Minggu, 31 Agustus 2014
Pentingnya Akte Kelahiran Anak PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 01 April 2012 01:19

Orangtua wajib mencatatkan identitas diri anak sejak dila­hirkan sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap anak. Dibutuhkan kesadaran dari orangtua untuk membuat akta kelahiran anak, selain juga perlu­nya dukungan penuh dari peme­rintah untuk memudahkan bahkan membebaskan biaya pembuatan akta kelahiran anak sebagai bentuk perlindungan negara.

Organisasi nirlaba interna­sional yang fokus pada anak, Plan Indonesia, menyebutkan hanya 40 persen anak-anak di Indo­nesia yang memiliki akta kela­hiran. Artinya, kebanyakan anak Indonesia belum tercatat identi­tas dirinya, yang dengan kata lain anak-anak ini tak memiliki status kewarganegaraan. Men­catatkan, mengratiskan pembu­atan akta kelahiran, melindungi anak, menghargai dan mengakui status anak, penting dilakukan orangtua juga negara sebagai bentuk pemenuhan hak anak atas identitas dirinya melalui pem­buatan akta kelahiran.

“Anak yang tidak memiliki akte kelahiran tidak tercatat dalam kependudukan, tidak punya posisi hukum, tidak punya hak dasar dan tidak punya status kewarganegaraan,” jelas Nono Sumarsono, Program Head Di­rector Plan Indonesia, saat jumpa pers penyampaian Petisi Anak Indonesia di sela peringatan HUT Plan International ke-75, Sabtu (24/3) lalu.

Nono menjelaskan, anak yang tidak memiliki akta kelahiran dihadapkan pada sejumlah risiko. Anak yang tidak tercatat identitas dirinya melalui akta kelahiran, sangat mungkin dipal­sukan identitasnya untuk berba­gai kepentingan. Risiko lainnya, terutama anak-anak di pedesaan yang tak memiliki akta kelahiran menjadi sasaran empuk per­dagangan anak.

Minimnya kesadaran orangtua dan berbagai kesulitan yang dihadapinya dalam proses pem­buatan akta kelahiran menjadi fokus perhatian anak-anak bi­naan Plan dari Grobogan, Ke­bumen, dan Rembang. Sekitar 19 anak-anak daerah ini menyu­sun Petisi Anak Indonesia sebagai bagian peringatan HUT Plan International, mendesak peme­rintah memenuhi hak anak. Tiga isu utama yang digulirkan adalah hak atas pendidikan, perlin­dungan dari kekerasan terhadap anak, dan akta kelahiran.

Nono menjelaskan, selain akte kelahiran orang tua juga harus memperhatikan pendi­dikan karena kalau anak berse­kolah, hal ini akan memini­malisasi risiko akan pernikahan dini, imigrasi, anak bekerja di bawah umur yang dapat memicu berbagai masalah anak lainnya.

Kekerasan terhadap anak juga tak kalah pentingnya untuk segera dihentikan. “Kekerasan terhadap anak di Indonesia dan negara lain, terjadi dalam kelu­arga, sekolah dan masyarakat, Hal ini melekat dan menjadi masalah utama yang harus dilanjuti dengan upaya pence­gahan,” ungkapnya.

Sementara. identitas diri anak terkait dengan status kewarganegaraan.

Petisi Anak Indonesia juga mendorong pemerintah untuk mengakui keberadaan anak, dengan memastikan setiap anak memiliki akte kelahiran sebagai status kewarganegaraannya.(h/dla)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: