Kamis, 23 Oktober 2014
Kelangkaan Minyak Tanah Subsidi dan Solusi PDF Cetak Surel
Kamis, 26 Januari 2012 01:59

Jika dirunut ke belakang, taruhlah setahun terakhir, masyarakat Sumatera Barat kerap terpekik karena langkanya minyak, dan jika pun ada harganya  mahal pula. Sulitnya mendapatkan minyak tanah bagi masyarakat, sudah menjadi cerita lama.

Kelangkaan minyak tanah itu, di tengah masyarakat, muncul rumor, bahwa minyak tanah Sumatera Barat dibawa oleh sindikat ke provinsi tetangga, terutama ke Riau. Rumor ini bukan rahasia umum. Dan ironisnya lagi, rumor itu berkembang itu menyebutkan, minyak tanah yang “ditransmigrasikan” ke provinsi tetangga, dibeking aparat polisi dan tentara.

Jika ini benar, tentu kita sangat menyayangkan. Masalahnya, pengguna utama minyak tanah itu adalah masyarakat yang memang bergerak dalam jasa dan usaha menengah dan kecil. Masyarakat inilah yang kerap kesulitan mendapatkan minyak tanah.

Selain itu, jikapun ada minyak tanah bersubsidi ini didistribusikan di pangkalan-pangkalan minyak tanah, tak ayal memunculkan antrean panjang, dan pembeliannya pun dibatasi.

Karena permintaan begitu tinggi, maka harga pun  melambung. Harga minyak tanah melampaui harga premium per liter. Memang tampak tak masuk akal sekali. Tapi apa mau, ketergantungan pada minyak tanah sangat tinggi. Berapapun harganya masyarakat pun akan membelinya.

Sumatera Barat memang belum menerapkan konversi minyak ke gas. Rencananya pada 2012 ini, Pertamina berencana menerapkannya, tapi penjadwalannya belum dapat dipastikan.

Minyak tanah yang disubsidi pemerintah dengan harga tertinggi Rp3.500 per liter, sedangkan minyak tanah di provinsi tetangga tidak lagi disubsidi dengan harga mencapai Rp8.000 per liter.

“Disparitas harga ini menjadi makanan empuk para spekulan. Minyak tanah untuk masyarakat Sumbar dibawa ke luar Sumbar dengan memperoleh keuntungan yang berlipat,” terang Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Marzuki Mahdi usai menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait distribusi BBM ini seperti Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Kelautan dan Perikanan, Biro Perekonomian dan Operation Head Terminal BBM Teluk Kabung  Rabu (25/1), di kantor Gubernur Sumbar.

Selian itu, permasalahan kelangkaan minyak tanah juga terkait dengan eksistensi pangkalan minyak tanah yang banyak yang bermasalah, seperti alamat kurang jelas, izin berlaku dari pemko/pemkab yang sudah habis, tidak memiliki plang nama atau tidak standar, tidak memiliki sarana penyimpanan minyak tanah, bongkar minyak tanah tidak di PMT, harga tidak sesuai HET dan pembelian dengan Kartu Keluarga (KK)/KTP tidak dijalankan serta tidak memberikan laporan rutin ke pemerintah daerah.

Kita tak perlulah terlalu berharap besar, konversi minyak tanah ke gas akan diterapkan tahun ini juga. Karena sampai hari ini masih berupa wacana. Sosialisasi belum ada. Bentuknya pun belum jelas. Pertamina sendiri juga belum memberikan keterangan resmi terkait konversi itu.

Kini kelangkaan minyak tanah itu, telah menjadi masalah sosial, dan sebagian masalah itu dialami masyarakat kecil. Kita tak ingin mengatakan, bahwa terkait bahan bakar jenis minyak tanah yang bersubsidi selalu saja tak bisa dinikmati masyarakat kecil yang membutuhkan.

Kita mendesak agar Pertamina, aparat keamanan, pemangku terkait, pangkalan dan depot minyak tanah, agar benar men­distribusikan minyak tanah bersubsidi itu tepat sasaran, yaitu masyarakat kecil.

Kita juga tak menginginkan, jika minyak tanah bersubsidi itu, dinikmati kalangan tertentu saja, dan ada sindikat yang membawanya keluar provinsi ini, juga sesungguhnya tak bisa berterima. Apapun alasannya. Tetapi, fakta yang hadir, ternyata, semuanya ada permainan. Minyak tanah bersubsidi dijadikan komoditas yang bisa meraup untuk berlipat-lipat.

Jika kelangkaan minyak tanah bersubsidi berlarut-larut tanpa ada solusi dari pihak terkait, di tengah masyarakat dapat dipastikan gejolak sosial dan keresahan masyarakat akan mengemuka, dan ini bisa menelan biaya sosial yang tinggi.

Untuk itulah, kita berharap, masalah kelangkaan minyak tanah ini segera dituntaskan. Jika tak sekarang, kapan lagi.

Comments (2)Add Comment
0
...
written by string, Pebruari 13, 2013
smilies/grin.gif
aden gilo
0
...
written by string, Agustus 09, 2012
Mana solusi.x???
q.lge bingung nyari artikel kelangkaan beserta solusi.xsmilies/cry.gifsmilies/angry.gif

Write comment

busy