kampus yang ada di Kota Padang seperti IAIN, UNP, Universitas Bung Hatta (UBH), STIKES dan  Universitas Putra Indonesia (UPI), kerindangan di kampus UBH dan Unand paling men­colok. Kerindangan di Unand terjadi karena faktor alamnya. Kampus ini memang berdiri di bukit yang rimbun oleh pe­pohonan. Beda dengan UBH, kampus ini berada di pinggir laut, dekat dengan pusat kota. Karena itu, kerindangan di sana jadi terasa istimewa. Sebab, hawa pinggir laut yang biasanya panas, jadi teredam oleh puluhan pepohonan yang menaungi UBH.

Udara yang sejuk terasa saat kita memasuki lokasi kampus utama yang mengambil nama dari tokoh proklamator asal Sumatra Barat itu. Angin yang datang dari pantai, menelusup melalui sela-sela pepohonan, memberikan kesan nyaman dan sejuk. Suasa asri dan sejuk tersebut memiliki dampak positif. Bukan hanya baik bagi pernapasan, tapi juga mem­pengaruhi kondisi psikologis saat belajar, seperti yang diungkapkan mahasiswa UBH, Nico Putra, “Jika belajar saya lebih senang melakukannya di bawah pohon-pohon ini.  Selain tidak panas, saya lebih nyaman dan pelajaran lebih cepat dicerna otak,” akunya.

Lain halnya dengan kampus UPI yang ada di kawasan Lubuk Begalung. Ketika me­lewati gerbang UPI, kita hanya akan disambut beberapa pohon yang berjejar rapi dan se­lebihnya yang ada hanyalah gedung-gedung tinggi. Tanah umumnya ditutupi oleh paving block. Menurut Derajat Wahyu, mahasiswa Jurusan Sistem Informasi UPI,”kampus UPI memang jauh dari kesejukan pohon-pohon. Apalagi ketika panas, terasa sangat menyengat disini.” Ujarnya.

Wahyu juga menyatakan seharusnya beberapa organisasi yang ada di UPI mengusulkan pada pihak kampus untuk memperbanyak penanaman pohon. “Meskipun tiap-tiap lokal yang ada di kampus UPI ini telah dilengkapi AC, tapi tetap saja kita butuh  pe­pohonan yang kesejukannya lebih alami,” tambahnya.

Dewasa ini go green se­per­­ti­nya bukan sekadar pilihan, tapi juga sebuah ke­harusan. Peng­hijauan mestinya bukan cuma dilakukan di bukit-bukit saja, tapi juga di kampus-kampus. Suasana yang asri dan sejuk, kondisi kampus yang rindang, akan memberikan banyak dampak positif terhadap pres­tasi be­lajar mahasiswa. Citra sebagai kampus hijau pun akan naik. Dunia kita mem­butuhkan penghijauan. Tanpa adanya penghijauan, maka dunia akan semakin terasa panas, seperti penggalan lagu yang di­bawa­kan oleh Dewi Persik “bumi ini semakin panas”. Tentu kita tidak me­ngingin­kan itu terjadi. Oleh karena itu kita sebagai penerus bangsa haruslah men­cintai serta me­lestarikan ling­kungan dan menjaga po­hon-pohon yang ada di muka bumi ini. Bila telah ditebang maka carilah pengganti dari pohon yang telah ditebang de­ngan me­nanamnya kembali. (Kieky)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: