Selasa, 18 Juni 2013
Menguji Kejujuran Ujian Nasional PDF Cetak Surel
Sabtu, 31 Maret 2012 02:11

Ujian Nasional (UN) sudah di depan mata. Jika UN tahun 2012 berakhir dengan cara-cara yang sama dengan tahun sebelumnya, maka sebuah kegagalan nasional akan hadir di depan mata.

Tahun-tahun sebelumnya UN senantiasa jadi sorotan terutam pada kessahihan hasilnya. Ada saja kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan, baik di tingkat peserta UN maupun oleh pihak penyelenggara UN dan ikut campur tangannya pemerintah daerah.

Maka tak heran kalau Wakil Mendiknas Musliar Kasim berkeliling Indonesia un tuk mengampanyekan UN yang bersih dan jujur.

Tahun-tahun sebelumnya banyak pelaksanaan UN ditengarai menyimpang atau disimpangkan. Mulai dari pembocoran soal sampai pengubahan soal jawaban yang sudah dibuat siswa oleh oknum guru. Sementara itu para Kepala Daerah juga tak kurang perannya dalam menyimpangkan hasil UN itu lantaran bagi mereka hasil UN disangkutpautkan dengan reputasi.

Maka jadilah siswa yang tidak pantas lulus akhirnya lulus dengan nilai tinggi, sedang siswa yang selama ini belajar sungguh-sungguh justru mengalami kemunduran di ajang Ujian Nasional itu.

Selain itu debat yang tak kunjung selesai tentang kompetensi siswa yang hanya diukur dengan lima mata ujian saja sedang pelajaran lain boleh diabaikan. Lantas untuk apa mereka harus menghabiskan waktu sampai tiga tahun belajar mata ajar yang tak diujikan di UN?

Dalam rangka menjadikan UN yang bersih dan jujur itu pula kemarin misalnya di Padang sedikitnya 500 kepala sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK atau sederjat, mengucap ikrar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang jujur dan berprestasi serta pelaksanaan pendidikan anti korupsi di Gubernuran Sumbar.

Selanjutnya para kepala sekolah ini juga menandatangani Pakta Integritas untuk komitmen tersebut yang diawali dengan penandatanganan Pakta Integritas Ujian Nasional (UN) antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dengan seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumbar.

Pakta integritas pelaksanaan UN yang jujur dan berprestasi ini adalah program nasional, diterapkan oleh seluruh provinsi di tanah air. Para guru tidak perlu mengikuti perbuatan curang hanya untuk mengejar nilai ujian yang tinggi. Biarlah menjawab soal ujian dengan penuh kejujuran lalu nilainya rendah.

UN memang menjadi momok menakutkan bagi para siswa-siswa dan juga para guru di sekolah, karena UN  dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan seorang siswa dan kesuksesan guru dalam mendidik siswanya. Namun jika dilihat dari sudut pandang yang lain, terkadang hal ini menjadi tidak adil bagi para siswa dan guru.

Khususnya bagi guru, kegagalan siswa dalam UN selalu ditimpakan kepada mereka. Padahal andil  dan peran orang tua di rumah mendorong anaknya untuk lebih rajin dan serius belajar  justru lebih penting lagi. Hal ini sering luput dari pengamatan. Karena itu penyebab kegagalan siswa dalam ujian sangat kompleks dan banyak hal yang mempengaruhinya.

Untuk menggenjot hasil UN yang memuaskan, lanjut Irwan, banyak cara-cara objektif yang dapat dilakukan, misalnya saja memperbanyak kegiatan Pra UN. Pihak sekolah juga harus melakukan evaluasi hasil ujian yang diperoleh terhadap pelaksanaan ujiannya, dimana titik lemahnya kemudian kelemahan dan kekurangan itu diperbaiki. Selain itu juga dengan menambah jam belajar siswa.  Pemprov Sumbar dengan tegas sudah menyatakan bahwa tidak akan menilai keberhasilan sebuah sekolah dari hasil UN. Kebijakan ini sudah disampaikan kepada seluruh Bupati/Walikota di Sumbar, agar tidak membuat kebijakan atau penilaian terhadap sekolah berdasarkan hasil UN yang diperolehnya.

Jawaban untuk menuju kejujuran UN itu sudah disiapkan dan patut kita dukung serta kita awasi bersama. Pelaksana UN Sumbar tahun pelajaran 2011/2012 ini berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu. Soal ujian setiap provinsi tidak sama, sehingga siswa tidak dapat mempedomani kunci soal dari daerah lain.

Dulu mungkin seorang siswa mengatakan dapat kunci soal ujian untuk siswa dari luar Sumbar  tetapi sekarang tidak bisa lagi dipedomani, karena soalnya beda.

Rencananya hari ini Sabtu (31/3), soal UN itu sudah sampai di Padang di bawah pengawasan dan pengaman pihak berwajib. Kita berharap, UN tahun ini menghasilkan generasi yang jujur, bukan generasi yang curang. ***

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: