| Syarief Cuma Berani ke PKS |
|
|
|
| Kamis, 19 April 2012 02:47 | |||
|
JAKARTA, HALUAN — Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi menyindir Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Syarief Hasan. Aboe menilai Syarief hanya berani kepada PKS. Sikapnya begitu keras ketika PKS berbeda sikap dengan pemerintah, salah satunya mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.Terhadap Partai Golongan Karya (Golkar), Syarief takut. Saat Golkar melalui perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak sejalan dengan koalisi mengenai Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) tersebut diam. “Nah saat Golkar berbeda pendapat saat RUU Pemilu kenapa Pak Syarief diam seribu bahasa, tidak garang seperti ketika pada PKS,” ujarnya seperti dikutip inilah.com, Rabu (18/4). Aboe meminta Syarief untuk menghentikan manuver-manuvernya di Setgab. Jika ingin mengkritik anggota Setgab, maka seluruh anggota bisa dikritik. Syarief jangan mendorong PKS keluar dari koalisi. Yang berhak mengevaluasi PKS adalah Ketua Setgab Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena kontrak koalisi ditandatangani oleh SBY dan PKS. “Kenapa cuma berani berkoar kepada PKS saja. Saya berharap sikap model cari muka tidak terus berlanjut, cukup bekerja saja secara profesional lah,” ungkapnya. Dalam pada itu Partai Demokrat (PD) menyambut baik langkah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang menarik dukungan pengajuan hak interpelasi keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. “Ya saya kira sudah tepat itu karena PKS juga punya menteri di kabinet yang bisa-bisa juga bila kena interpelasi,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, Rabu. Menurutnya, sikap yang diambil PKS ini sudah sangat tepat sebagai partai yang memiliki perwakilan di Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebab jika ingin mempertanyakan kebijakan yang diambil seorang menteri maka bisa melalui forum resmi di komisi saja. “Tidak etis partai pemerintah menanyakan kebijakan para menteri-menterinya, kan bisa memanggil langsung Pak Dahlan Iskan secara internal,” jelasnya. Sutan menilai sikap yang diambil oleh PKS ini tidak terkait sikap untuk memulihkan hubungan PKS di Sekretariat Gabungan (Setgab) khususnya dengan Partai Demokrat. “Saya kira tidak ada kaitannya dengan tarik-menarik hati,” ujarnya. (h/inh)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 161 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


