Senin, 21 April 2014
Jalan Rabat Beton Dikhawatirkan Cepat Rusak PDF Cetak Surel
Senin, 19 Desember 2011 01:12

MUTU DIRAGUKAN

PAYAKUMBUH, HALUAN — Proyek jalan rabat beton di kawasan Bukik Patah Sembilan, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, diduga tidak akan bertahan lama atau cepat rusak.

Pasalnya, material yang dipergunakan untuk cor rabat beton tersebut diduga memakai kerekel kuning yang kua­litasnya tidak memenuhi kri­teria mutu beton.

Ironisnya, kerekel itu banyak bercampur dengan batu apung dan mengandung tanah. Fatalnya lagi, pasir yang digu­na­kan untuk adukan cor, ter­kesan memakai pasir bungin yang sifatnya tidak padat. Di­samping itu, ketebalan cor be­ton juga dipertanyakan. Sehingga mutu proyek jalan rabat beton tersebut diragukan, dan dikha­watirkan akan cepat rusak.

Pantauan Haluan ke lokasi proyek, Sabtu (18/12), material di yang terdapat di pinggir jalan pada lokasi tersebut, terlihat hanya kerekel kuning ber­campur tanah. Kemungkinan material tersebut yang dicam­pur dengan semen dan pasir bungin. Sedangkan adukannya juga hanya dikira-kira atau tidak memakai takaran kontrol.

Informasi yang diperoleh, proyek jalan rabat beton sepanjang 3 km milik Ke­menterian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya SNVT pengembangan kawasan pemukiman pedesaan Sumatera Barat yang dikerjakan CV. Genta Ridian senilai Rp2 miliar lebih itu, terpampang di papan plank merek akan berakhir pekerjaannya tanggal 25 Desember 2011.

Sementara itu, waktu yang tersisa untuk pelaksanaan pekerjaan proyek hanya kurang dari 7 hari. Fakta di lapangan, jalan yang belum di cor diper­kirakan sepanjang 700 meter lagi, termasuk pemasangan batu dam penahan jalan dan drainase di kiri dan kanan jalan yang belum rampung dikerjakan.

Pelaksana lapangan dari CV Genta Ridian yang mengaku bernama IS, saat ditanya Ha­luan mengatakan, keterlam­batan pekerjaan akibat cuaca kurang mendukung. Ketika ditanya lebih dalam masalah material dan keterlambatan pekerjaan, ia terkesan sedikit gugup.

Akhirnya dia mengakui hanya sebagai pegawai dari perusahaan tersebut, tidak tahu kebijakan masalah proyek. Namun perekerjaan yang ter­ting­gal diakuinya akan selesai tepat waktu. ”Kita optimis perkerjaan yang tersisa akan selesai sesuai jadwal,” ungkap­nya optimis.

Sementara itu Kepala PU Payakumbuh, Muswendri Evites yang dikonfirmasi wartawan dari lokasi proyek melalui telepon genggamnya, untuk menanyakan material kerekel kuning bercampur tanah, apakah layak digunakan untuk cor jalan rabat beton, mengaku belum melihat proses pekerjaan pengecoran ke lokasi. “Hari Senin (20/12) baru akan turun ke lokasi," ujarnya. Namun ia menyarankan untuk mena­nyakan hal itu ke pengawas proyek.

Herannya, ketika wartawan melakukan pemantauan ke lapangan, tidak ditemukan adanya pengawas yang melak­sanakan tugas pengawasan di lokasi proyek. Hanya terlihat sejumlah pekerja yang sedang sibuk melaksanakan pengeco­ran dan sebagian melaksanakan pemasangan batu drainase.

Disorot Anggota Dewan

Salah seorang anggota DPRD Payakumbuh, Nasril Suri, yang berasal dari daerah pemilihan atau dapil Keca­matan Payakumbuh Timur, mengaku kecewa melihat pekerjaan jalan rabat beton yang berlokasi di kaki kawasan Bukik Patah Sembilan itu. “Saya meragukan mutu proyek. Alasannya material pengecoran yang digunakan sepenuhnya memakai batu kerekel kuning bercampur tanah. Meski saya bukan orang teknis,” ulasnya.

Hal senada juga di­ung­kapkan Aktivis Peduli Nagari Luak Limopuluah, Yudilfan Habib, ketika diminta tang­gapannya di Payakumbuh, Sabtu (18/12). “Pekerjaan yang se­perti itu diduga kuat kurang pengawasan, sehingga poyek tersebut berkemungkinan besar dikerjakan asal jadi saja se­hingga mutunya juga diragu­kan," ujarnya. (h/zkf)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy