Kamis, 24 April 2014
Nama Sukiyat Dihapus dari Mobil Esemka PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Februari 2012 03:19

SURAKARTA, HALUAN — Pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, mengaku kecewa dengan langkah Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo yang meng­hilangkan nama Kiat dari mobil Esemka.

Saat diserahkan sebagai mobil dinas pada awal Januari lalu, mobil jenis SUV (sport utility vehicle) tersebut ber­nama Kiat Esemka. Bela­kangan, namanya hanya Ese­mka. Termasuk saat men­jalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi pada Senin, 27 Februari 2012.

Sukiyat mengaku dia ber­peran paling besar dalam proses perakitan mobil Ese­mka. “Kalau tidak ada saya, enggak bakal ada mobil Ese­mka,” katanya, Selasa, 28 Februari 2012. Dia mengklaim peran sekolah me­nengah kejuruan (SMK) hanya 5-10 persen. “Sisanya saya yang berkontribusi,” ujar Sukiyat kepada tempo.

Bahkan, dia mem­per­kira­kan mobil Esemka bakal tidak laku setelah nama Kiat di­hilangkan. Sebab, masyarakat sudah tahu kualitas bengkel­nya sehingga yang jadi pato­kan adalah nama Kiat Motor. “Kiat Motor sudah terbukti kualitasnya,” katanya.

Wakil Wali Kota Sura­karta Hadi Rudyatmo mem­bantah jika dikatakan sosok Sukiyat atau nama Kiat yang mem­buat mobil Esemka di­kenal seperti sekarang. “Yang bikin Esemka dikenal masya­rakat adalah AD 1 dan AD 2,” katanya.

Maksud Rudi, Esemka dikenal setelah dia dan Jo­kowi, panggilan akrab Joko Widodo, memasang plat nomor mobil dinas AD 1 A dan AD 2 A di mobil Esemka.

Dia menyesalkan sikap Sukiyat yang mengatakan Esemka tidak bakal dikenal tanpa kontribusi dirinya. Sebab, sejatinya mobil Ese­mka sudah ada sejak tiga tahun lalu dan tidak pernah dilirik. Baru setelah dia dan Jokowi mem­buat terobosan dengan di­jadikan mobil dinas, Esemka menjadi perhatian masyarakat. “Logikanya ter­balik. Justru Sukiyat terkenal karena Esem­ka. Bukan Esem­ka terkenal karena Sukiyat,” katanya.

Meski demikian, Hadi mengaku akan tetap menga­jak Sukiyat bekerja sama mengembangkan mobil Esem­ka. Sebab, harus diakui beng­kel Kiat Motor unggul di pengecatan bodi mobil. “Nanti saya akan ajak dia bicara. Tidak baik berebut ketenaran Esemka,” ujar Hadi.

Kalau pangkal persoalan pada penghapusan nama, dia kembali menegaskan bahwa sedari awal merek dagang yang diajukan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan adalah Esemka.

Berdasarkan surat per­mohonan 1 Juni 2010, dinya­takan bahwa nama mobil tersebut Esemka. “Bukan Kiat Esemka,” katanya.

Logo kendaraan adalah roda bergerigi, bukan logo Kiat Motor. Karena itu, Hadi membantah jika disebut meninggalkan Sukiyat dalam pengembangan mobil Ese­mka.\ “Kalau soal nama, nantinya di produksi beri­kutnya bisa saja diberi nama Esemka Rajawali Kiat. Yang penting uji emisi lolos dulu,” ucapnya. (h/tmp)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy