Senin, 20 May 2013
Pemerintah Embargo PSSI PDF Cetak Surel
Rabu, 07 Maret 2012 01:05

JAKARTA, HALUAN —  Setelah presiden ang­kat bicara soal kisruh sepakbola di Indonesia, giliran anak buahnya, Menpora Andi Mallarangeng bersikap.

Untuk sementara waktu, menteri yang identik dengan kumis itu menegaskan peng­hentian sementara dana untuk PSSI.

Hal itu disampaikan Andi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, hari Selasa (6/3) siang. Meski tidak menye­but jumlahnya, tapi pihaknya memutuskan mengembargo subsidi untuk timnas (PSSI). "Pemerintah memutuskan tidak memfasilitasi timnas timnas betul-betul bisa dibentuk dengan putra-putra terbaik bangsa. Macam-macam, termasuk da­lam hal pendanaan. Khusus buat pendanaan timnas, maka kami tidak melakukannya," demikian Andi seperti yang dilaporkan detiksport.

Ia mengatakan, putusan itu sudah dilaporkan kepada presi­den. Menurutnya, hal itu masih dalam kewenangan pemerintah, dan bukan sebuah campur tangan atau intervensi, sebagai­mana tidak dikehendaki oleh FIFA.

"Pemerintah juga punya wewenang dalam arti misalnya timnas. Sebab timnas dibentuk karena abaikan putra-putra terbaik bangsa yang lain.Maka timnas itu bukan timnas yang terbaik, karena dibentuk atas dasar diskriminasi dan atas dasar apapun termasuk dimana itu berasal."

Ditanya sampai kapan "em­bar­go" subsidi itu akan dila­kukan, Andi mengatakan "sam­pai pemerintah bisa diyakinkan oleh PSSI bahwa timnas yang dibentuk adalah timnas yang merepresentasikan betul putra-putra terbaik bangsa".

Andi juga tidak menye­butkan berapa anggaran buat PSSI yang ditahan sementara itu. Namun ia me­nekan­kan bahwa dana tersebut lebih yang terkait pada urusan tim nasio­nal. "Ya bagaimana pemerintah mau men-support timnas kalau hanya berasal atau diambil dari satu klub saja? Pemain terbaik yang ada di klub lain, berkompetisi yang dianggap tidak diakui kemudian tidak digunakan. Hasilnya timnas tidak terbaik dan hasilnya seperti dengan Bahrain itu," tambah Andi.

"Yang kita dorong itu se­benar­nya rekonsiliasi. Kita dorong bagaimana menyelesai­kan semua ini. Yang kami sarankan adalah, dualisme ini diselesaikan. Kalau bisa dile­bur, bagus sekali. Kalau bisa berada di bawah PSSI. PSSI mengakui ISL dan ISL menga­kui PSSI. Dengan begitu yang terbaik dan berasal dari mana­pun tanpa ada diskirimasi suku ras agama asal klub dan lain-lain."

Ditanya apakah pihaknya nanti dibilang melakukan intervensi, Andi mengatakan bahwa upaya-upaya lain tetap dilakukan, salah satunya men­dukung mediasi dengan pihak-pihak terkait. "Bersama Ketum KONI, mediasi jalan terus. Di samping itu ada opsi arbritasi yang ada kewenangan pemerin­tah. Ini yang membentuk berhu­bungan dengan fasilitasi peme­rintah. Sekali lagi, kami tidak melakukan intervensi dan menjadi kewenangan peme­rin­tah,” tukasnya.

Kemarin Presiden SBY seca­ra terbuka mengeluhkan kekis­ru­han yang masih terjadi di dunia sepakbola nasional, yang kendalinya ada di PSSI. "Tidak betul sepakbola kita terus menurun. Tapi saya sangat prihatin dgn kejadian akhir-akhir ini. Ribut, ricuh yang berselsih adalah para pengurus organisasi olahraga sendiri," kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/3).(h/net/mat)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: