Minggu, 19 May 2013
Asal Bayar, Esemka Boleh Diuji Ulang PDF Cetak Surel
Senin, 05 Maret 2012 02:57

JAKARTA, HALUAN — Mobil Esemka tipe Rajawali tetap mendapatkan kesempatan untuk melakukan uji emisi ulang kapan pun di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menjelaskan, mobil Esemka kapan saja boleh melakukan uji coba. Setiap kali uji emisi, kata Bambang, dana yang harus dikeluarkan sebesar Rp 12 juta. “Kapan saja mobil Esemka kalau ingin melakukan uji emisi boleh-boleh saja, enggak ada batasan waktu. Tapi sanggup enggak mereka membayar Rp 12 juta setiap kali uji emisi?” ujar Bambang saat dihubungi Tri­bunnews.com, Minggu (4/3).

Gas buang emisi mobil Esem­ka tipe Rajawali menurut Bam­bang masih cukup tinggi. Pem­buangannya sekitar karbon mono­ksidanya (CO) 11,63 gram/km serta  hidro karbon (HC) dan nitrogen oksida (NOx) sebesar 2,69 gram/km. Untuk mobil baru seperti Esemka yang memakai bahan bakar Pertamax Plus seharusnya mampu membuang CO dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram/km. “Batas emisi yang harus dipenuhi sudah melampaui batas hingga dua kali lipatnya. Hal inilah yang harus diperbaharui oleh tim pembuat mobil Esemka tersebut. Padahal kalau sudah pakai Perta­max Plus, pembakarannya bisa lebih baik,” jelas Bambang.

Bantah Ditekan

Sebelumnya,  Menteri Per­hubungan EE Mangindaan menga­takan, tak lolosnya mobil Esemka Rajawali pada uji emisi tak terkait dengan tekanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.

Mangindaan mengatakan, Kemhub tak ditekan pihak mana pun. “Tidak ada tekanan. Yang penting aturannya. Mau tekanan dari mana pun, kalau aturannya sudah ada, kita tidak bisa (di­tekan),” kata Mangindaan kepada para wartawan .

Menurut standar emisi, mobil baru seharusnya membuang kar­bon dioksida (CO) 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram per km. Namun, tingkat buangan emisi mobil Esemka Rajawali masih cukup tinggi, yaitu CO-nya 11,63 gram per km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram per km.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pemerintah tetap mendukung lahirnya mobil nasio­nal. Kemhub akan membantu agar mobil Esemka Rajawali dapat lolos uji emisi. “Kita masih dukung supaya tidak merusak dan ramah lingkungan, termasuk alat di dalamnya. Jadi, itu bukan harga mati. Kita pasti dukung,” tegasnya. Ia juga mengatakan, saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus membantu mobil Esemka Rajawali dari sisi teknologi. (h/kcm)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: