Rabu, 23 Juli 2014
Desa Teluk Lanus Terisolir PDF Cetak Surel
Kamis, 16 Februari 2012 02:03

SIAK,HALUAN-Sulitnya akses ke Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit membuat 119 kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut menjadi terisolir, terluar dan terabaikan. Untuk itu warga meminta Pemkab Siak menjadikan Desa Teluk Lanus sebagai pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Surya secara terpusat.

Harapan itu disampaikan Kades Teluk Lanus Irwansyah Roni sesuai surat yang diajukan di Bagian Sumber Daya Alam Setdakab Siak belum lama ini. “Kita sangat berharap, ketidak­beradaan listrik di desa kami, dapat­terjawab dengan diterimanya Teluk Lanus sebagai pilot project PLTS di Kabupaten Siak khususnya untuk daerah terpencil,” ungkap Irwansyah Roni.

Untuk mendukung program ter­se­but, pihak desa siap menghibahkan lahan seluas 2 hektar untuk pem­bangunan PLTS terpusat. “Saat ini kebutuhan listrik masyarakat ditopang PLTD, namun hal itu tidak efisien, karena harga BBM di desa Teluk Lanus tidak relevan lagi, sehubungan tingginya biaya angkut, sehingga sulit bagi warga mendapatkan BBM terse­but,” jelasnya.

Dengan PLTS, diharapkan dapat memudahkan masyarakat, menikmati listrik tanpa harus drepotkan dengan ketersediaan BBM yang sewaktu-waktu akan bermasalah dan sulit didapatkan jika pasokannya tidak lancar.

Desa Teluk Lanus merupakan desa terluar di Kabupaten Siak yang berseberangan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti di sebelah timur, dan bersepadan dengan Kabupaten Pelalawan di sebelah selatan. Untuk mencapai desa tersebut, saat ini hanya dapat ditempuh dengan transportasi laut, dengan menggunakan speed boat dengan jarak tempuh 2 jam dari Pelabuhan Tanjung Buton. Sedangkan bila menggunakan Pompong, harus memakan waktu satu hari.

Dalam memenuhi kebutuhan listrik saat ini memang sudah ada 40 unit PLTS biasa (SHS). Namun hal itu sangat tidak memadai untuk kebutuhan 119 KK yang ada. Untuk itu dengan PLTS terpusat diharapkan ketersediaan listrik tersebut dapat dipenuhi.

Harapan mendapatkan PLTS juga disampaikan warga sejumlah desa di Kecamatan Koto Gasib, seperti desa Buatan I, Buatan II, Teluk Rimba dan desa Kuala Gasib. “Kita sayangkan, harapan masyarakat tersebut, seper­tinya belum diprioritaskan pihak Pemkab. Sehingga tidak diajukan sebagai program di tahun 2012 ini,” ujar anggota DPRD Siak Robi Cahyadi menyesalkan.(ali)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy