Selasa, 18 Juni 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
TAK BANYAK KAMPUS YANG IDEAL PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 22 Januari 2012 00:00

MENURUT MAHASISWA

Seperti apa kampus idaman mahasiswa? Sudah termasuk idealkah kampus tempat sobat berlajar saat sekarang ini?

Nah, untuk mengetahui hal itu, Tim Haluan Kampus mewa­wanca­rai beberapa sobat mahasiswa. Kita ingin tau, yang disebut kampus ideal itu serupa apa sih?

Menurut Matur Prasojo, Ketua BEM FIS UNP kampus ideal itu memiliki kriteria sendiri.

“Kampus ideal itu adalah kampus yang menaati sistem yang telah disepakati bersama. Selama ini masih banyak kalangan yang tidak mentaati peraturan yang telah disepakati bersama, padahal itulah yang paling penting dalam sebuah kampus,” kata Matur Prasojo. Ia menilai UNP belum terma­suk dalam kriteria itu. Menurutnya, sebuah peraturan mestilah diha­silkan melalui sistem musyawarah mufakat.

Kampus juga harus memiliki sarana dan prasana yang baik untuk menunjang kreativitas mahasiswa.

Seperti fasilitas asrama, olahraga. Selain itu perbaikan gedung kampus harus dipercepat pasca bencana gempa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Abdul Hadi, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta. Di mata Adi, sapaaan akrabnya, kampus UBH belum masuk kampus yang ideal.

Hal ini dikarenakan ada beberapa fasilitas yang masih kurang lengkap. Selain itu pelayanan juga masih kurang memuaskan.

“Kampus ideal adalah kampus yang memiliki fasilitas memadai, baik dari segi buku di perpus­takaan sampai kebersihan toilet,” terang Abdul Hadi.

“Saat ini saya kuliah di dua universitas.”

Kuliah di dua tempat ini ia lakukan karena berharap di kam­pus kedua ia bisa menemukan kondisi yang sangat kondusif bagi prestasi akademiknya. Sayang, hal itu belum tercapai.

Adakah Kampus Ideal itu?

“Relatif,” begitu jawab Rahmi Septina, mahasiswi UNP Jurusan Matematika. “Tergantug bagai­mana mahasiswanya mensyukuri fasilitas yang ada dan pelayanan yang telah diberikan.”

Masih menurut Rahmi, bagus dan lengkap pun fasilitas, bila mahasiswa tidak mampu meman­faatkannya, juga tidak akan banyak berpengaruh ter­hadap prestasi belajar maha­siswa. Seba­liknya, di kampus yang biasa-biasa saja, yang fasilitasnya tidak lengkap, bila si mahasiswa mau mening­katkan kualitas dirinya, ia tetap akan unggul.

Lain lagi dengan Betri Wah­yuni. Menurut gadis yang kuliah di Jurusan Teknologi Hasil Perta­nian Unand ini, kampusnya sudah ideal bila dilihat dari fasilitas perpustakaan. Buku-buku yang ada di perpustakaan pun sudah leng­kap.

Hal senada juga diungkapkan Arzi, mahasiswa PMI IAIN Pa­dang. Baginya IAIN sudah ideal bila dilihat dari aktifnya banyak organisasi mahasiswa.

Yang masih perlu diperbaiki adalah kualitas pelayanan dan fasilitas.

Hmm, setiap mahasiswa punya kriteria kampus ideal tersendiri. Tapi, tentu saja tidak ada yang benar-benar ideal di dunia ini. Setiap kampus pasti memiliki masalahnya sendiri.

Sekarang berpulang kembali ke diri kita masing-masing.

“Jika ingin maju berusahalah, tapi bila kemauan kurang ku­at,seideal apapun kampus tempat bernaung, tak akan berpengaruh banyak terhadap kualitas diri kita,” katanya. (rizki diana rangkuti/ko­munitas jurnalistik)

Comments (1)Add Comment
0
Opini
written by string, Juli 11, 2012
Hemat saya mengatakan bahwa kampus yang ideal ialah ketika warga kampus (dosen, mahasiswa, staf, satpam, petugas kebersihan dan perlengkapan) bersinergi untuk satu itikad bersama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan kaum intelektual.

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: