Rabu, 22 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Warga Kambang Kecewa PDF Cetak Surel
Minggu, 11 Maret 2012 00:45

KARUNG PASIR PENAHAN OMBAK BERUMUR PENDEK

Korban amukan banjir bandang di Pasir Putih Kambang beberapa waktu lalu kecewa dengan penahan ombak yang dibangun pemerintah. Karung pasir yang dipasang telah hancur.

PAINAN, HALUAN—Warga Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, kecewa pada pemerintah. Pasalnya karung berisi pasir penahan ombak yang baru dibangun Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, sepanjang satu kilometer di kawasan itu tidak berfungsi.

Bahkan Sabtu (10/3), penahan ombak yang terbuat dari tumpukan karung besar berisi pasir tersebut terbenam dan didobrak gelombang pasang. Gelombang pasang telah merusak pemukiman warga

Ketinggian permukaan laut saat gelombang air pasang tiba, membuat penahan ombak terbenam.

“Penahan ombak ternyata tidak dapat berfungsi seba­gaimana mestinya. Rumah kami tetap saja dihondoh gelombang pasang,” kata Jum, (37), warga Pasir Putih Kam­bang kepada Haluan, Sabtu (10/3).

Sementara Anto, (34), warga Pasir Putih lainnya mengaku, ia harus bekerja keras untuk mengamankan rumahnya dari amukan gelom­bang pasang. Disebutkannya, bangunan penahan ombak yang dibuat pemerintah baru baru ini banyak yang terseret dan sebagiannya terbenam akibat kedudukan karung terkikis air laut.

Berdasarkan pantauan Haluan, puluhan rumah di Pasir Putih kembali diterjang gelombang. Rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan hebat. Bahkan pada beberapa titik rumah warga yang rusak akibat abrasi sebanyak dua puluh unit. Rumah warga yang runtuh akibat abrasi adalah rumah milik Syaf, Yeni, Netti, Mak Cik, Ita, Markis, Rumah Makan Takana Juo, Rumah Makan Mutia, rumah Ujang, Anto.

“Ombak besar terjadi semenjak Rabu (7/3) dan berlanjut pada Kamis, Jumat dan Sabtu pagi. Ketinggian ombak tidak seperti biasanya, bahkan beberapa kali ombak memecah didapur,” kata Anto.

Disebutkannya, kerusakan terhebat terjadi pada Sabtu pagi, saat itu ombak sedang dalam keadaan besar. Awala­nya ombak hanya mengikis bagian belakang, yakni pasir di pantai, kemudian setelah itu lenyap barulah terjadi kerusakan bagian belakang rumah.

“Rumah kami awalnya runtuh pada bagian belakang. Kemudian pengikisan terus terjadi. Pondasi bolong dan akhirnya seluruh bagian bela­kang runtuh dan terseret ombak, warga Pasir Putih kini cemas karena rumah tempat untuk tinggal akan ludes,” katanya mengisahkan.

Dikatakannya, air laut dengan cepat mengikis pinggir pantai. Kemudian ombak menghantam rumah kami bagian belakang. Sementara bangunan penahan ombak tidak memberikan dampak untuk mengurangi aktifitas ombak. Semua barang yang ada dalam rumah kami ke­luar­kan dan pindahkan ke­tempat yang aman.

“Kami berharap peme­rintah meninjau ulang pembangunan penahan ombak tersebut,” pintanya.

Wali Nagari Kambang Barat Nurlison menyebutkan, bencana abrasi pantai sudah sering terjadi, namun bencana kali ini menimbulkan dampak sangat besar bagi warga yang bermukim di kawasan Pasir Putih Kambang.

“Menurut data kami, maka terdapat 22 rumah yang me­nga­­lami kerusakan hebat dan sebagiannya runtuh. Rumah yang terkena abrasi tersebut umumnya tidak bisa ditem­pati. Untuk itu, kepada warga diminta tidak memaksakan diri tinggal dirumah tersebut,’’ katanya.

Sementara itu sejumlah kecamatan lainnya juga di hondoh gelombang pasang. Kawasan itu adalah Air Uba Kecamatan Pancung Soal, Muaro Jambu Kecamatan Linggo Sari Baganti  dan Bayang.  Di Luhung, Keca­matan Bayang empat unit rumah hancur diterjang ab­rasi.

Wakil Bupati Pessel, Edi­tiawarman mengatakan, pe­me­rintah segera menurunkan ekskavator untuk me­nga­mankan tebing yang tergerus, selain itu karung diisi pasir sebagi penahan ombak. Se­mentara terkait dengan war­ga, mereka dianggap masih belum membutuhkan bantuan pangan.(h/har)

Comments (1)Add Comment
0
Butuh Penanganan Serius
written by string, Maret 11, 2012
Pemerintah harus tanggap dan serius untuk menanganinya..
Kalau tidak diantisipasi lebih dini akan menimbulkan banyak kerugian...

Write comment

busy