Minggu, 21 Desember 2014
Proyek Jalan Tol Ditunda PDF Cetak Surel
Kamis, 19 April 2012 03:01

Proyek pembangunan jalan tol di Sumbar ditunda pelaksanaannya. Pekerjaan baru akan dimulai Oktober mendatang. Total anggaran proyek ini Rp10 triliun.

PADANG, HALUAN — Ren­cana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Padang-Bukittinggi batas Provinsi Riau dipastikan ditunda pel­ak­sanaannya. Semula dijad­walkan mulai dikerjakan Juni mendatang, namun diundur hingga Oktober. Pasalnya, proses kajian analisis menge­nai dampak lingkungannya (amdal) dan studi kelaya­kannya membutuhkan waktu cukup lama.

Gubernur Provinsi Suma­tera Barat Irwan Prayitno kepada Haluan Rabu (18/4), di Padang, mengatakan, ada perubahan jadwal pekerjaan proyek jalan tol. Kajian amdal dan studi kelayakannya me­makan waktu cukup lama sekitar empat bulan, sehingga pekerjaan baru akan dimulai Oktober mendatang.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan besar itu totalnya mencapai Rp10 tri­liun, yang digunakan untuk pembebasan lahan sekitar Rp400 miliar. Namun karena juga diperlukan lahan untuk pembangunan ekonomi kawa­san, maka anggaran yang dibu­tuhkan mencapai Rp800 miliar.

“Pembangunan jalan tol sedikit tertunda dari jadwal kita semula. Namun kita pastikan pekerjaannya dimulai tahun ini juga. Doakan saja,” kata Irwan penuh antusias.

Sementara itu, dari Program Strategis Pemprov Sumbar 2012, disebutkan untuk pekerjaan penyu­sunan detail enginering design (DED), larap, amdal, feasibility study (FS) akan diajukan anggaran pada APBD Perubahan 2012  sebesar Rp35,89 miliar. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-Riau dila­kukan perce­patan yang rencananya dimulai Juni mendatang. PT Jasa Marga sudah turun ke lapangan meninjau lang­sung kondisi jalan yang akan dijadikan tol.

Perkiraan biaya yang dibu­tuhkan untuk perencanaan pem­bangunan jalan tol  mencapai Rp400 miliar, yang rencananya digunakan untuk rapat koordinasi dan konsul­tasi serta penyusunan rencana tata ruang Duku-Sicincin.

Irwan Prayitno usai memimpin rapat lanjutan membahas perce­patan pembangunan jalan tol menyebutkan, untuk pembebasan lahan 4 dan 9 kilometer yang belum bebas pada ruas Padang-Sicincin, perlu ada skedul yang jelas, kapan dimulai dan kapan tuntasnya.  Begitu juga penyusunan DED dan FS lahan tersebut.

Irwan juga mengharapkan, seluruh perencanaan pembangunan jalan tol yang telah berjalan saat ini dapat dituntaskan paling lama 2014 nanti. Karena itu, peraturan daerah (Perda) tentang perusahaan daerah (Perusda) untuk pengelolaan jalan tol paling lambat Oktober 2012 mendatang sudah dapat direa­lisasikan. Sehingga pada November hingga Desember 2012 nanti, dapat diajukan anggaran penyertaan modal melalui APBD Sumbar tahun 2013. Sedangkan anggaran pem­bangunan jalan tol yang dimulai tahun 2012 ini, diharapkan dapat dimasukan dalam Program Legis­lasi Daerah (Prolegda) pada peru­bahan APBD tahun 2012.

Pembebasan Lahan

Untuk tahap pertama jalur Padang-Sicincin, pada tahun 2012 ini dilakukan pembebasan lahan sepanjang 4 kilometer di sekitar Lubuk Alung dan pembebasan lahan sepanjang 9 kilometer Jalan Palapa menuju By Pass.

“Sehingga pada tahun 2013 nanti, melalui Perubahan APBD tahun 2012 dapat dilaksanakan penyusunan DED dan FS untuk jalan sepanjang 9 kilometer terse­but,” terang Irwan. (h/vie)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: