Minggu, 21 Desember 2014
REI Sumbar Desak BTN Turunkan Suku Bunga KPR PDF Cetak Surel
Rabu, 15 Februari 2012 02:34

PADANG, HALUAN  — DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumbar mendesak agar Bank Tabungan Negara (BTN) menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini. Tahun lalu suku bunga KPR 8,25 persen, diharapkan tahun ini di bawah 7 persen.

“Penurunan suku bunga ini sudah kita perjuangkan di pusat bersama Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera). Kami mengusulkan 5,5 persen suku bunga KPR ini untuk semua bank yang bekerjasama dengan Kempera. Tapi setidaknya di bawah 7 persen, atau 6,5 persen,” kata Ketua DPD REI Sumbar, Alkudri dihadapan Vice President Mortage and Consumer Lending Division (MCLD) BTN pusat, Banu Pratomo dan Kepala Cabang BTN Padang, Achmad Noorrachman saat pertemuan BTN dengan para pengembang di Sumbar di Hotel Pangeran’s Beach Padang, Senin (13/2) malam.

REI meminta BTN segera mengambil sikap menetapkan kesanggupannya menurunkan suku bunga KPR tersebut, karena Kempera juga menanti jawaban BTN tentang suku bungan KPR-nya tahun ini. Sebab, sekarang regulasi Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2012 belum keluar, karena penetapan suku bunga KPR oleh pihak perbankan belum kelar.

“Akibatnya, ada sekitar 9.000 unit rumah per 30 Januari kemarin gagal akad kredit, karena suku bunga FLPP belum keluar. Makanya, kita minta BTN sebagai penyalur kredit KPR terbesar mencapai 99 persen dari 16 perbankan yang bekerjasama FLPP tahun lalu ini bisa segera menetapkan suku bunga KPR-nya. Sebenarnya, BTN bisa melayani akad kredit sekarang, tapi mereka minta suku bunga tinggi 9,75 persen. Inikan berat sekali, apalagi bagi masyarakat golongan mene­ngah ke bawah,” kata Alkudri.

Penurunan suku bunga KPR tersebut gigih diperjuangkan REI Sumbar untuk membantu sekitar 13,6 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah, dan 129 ribu diantaranya merupakan masyarakat Sumbar.

Di samping penurunan suku bunga, REI juga meminta pihak perbankan, khususnya BTN memberikan kemudahan bagi masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap atau masyarakat yang tidak memiliki ‘slip gaji’ agar bisa mendapatkan KPR. Sebab, selama ini salah satu syarat utama agar bisa mendapatkan fasilitas KPR oleh perbankan yaitu slip gaji.

“Nah, jika slip gaji ini masih diterapkan oleh bank, bagaimana nasib saudara-saudara kita pekerja tidak tetap ini bisa mendapatkan rumah? seperti sopir angkot, kuli bangunan, tukang ojek, pedagang kaki lima, petani, nelayan, penambang pasir, tukang becak, penjahit, buruh angkat dan pekerja harian lainnya,” jelas Alkudri.

“Jika dilihat penghasilannya, tidak kalah dari karyawan yang memiliki slip gaji. Seperti tukang bangunan misalnya. Sekarang gaji tukang bangunan Rp100 per hari, di kali 25 hari kerja saja sudah berpenghasilan mereka Rp2,5 juta per bulan. Nah, kondisi inilah yang harus diperhatikan pihak per­bankan. Jangan untung saja yang dikejar, tapi tunjukanlah kepe­dulian terhadap masyarakat berpenghasilan tidak tetap ini,” jelasnya lagi.

Sementara itu, terkait per­min­taan REI bersama Kempera, Vice President MCLD BTN, Banu Pratomo enggan menjawab wartawan. Bahkan, Kacab BTN Padang, Acmad Noorrachman ‘mengangkat tangan’ sambil mengatakan”Kami tidak mem­berikan keterangan pers.”

Sedangkan Banu Pratomo hanya mengatakan, soal penu­runan suku bunga itu, BTN menunggu penetapan Kempera. “Yang pasti, BTN tetap eksis di kredit perumahan. Acara perte­muan ini untuk menghimpun masukan-masukan dari para pengembang,” katanya. (h/vid)

Comments (1)Add Comment
0
slip gaji
written by string, Pebruari 21, 2012
saya sgt setuju sekali ttg slip gaji,saya udah mengajukan kpr di semua bank dtolak,walaupun mereka bisa lihat income saya sebagai broker lepas (non office) sudah lumayan,mrk ttp berpaku pada slip gaji,sedangkan kalau untuk kredit mobil tidak sesusah itu,repot juga ya,jadi mst nabung smp berapa tahun,ga bs kpr mst beli lunas,yang ada harga rumah yang mau dbeli makin melonjak,dan ujung2nya ga bisa kebeli.saya kecewa juga.dan saya juga sempat memohon saya akan pakai jaminan surat tanah saya yg nilainya di atas harga rumah,tetap saja mrk menjawab 'maaf itu sudah ketentuan,harus ada slip gaji'......coba dipikirkan bagaimana nasib orang2 yang tidak punya slip gaji....masa kita seumur hidup yang pgn punya rumah idaman jadi ga bisa,banyak sekali org2 yang berpenghasilan besar kok,dan mampu membayar cicilan,tp tdk bekerja dikantor

Write comment

busy