| Asal Bayar, Esemka Boleh Diuji Ulang |
|
|
|
| Senin, 05 Maret 2012 02:57 | |||
|
JAKARTA, HALUAN — Mobil Esemka tipe Rajawali tetap mendapatkan kesempatan untuk melakukan uji emisi ulang kapan pun di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menjelaskan, mobil Esemka kapan saja boleh melakukan uji coba. Setiap kali uji emisi, kata Bambang, dana yang harus dikeluarkan sebesar Rp 12 juta. “Kapan saja mobil Esemka kalau ingin melakukan uji emisi boleh-boleh saja, enggak ada batasan waktu. Tapi sanggup enggak mereka membayar Rp 12 juta setiap kali uji emisi?” ujar Bambang saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (4/3).Gas buang emisi mobil Esemka tipe Rajawali menurut Bambang masih cukup tinggi. Pembuangannya sekitar karbon monoksidanya (CO) 11,63 gram/km serta hidro karbon (HC) dan nitrogen oksida (NOx) sebesar 2,69 gram/km. Untuk mobil baru seperti Esemka yang memakai bahan bakar Pertamax Plus seharusnya mampu membuang CO dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram/km. “Batas emisi yang harus dipenuhi sudah melampaui batas hingga dua kali lipatnya. Hal inilah yang harus diperbaharui oleh tim pembuat mobil Esemka tersebut. Padahal kalau sudah pakai Pertamax Plus, pembakarannya bisa lebih baik,” jelas Bambang. Bantah Ditekan Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, tak lolosnya mobil Esemka Rajawali pada uji emisi tak terkait dengan tekanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Mangindaan mengatakan, Kemhub tak ditekan pihak mana pun. “Tidak ada tekanan. Yang penting aturannya. Mau tekanan dari mana pun, kalau aturannya sudah ada, kita tidak bisa (ditekan),” kata Mangindaan kepada para wartawan . Menurut standar emisi, mobil baru seharusnya membuang karbon dioksida (CO) 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram per km. Namun, tingkat buangan emisi mobil Esemka Rajawali masih cukup tinggi, yaitu CO-nya 11,63 gram per km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram per km. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pemerintah tetap mendukung lahirnya mobil nasional. Kemhub akan membantu agar mobil Esemka Rajawali dapat lolos uji emisi. “Kita masih dukung supaya tidak merusak dan ramah lingkungan, termasuk alat di dalamnya. Jadi, itu bukan harga mati. Kita pasti dukung,” tegasnya. Ia juga mengatakan, saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus membantu mobil Esemka Rajawali dari sisi teknologi. (h/kcm)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 163 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


