| Gepeng dan PKL Dimanjakan |
|
|
|
| Sabtu, 18 Februari 2012 02:19 | |||
|
WAJAH KOTA PEKANBARU JADI JELEK PEKANBARU,HALUAN — Semakin maraknya gelandangan, pengemis dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar Kota Pekanbaru membuat wajah kota jelek seakan tidak tertata dengan baik. Hal ini terjadi karena Pemko Pekanbaru terkesan memanjakan mereka. Kendati ada penertiban, tapi tak serius. Hal ini disampaikan pengamat tata kota Mardianto Manan di Pekanbaru, Jumat (17/2). “Kkota makin tidak karuan. Terlihat semakin semrawut dan seperti tidak dikelola,” ungkapnya. Mardianto menilai, Pemko Pekanbaru terkesan memanjakan para gepeng, gelandangan dan PKL. “Para gelandangan dan pengemis itu dimanjakan pemerintah. Tidak ada penertiban yang serius yang dilakukan,” katanya. Satpol PP hanya melakukan penertiban, bila keberadaan pengemis, gelandangan dan para PKL disorot media. Dilakukan penertiban, berikutnya dalam waktu singkat dilepaskan kembali. Sehingga tidak menimbulkan efek jera. “Dapat kita perhatikan kinerja para Satpol PP. Mereka menangkap para gelandangan dan pengemis hanya kalau diberitakan media. Lihat saja beberapa waktu kemudian akan beraksi lagi di jalanan,” ungkap pria yang juga Ketua Jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah Fakultas Teknik Universitas Islam Riau ini lirih. Hal serupa, kata Mardianto, juga terlihat dalam penertiban PKL yang berjualan di trotoar dan pedestrian jalan. “Untuk pedagang kaki lima juga sama saja. Pemerintah tidak tegas dalam menertibkan lapak berjualan untuk mereka. Sehingga tidak heran kalau badan jalan dan pedestrian juga dipakai untuk berjualan,” tukasnya. Dikatakannya, perlu adanya tindak tegas dari Pemko dalam menentukan lapak untuk berjualan para pedagang kaki lima tersebut. “Seperti di Bandung, Yogyakarta dan Malaysia hendaknya lapak untuk pedagang kaki lima ditertibkan oleh pemerintah setempat. Sehingga tidak mengganggu kerapian tata kota,” ungkapnya. Dengan tidak tertatanya kota seperti yang terjadi saat ini, Mardianto khawatir dengan citra Riau di mata para peserta PON XVIII September mendatang. Pasalnya, provinsi yang disebut-sebut kaya di Indonesia ini harus menunjukkan wajah kemiskinan di tengah kota. (mg1)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 177 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


