Senin, 28 Juli 2014
Penimbun BBM Ditangkap PDF Cetak Surel
Rabu, 14 Maret 2012 01:52

BATAM,HALUAN— Kepo­lisian Sektor (Polsek) Sekupang ma­nangkap Mah­yudin, supir mobil Mitsubishi Lite Ace BP 7182 ZN. Dia diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Penangkapan terjadi saat Mahyudin melakukan pengisian BBM di SPBU Daniel Maria Cindy Tiban, Selasa (13/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Selain supir, turut disita mobil yang biasa dipakainya dan enam gerigen premium dengan isi total sekitar 200 liter.

Kapolsek Sekupang Kompol Hanni Hidayat melalui Kanit Reskrim, Iptu Feri Kuswanto mengatakan, pelaku ditangkap saat melakukan pengisian di SPBU. Dari keterangan yang didapat, pelaku hanya sebagai perantara. Di mana, PT Prima Rahmat Abadi sebagai peru­sahaan pelayaran kapal penum­pang dengan nama kapal Speed­boat (SB) Rahmat Jaya dengan line Sekupang - Pulau Buluh yang memakai jasa pelaku untuk membeli premium jika di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Sekilak lagi kosong.

“Semenjak isu kenaikan BBM, maka petugas kita sia­gakan di setiap SPBU se­banyak dua orang, guna mencegah penye­lewengan atau penim­bunan. Seperti yang terjadi sekarang, supir yang ditahan merupakan orang PT Prima Rahmat Abadi. Perusahaan yang bergerak di bagian pelayaran kapal penum­pang tersebut, hanya boleh membeli BBM bersubsidi mak­simal 1.200 liter perharinya,” terang Feri, di Polsek Sekupang, usai penangkapan.

1.200 liter yang didapatkan, terang Feri, sesuai dengan surat rekomendasi Disperindag kota Batam yang dikeluarkan pada tanggal 19 Januari 2012. Yang mana, hanya boleh membeli premiun di SPBU Tiban Centre dan  Daniel Maria Cindy, dengan catatan apabila di APMS Sekilak lagi kosong.

“Namun, supir tersebut pada pagi hari sudah membeli dengan kuota yang sudah ditentukan. Tapi, pada siang harinya, dia kembali lagi untuk mengisi premium dengan enam gerigen, dengan taksi­raan sekitar 200 liter, dengan alasan SB Rahmat Jaya keku­rangan minyak,” terangnya.

Dari sana pelaku ditangkap. Karena sudah menyalahi aturan, namun sampai sekarang tetap dikembangkan. Apakah kapal penumpang yang dimaksud benar kekurangan bahan bakar atau memang sekadar akal-akalan. Mengingat kenaikan BBM yang direncanakan peme­rintah semakin dekat. Jangan sampai terjadi penim­bunan.

Sementara itu, Mahyudin, membenarkan jika ia hanya dipakai jasanya untuk meng­angkut bahan bakar milik perusahaan pelayaran.

“Kalau dilaut minyak lagi kosong, maka pihak perusahaan memakai jasa saya untuk mem­beli minyak di darat. Kita sudah langganan dengan mereka, dan sudah sama-sama tahu. Jadi, saat pembelian kedua, kapal tersebut memang keku­rangan bensin,” terang Mahyudin.

Kalau tidak ada pembelian bensin, ia biasanya memakai mobil cat putih tersebut untuk mengantar anak-anak untuk pergi sekolah. Untuk membeli bensin ini butuh surat rekom­endasi.

“Jika terbukti, maka pelaku akan dikenakan pasal 55 KUHP tentang penyalahgunaan peng­ang­kutan BBM bersubsidi dengan ancaman penjara enam tahun penjara dan denda Rp60 milyar,” tutup Feri. (h/cw56)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: