Senin, 22 Desember 2014
GEMAR MENGAJI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 29 Januari 2012 01:06

Beberapa waktu lalu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat telah meluncurkan program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji). Gerakan ini merupakan salah satu prog­ram pemerintah untuk mem­budayakan kegiatan membaca Alquran setelah shalat Mag­rib di kalangan masyarakat. Program ini tidak hanya ber­laku di perkotaan saja, tapi juga di pedesaan. Sumatera Barat adalah salah satu daerah yang terdepan dalam meluncurkan program ini dan merupakan daerah yang ke­empat setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Di tengah kehidupan saat ini yang kian jauh dari nilai-nilai agama, tentunya program tersebut amat patut untuk kita dukung bersama. Dimana kita tahu bahwa kebiasaan mengaji setelah Maghrib kian lama kian pudar ditengah-tengah masyarakat kita.

Dalam rangka mensuk­seskan program Gemar Me­ngaji tersebut, orang tua adalah tiang utama yang akan mampu menjalankannya. Selepas shalat Maghrib, orang tua hendaknya mematikan televisi dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk mem­­baca Alquran. Mematikan televisi saat Maghrib sangat penting untuk dilakukan. Sebab, televisi begitu marak menyiarkan acara yang me­narik pada saat Maghrib. Hal itu juga yang menyebabkan anak-anak suka melambat-lambatkan shalat dan malas belajar, apalagi mengaji. Dengan membiasakan hal tersebut, maka anak-anak akan berada di rumah pada waktu Maghrib. Sehingga seluruh anggota keluarga bisa berkesempatan untuk shalat bersama, belajar bersama, makan bersama dan lainnya. Dengan mengaji dan ber­kumpul bersama, akan terjadi hubungan yang baik dan pemberian ilmu pengetahuan dan akhlak dari orangtua kepada anak. Serta akan bisa menghindarkan diri anak-anak terutama para remaja dari bahaya pergaulan malam. Disamping itu, dengan me­ngaji selepas Maghrib, anak-anak akan terisi jiwanya oleh pengetahuan-pengetahuan yang baik. Ia akan memiliki benteng pertahanan dalam dirinya berupa nilai-nilai agama yang kiranya sulit ia  dapatkan jika waktunya habis untuk menonton televisi apa­lagi bermain di warnet.

Bayangkan saja kalau setelah Magrib anak-anak masih di luar sana. Berbagai bahaya akan mengincar mere­ka. Mulai dari narkoba, per­gaulan bebas dan sebagainya. Karena itu, sebelum waktu Maghrib tiba mereka harus berada di rumah dan tidak lagi berkeliaran kesana ke­mari.

Namun, dalam hal ini hal terpenting adalah adanya contoh teladan dari orang tua. Menjadi janggal bila rasanya menyuruh anak-anak untuk mengaji, bila orang tua sendiri tidak mau melaksanakannya. Oleh sebab itu, sudah kewa­jiban orangtua untuk mem­berikan contoh teladan buat anak masing–masing, sehing­ga anak-anak lebih mudah diarahkan membia­sakan diri mengaji selepas Maghrib.

Hal yang penting lainnya adalah memberi penjelasan kepada anak  bahwa amat besar pahala bagi orang yang senantiasa membaca Alquran, apalagi mau menghafalnya. Sebagaimana Hadits Rasu­lullah SAW, dari abu Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah  olehmu Alquran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)” (HR. Muslim). Sebaliknya, jiwa yang tidak ada Alquran di dalamnya, kehidupannya akan berge­limang kehampaan, tidak merasakan kenyamanan dan selalu dilanda kegersangan. Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW, dalam ha­dits­nya berikut, “Orang yang di dalam hatinya tidak ter­dapat sedikit pun ayat-ayat Alquran, bagaikan rumah yang rusak dan tidak berpenghuni.” (HR AtTurmudzi).

Jadi, jelaslah kenapa akhlak anak-anak, terutama para remaja saat ini sudah sampai pada tahap sangat mengkhawatirkan. Mereka susah diatur dan terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal itu disebabkan karena nilai-nilai Alquran telah jauh dari jiwa mereka. Mereka sangat jarang membaca Alquran, apalagi memahami isinya. Akhirnya, mereka kehilangan pedoman dalam hidupnya. Hingga berakhlak buruk dan mudah terpengaruh oleh lingkungan untuk berbuat tidak baik.

Oleh sebab itu, sudah saatnya kita semua kembali pada Alquran. Bacalah Al­quran dan ajak seluruh ang­gota keluarga untuk turut serta membacanya. Hiasi rumah-rumah kita dengan lantunan ayat-ayat suci setiap kali selesai menunaikan sho­lat Maghrib. Jangan biarkan ia gersang karena hanya ada suara pesawat televisi se­menjak pagi hari hingga ke pagi lagi.

Namun, membaca Alquran tersebut hendaknya tidak saja sewaktu Maghrib semata. Kapan saja dan di mana saja, Alquran hendaknya selalu kita baca, dihafal, dimengerti isi dan maknanya, serta dia­malkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga hidup ini akan memiliki arah tujuan dan kelak kita memperoleh surga di akhirat sana. n

OLEH: RIKI EKA PUTRA

DINIYYAH PUTERI PADANG PANJANG

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy