Jumat, 24 Oktober 2014
PKL Sepakat Pindah PDF Cetak Surel
Rabu, 22 Februari 2012 02:01

PAYAKUMBUH, HALUAN — Ribut-ribut  pemindahan  pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di  sisi utara Jalan Sudirman dan Jalan Sukarno-Hatta Kota Payakumbuh ke lokasi yang baru, dapat diselesaikan dengan baik.

Solusi pemindahan tempat mereka berjualan,  diterima  PKL dengan  lapang dada. Sejak Selasa (21/2)  sore para PKL telah berjualan di lokasi  baru yang ditetapkan.

“Seluruh PKL sepa­kat untuk pindah ke lokasi yang baru. Sejumlah PKL yang sempat  perang mulut dengan petugas, akhirnya meminta maaf.  Seluruh per­soalan clear, dan sudah saling memaafkan,” ulas Wakil Walikota Paya­kumbuh H. Syamsul Bahri, ketika dihubungi sejumlah wartawan di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Selasa (21/2).

Wawako yang didam­pingi Asisten II Drs. Yum­mardius, Kadis  Koperindag Indra Syofyan, SE, M.Si, Kadishub Drs. Harmayunis, Kasatpol PP Fauzi Firdaus, S.Pd, dan Kabid Pasar Isman, S.Sos serta Kasi Trantib, Joni Parlin, S.STP, menjelaskan, kenapa sampai terjadi keri­butan antara sejumlah PKL dengan petugas.

Menurutnya, dari 36 PKL yang sepakat pindah berjualan ke lokasi yang baru, tercatat di antara 12 PKL pakaian jadi   yang memasang tenda berukuran 4x6 meter, di luar ketentuan yang telah  dise­pakati. Mereka, yang seharusnya memasang tenda di pinggir Jalan A. Yani  pada pukul 18.00 sudah memasang tenda mulai pukul 16.00 WIB.

Sehingga, mereka men­dapat protes oleh pedagang lain. Sebagian PKL sempat terprovokasi, dan memasang tenda di tengah Jalan A. Yani, dekat Jembatan Penye­be­rangan Panasonic di pusat pertokoan. Membuat, lalulin­tas menjadi macet di jalan tersebut sekitar hampir 30 menit.

Petugas Trantib mela­kukan pembong­karan tenda di tengah jalan itu, dan se­orang di antaranya, ditimpa besi tenda yang menga­kibat­kan luka gores di bagian wajahnya.  ”Luka goresan itu, bukan disebab­kan adu jotos antasa PKL dengan petugas trantib, tapi murni akibat ditimpa besi tenda,” ungkap Kasi Trantib Joni Parlin.

Wawako Syamsul Bahri, menjelaskan, kepedulian Pem­ko Payakumbuh terhadap PKL sangatlah tinggi. Keberadaan PKL di Payakumbuh, disebut, sangat banyak memberikan kontribusi positif buat daerah. Pemerintah pusat pun mem­berikan penghar­gaan IMP (Inovasi Management Perko­taan) Award, atas suksesnya Payakumbuh dalam membina dan mengelola PKL. “Paya­kumbuh satu-satunya kota/kabupaten  di Sumatera Barat yang diberi penghargaan IMP Bidang Penataan PKL oleh pemerintah pusat,” ungkap Syamsul.

Karena itu, dalam setiap penertiban PKL, pemko tetap melakukannya secara santun, sopan dan elegan. “Kalau ada di antara petugas yang bertindak kasar, saat melakukan penertiban Senin sore,  pemko akan menindak petugas bersangkutan. Karena, dinilai mencoreng nama baik Payakumbuh yang selama ini dinilai punya kepedulian yang sangat tinggi terhadap PKL. Kita tak akan memakai petu­gas trantib yang kasar dan tak sopan,” ungkap Syamsul.

Pindah ke Jalan Veteran

Saat dilakukan pertemua jajaran pemko dengan 13 PKL pakaian jadi dan sepatu/sandal di kantor bidang pasar, Senin malam, yang berakhir sekitar pukul 22.00 WIB, diperoleh kesepakatan yang diterima kedua pihak. Khusus 13 PKL yang berjualan mema­kai tenda itu, pindah ke Jalan Veteran Payakum­buh, tak jauh dari Simpang Kasda menuju Simpang Bunian. Sementara, 23 PKL lainnya, mayoritas pedagang makanan/minuman, sejak semula sudah pindah  ke sisi selatan Jalan Sudirman, Jalan Sukarno-Hatta dan sebagian di Jalan A. Yani, bergabung dengan PKL kuliner yang telah ada.

Terhadap 13 PKL pakaian jadi dan sepatu/sandal mema­kai tenda, disepakati ukuran tenda yang dipakai, berukuran 2x3 meter, bukan 4x6 meter.  Bagi PKL bersangkutan, yang tak punya tenda ukuran 2x3 meter itu, untuk sementara dapat meminjam tenda milik Dinas Koperindag, tanpa harus dipungut bayaran sela­ma 3 bulan. Malahan, ke-36 PKL yang dipindahkan itu, juga bebas retribusi keber­sihan dan konpensasi retribusi parkir, akibat memakai lahan parkir, juga buat 3 bulan ke depan. (h/zkf)

 

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy