Minggu, 19 May 2013
Syarief Cuma Berani ke PKS PDF Cetak Surel
Kamis, 19 April 2012 02:47

JAKARTA, HALUAN — Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi menyindir Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Syarief Hasan.

Aboe menilai Syarief hanya berani kepada PKS. Sikapnya begitu keras ketika PKS berbeda sikap dengan pemerintah, salah satunya mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Terhadap Partai Golongan Karya (Golkar), Syarief takut. Saat Golkar melalui perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak sejalan dengan koalisi mengenai Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) tersebut diam.

“Nah saat Golkar berbeda pendapat saat RUU Pemilu kenapa Pak Syarief diam seribu bahasa, tidak garang seperti ketika pada PKS,” ujarnya seperti dikutip inilah.com, Rabu (18/4).

Aboe meminta Syarief untuk menghentikan manuver-ma­nu­vernya di Setgab. Jika ingin mengkritik anggota Setgab, maka seluruh anggota bisa dikritik. Syarief jangan mendorong PKS keluar dari koalisi. Yang berhak mengevaluasi PKS adalah Ketua Setgab Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena kontrak koalisi ditandatangani oleh SBY dan PKS. “Kenapa cuma berani berkoar kepada PKS saja. Saya berharap sikap model cari muka tidak terus berlanjut, cukup bekerja saja secara profesional lah,” ungkapnya.

Dalam pada itu Partai Demo­krat (PD) menyambut baik lang­kah Fraksi Partai Keadilan Sejah­tera (FPKS) yang menarik du­kungan pengajuan hak interpelasi keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. “Ya saya kira sudah tepat itu karena PKS juga punya menteri di kabinet yang bisa-bisa juga bila kena interpelasi,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, Rabu.

Menurutnya, sikap yang di­ambil PKS ini sudah sangat tepat sebagai partai yang memiliki perwakilan di Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebab jika ingin mem­per­tanya­kan kebijakan yang di­ambil seorang menteri maka bisa melalui forum resmi di komisi saja. “Tidak etis partai pemerintah menanyakan kebijakan para men­teri-menterinya, kan bisa me­manggil langsung Pak Dahlan Iskan secara internal,” jelasnya.

Sutan menilai sikap yang diambil oleh PKS ini tidak terkait sikap untuk memulihkan hubungan PKS di Sekretariat Gabungan (Setgab) khususnya dengan Partai Demokrat. “Saya kira tidak ada kaitannya dengan tarik-menarik hati,” ujarnya. (h/inh)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: