Jumat, 31 Oktober 2014
Gepeng dan PKL Dimanjakan PDF Cetak Surel
Sabtu, 18 Februari 2012 02:19

WAJAH KOTA PEKANBARU JADI JELEK

PEKANBARU,HALUAN — Semakin maraknya gelandangan, pengemis dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar Kota Pekanbaru membuat wajah kota jelek seakan tidak tertata dengan baik.

Hal ini terjadi karena Pemko Pekanbaru terkesan memanjakan mereka. Kendati ada penertiban, tapi tak serius.

Hal ini disampaikan peng­amat tata kota Mardianto Manan di Pekanbaru, Jumat (17/2). “Kkota makin tidak karuan. Terlihat semakin semrawut dan seperti tidak dikelola,” ungkapnya.

Mardianto menilai, Pemko Pekanbaru terkesan meman­jakan para gepeng, gelan­dangan dan PKL. “Para gelan­dangan dan pengemis itu dimanjakan pemerintah. Ti­dak ada penertiban yang serius yang dilakukan,” katanya.

Satpol PP hanya mela­kukan penertiban, bila kebe­radaan pengemis, gelan­dangan dan para PKL disorot media. Dilakukan penertiban, be­rikutnya dalam waktu singkat dilepaskan kembali. Sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Dapat kita perhatikan kinerja para Satpol PP. Me­reka menangkap para ge­landangan dan pengemis hanya kalau diberitakan me­dia.

Lihat saja beberapa waktu kemudian akan beraksi lagi di jalanan,” ungkap pria yang juga Ketua Jurusan Pe­ren­canaan Kota dan Wila­yah Fakultas Teknik Uni­versitas Islam Riau ini lirih.

Hal serupa, kata Mar­dianto, juga terlihat dalam penertiban PKL yang ber­jualan di trotoar dan pe­destrian jalan. “Untuk pe­dagang kaki lima juga sama saja. Pemerintah tidak tegas dalam menertibkan lapak berjualan untuk mereka. Se­hingga tidak heran kalau badan jalan dan pedestrian juga dipakai untuk berjualan,” tukasnya.

Dikatakannya, perlu ada­nya tindak tegas dari Pemko dalam menentukan lapak untuk berjualan para pe­dagang kaki lima ter­sebut.

“Seperti di Bandung, Yog­yakarta dan Malaysia hen­daknya lapak untuk pedagang kaki lima ditertibkan oleh pemerintah setempat. Se­hingga tidak mengganggu kerapian tata kota,” ung­kapnya.

Dengan tidak tertatanya kota seperti yang terjadi saat ini, Mardianto khawatir de­ngan citra Riau di mata para peserta PON XVIII Sep­tem­ber mendatang.

Pasalnya, provinsi yang disebut-sebut kaya di Indo­nesia ini harus menunjukkan wajah ke­mis­kinan di tengah kota. (mg1)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy