| Wiranto Dituding Makar |
|
|
|
| Minggu, 04 Maret 2012 01:31 | |||
|
DEMOKRAT DAN HANURA TEGANG Rencana pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) ternyata memicu ketegangan antara Partai Demokrat dengan Partai Hanura. Wiranto dituding jegal pemerintahan SBY. JAKARTA, HALUAN—Perang opini ini berawal dari tudingan politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan terhadap Partai Hanura yang akan menghancurkan Demokrat melalui rekayasa. Ketua Umum Partai Hanura akan menjegal pemerintahan SBY tak akan sampai 2014. Kemudian, Wiranto berada dibelakang aksi-aksi menentang SBY.Tuduhan lain, menempatkan Elza Syarif sebagai pengacara Nazaruddin yang membuat Nazaruddin berani buka-bukaan serta menuduh bahwa itu adalah rekayasa Wiranto yang sakit hati kalah dua kali pada Pemilu yang lalu. “Elza itu orang Hanura kemungkinan besar ada kepentingan politik. Karena mungkin Wiranto masih sakit hati kalah dua kali dari SBY,” tuding Ramadhan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3) lalu. Mendapat tudingan itu, kubu Partai Hunara gerah. Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura, menyesalkan pernyataan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat itu yang menganggapnya ingin menggulingkan pemerintahan. Wiranto menganggap pernyataan itu sebagai sebuah bentuk kepanikan atas banyaknya masalah yang menerpa partai pimpinan Anas Urbaningrum. “Itu pernyataan bodoh yang tak ada dasarnya. Saya malah merasa kasihan dengan Ramadhan Pohan. Mungkin karena mereka panik akibat banyaknya masalah, akhirnya malah menyalahkan partai lain,” kata Wiranto saat ditemui wartawan dalam acara bedah buku di Balai Soedjatmoko, Toko Buku Gramedia Solo, Sabtu (3/3). Wiranto pun tegas menampik seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh Ramadhan Pohan. Menurut Wiranto, ada tiga tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pertama, soal rencana melakukan tindakan institusional menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kedua, merekayasa kasus Nazaruddin dengan menempatkan Elza Syarif yang merupakan kader Hanura sebagai pengacara. Ketiga, merasa sakit karena dua kali dikalahkan oleh SBY dalam pemilihan presiden (pilpres). “Kalau pun mau jadi Presiden, saya bisa melakukannya saat 1998. Tapi, saya tetap ikut nyalon dan sesuai prosedur,” kata Wiranto menjawab tuduhan pertama. Untuk tuduhan kedua, Wiranto mengaku Elza Syarif adalah kader Partai Hanura. Namun, ia sama sekali tak memerintahkan agar Elza menjadi pengacara bagi Nazaruddin kemudian melakukan rekayasa dalam persidangan. “Saya tak pernah mencampuri profesinya sebagai pengacara. Itu murni keinginannya sendiri tanpa ada campur tangan dari saya,” tutur Wiranto. Untuk tuduhan ketiga, Wiranto mengaku sama sekali tak sakit hati pada SBY, meski dua kali dikalahkan dalam Pilpres. Sebab, kalah menang dalam sebuah pemilihan adalah hal yang biasa dan harus diterima dengan jiwa besar. Sejauh ini, Wiranto telah menginstruksikan pada seluruh kader Partai Hanura untuk tak terlalu banyak melakukan komentar atas tuduhan itu. Wiranto juga sudah membentuk tim untuk mempelajari pernyataan Ramadhan Pohan guna mengambil sikap selanjutnya. “Masih dipelajari, belum akan memperkarakannya ke ranah hukum. Harusnya Pohan menanyakan langsung ke Ketua Dewan Pembinanya soal saya sebelum berkomentar,” katanya. Isu kenaikan BBM memang direspons negatif oleh sebagian kalangan masyarakat. Sebagian bahkan ada yang sudah melancarkan aksi turun ke jalan meminta SBY-Boediono mundur. Meski begitu, tak sedikit juga kalangan yang mendukung usulan kenaikan BBM ini. Wiranto mempertanyakan balik, apakah tuduhan itu bersifat pribadi atau mewakili partai Demokrat. Tuduhan tersebut, tegasnya, sangat dangkal, emosional dan tendensius menandakan adanya kepanikan yang luar biasa. Sebagai seorang mantan perwira TNI yang sangat jauh dari sifat-sifat semacam itu. Walaupun sudah pensiun namun para mantan masih memiliki jiwa Sapta Marga. Wiranto kemudian meminta Ramadhan Pohan untuk bertanya kepada para mantan Jenderal di Demokrat, termasuk SBY yang lebih mengenal Wiranto ketimbang Ramadhan. (h/naz/sam/berbagai sumber)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 462 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


