Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| Warga Kambang Kecewa |
|
|
|
| Minggu, 11 Maret 2012 00:45 | |||
|
Korban amukan banjir bandang di Pasir Putih Kambang beberapa waktu lalu kecewa dengan penahan ombak yang dibangun pemerintah. Karung pasir yang dipasang telah hancur. PAINAN, HALUAN—Warga Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, kecewa pada pemerintah. Pasalnya karung berisi pasir penahan ombak yang baru dibangun Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, sepanjang satu kilometer di kawasan itu tidak berfungsi.Bahkan Sabtu (10/3), penahan ombak yang terbuat dari tumpukan karung besar berisi pasir tersebut terbenam dan didobrak gelombang pasang. Gelombang pasang telah merusak pemukiman warga Ketinggian permukaan laut saat gelombang air pasang tiba, membuat penahan ombak terbenam. “Penahan ombak ternyata tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Rumah kami tetap saja dihondoh gelombang pasang,” kata Jum, (37), warga Pasir Putih Kambang kepada Haluan, Sabtu (10/3). Sementara Anto, (34), warga Pasir Putih lainnya mengaku, ia harus bekerja keras untuk mengamankan rumahnya dari amukan gelombang pasang. Disebutkannya, bangunan penahan ombak yang dibuat pemerintah baru baru ini banyak yang terseret dan sebagiannya terbenam akibat kedudukan karung terkikis air laut. Berdasarkan pantauan Haluan, puluhan rumah di Pasir Putih kembali diterjang gelombang. Rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan hebat. Bahkan pada beberapa titik rumah warga yang rusak akibat abrasi sebanyak dua puluh unit. Rumah warga yang runtuh akibat abrasi adalah rumah milik Syaf, Yeni, Netti, Mak Cik, Ita, Markis, Rumah Makan Takana Juo, Rumah Makan Mutia, rumah Ujang, Anto. “Ombak besar terjadi semenjak Rabu (7/3) dan berlanjut pada Kamis, Jumat dan Sabtu pagi. Ketinggian ombak tidak seperti biasanya, bahkan beberapa kali ombak memecah didapur,” kata Anto. Disebutkannya, kerusakan terhebat terjadi pada Sabtu pagi, saat itu ombak sedang dalam keadaan besar. Awalanya ombak hanya mengikis bagian belakang, yakni pasir di pantai, kemudian setelah itu lenyap barulah terjadi kerusakan bagian belakang rumah. “Rumah kami awalnya runtuh pada bagian belakang. Kemudian pengikisan terus terjadi. Pondasi bolong dan akhirnya seluruh bagian belakang runtuh dan terseret ombak, warga Pasir Putih kini cemas karena rumah tempat untuk tinggal akan ludes,” katanya mengisahkan. Dikatakannya, air laut dengan cepat mengikis pinggir pantai. Kemudian ombak menghantam rumah kami bagian belakang. Sementara bangunan penahan ombak tidak memberikan dampak untuk mengurangi aktifitas ombak. Semua barang yang ada dalam rumah kami keluarkan dan pindahkan ketempat yang aman. “Kami berharap pemerintah meninjau ulang pembangunan penahan ombak tersebut,” pintanya. Wali Nagari Kambang Barat Nurlison menyebutkan, bencana abrasi pantai sudah sering terjadi, namun bencana kali ini menimbulkan dampak sangat besar bagi warga yang bermukim di kawasan Pasir Putih Kambang. “Menurut data kami, maka terdapat 22 rumah yang mengalami kerusakan hebat dan sebagiannya runtuh. Rumah yang terkena abrasi tersebut umumnya tidak bisa ditempati. Untuk itu, kepada warga diminta tidak memaksakan diri tinggal dirumah tersebut,’’ katanya. Sementara itu sejumlah kecamatan lainnya juga di hondoh gelombang pasang. Kawasan itu adalah Air Uba Kecamatan Pancung Soal, Muaro Jambu Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Bayang. Di Luhung, Kecamatan Bayang empat unit rumah hancur diterjang abrasi. Wakil Bupati Pessel, Editiawarman mengatakan, pemerintah segera menurunkan ekskavator untuk mengamankan tebing yang tergerus, selain itu karung diisi pasir sebagi penahan ombak. Sementara terkait dengan warga, mereka dianggap masih belum membutuhkan bantuan pangan.(h/har) Comments (1)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


KARUNG PASIR PENAHAN OMBAK BERUMUR PENDEK
Kalau tidak diantisipasi lebih dini akan menimbulkan banyak kerugian...