Sabtu, 02 Agustus 2014
Lagi, Batam Produksi Kapal Perang PDF Cetak Surel
Kamis, 16 Februari 2012 02:03

HARI INI MENHAN RESMIKAN KRI KUJANG 642

BATAM,HALUAN— Satu lagi, kapal perang buatan perusahaan shipyard di Batam selesai dikerjakan dan akan diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro di Dermaga Makobar Batuampar Batam, Kamis (16/2).

Kapal yang diberi nama KRI Kujang 642, merupakan kapal perang kedua yang berhasil dipro­duksi putera-puteri terbaik Indo­nesia di Batam. Sebelumnya pada tahun 2011 juga telah berhasil diproduksi KRI Clurit 641.

Kapal yang memiliki bobot 240 Gross Ton (GT), panjang 44 meter dan lebar 7,4 meter terse­but, berhasil diselesaikan dalam kurung waktu satu tahun oleh PT Palindo Marine. Kapal terse­but dikerjakan di Tanjungucang, Batam sejak Desember 2010 dan berhasil dirampungkan pada Desember 2011.

Kapal yang dirancang untuk menjadi kapal andalan di perairan Kepri, merupakan kapal perang jenis KCR-40 (Kapal Cepat Rudal) yang dilengkapi dengan berbagai alutsista canggih, seperti rudal C-705, meriam kaliber 35,6 mm dan memiliki kecematan 30 knot dengan 3 mesin tenaga kuda jenis MAN 1.800.

“Kapal ini memiliki daya jang­kauan lebih jauh dan akurasi tembakan terhadap sasaran lebih bagus,” ujar Kepala Pengawas Platform KCR 40, Letda Laut (T) Rudi Krisanto, saat ditemui disela-sela penyambutan Men­han di Dermaga Makobar, Rabu (15/2).

Tidak hanya sampai di situ, kata Rudi, kapal yang dikerjakan oleh 100 orang putera-puteri terbaik Indonesia, memiliki sistem komu­nikasi dan menjadi pusat informasi tempur yang lebih terintegratif dalam ruang satu komando. Sehing­ga setiap informasi yang diterima dapat dengan cepat terdistribusi kepada semua petugas yang mela­kukan patroli.

Dari sisi ketahanan, bodi KRI Kujang 642 terbuat dari baja botton stels higt tensil, semen­tara bagian bawah memiliki super tract alu­minium flat. Sehingga kapal tersebut aman dari berbagai hataman benda keras yang dapat menghancurkan bodi kapal dalam pelayaran.

Sebelum dioperasikan, KRI Kujang 642 telah mengalami pengujian secara bertahap. Di mana pada tahap awal dilakukan pengu­jian performa equitment dan pada tahap kedua dilakukan pengujian ketahanan secara menyeluruh yang dila­kukan oleh tim penguji dari Menhan.

“Secara menyeluruh, pengu­jian sudah kita lalui dan sudah meme­nuhi seluruh standar untuk jenis kapal KCR,” tegas pengawas yang sejak awal mengawasi pembuatan kapal KRI Kujang 642.

Pada pengujian tersebut, telah dilakukan pelayaran sela­ma dua kali, dengan masing-masing me­ngam­bil waktu 4 jam dan 8 jam di sekitar perairan Barelang dan Berakit. Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluan Kepri, kapal hasil murni dari tangan-tangan anak negeri ini, akan dioperasikan menjaga kedaulatan laut Indonesia di bagian barat. Sehingga ke­mungk­inan besar kapal tersebut akan mengambil sandar di Tan­­jun­guban sebagai pusat pengendalian operasi.

Dipastikan, peresmian kapal juga dihadiri Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Satuan Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Soeparno dan sejumlah petinggi militer yang turut serta dalam rom­bongan Menhan yang telah tiba di Batam pada pukul 12.00 di Dermaga Makobar, Rabu (15/2). Serta petinggi militer dari Danrem 033/WP, Kodim 0316, Lantamal IV Kepri dan Yonif 134/TS. (cw55)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: