Selasa, 16 September 2014
Mahasiswa Polisikan Greenpeace PDF Cetak Surel
Kamis, 26 April 2012 03:36

JAKARTA, HALUAN — Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, me­laporkan adanya du­ga­an­ penipuan, peng­gelapan dana dan pembohongan publik yang dilakukan Greenpeace ke Mabes Polri.

Koordinator Tim Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani mengatakan, selama ini LSM asing Greenpeace selalu mengklaim dana yang di­mi­likinya adalah sumbangan dari individu yang tersebar di Tanah Air.

Greenpeace juga selalu me­ngklaim memiliki 30 ribu orang donatur. Tiap donatur me­nyum­bang Rp 75.000 per bulan, sehingga Greenpeace menerima sumbangan Rp 2.250.000.000 per bulan atau senilai Rp 27 miliar per tahun. “Anehnya, dalam laporan keuangannya pada 2009 dan 2010 yang dimuat di dua media massa, edisi Kamis (25/10/2011), Greenpeace me­nye­butkan menerima donasi hanya Rp 6.5 miliar pada 2009, dan Rp 10,2 miliar pada 2010. Sisanya ke mana, apakah me­nguap? Wajar jika muncul du­gaan ada penyimpangan dana,” jelas Rudy  seperti dilansir laman inilah.com, Rabu (25/4).

Ketua Badko HMI Ja­bo­tabeka-Banten itu melanjutkan, di laporan keuangan 2009 dan 2010 tersebut, katanya, tidak ada sama sekali tercatat dana donatur sebesar Rp 27 miliar. Keganjilan dalam laporan ke­uangan itu yang memunculkan dugaan kuat adanya pe­nyim­pangan dana yang dikelola Greenpeace. Karenanya, Tim Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing melaporkan dugaan pe­nguapan dana 30 ribu donatur Greenpeace ke Mabes Polri. “Kita desak kepolisian untuk me­nelusuri dugaan penguapan dana yang nilainya mencapai puluhan miliar tersebut. Kita percaya kepolisian sanggup me­ne­lusu­rinya, karena bukti-bukti awal yang kuat,” tegasnya.

Selain itu, tim aliansi juga melaporkan dugaan peng­ge­lapan dana atas masuknya dana dari luar negeri ke Green­peace In­donesia sebesar Rp 31 miliar dan Rp 8,7 miliar. Bukti yang tidak dapat dielakkan itu ter­pampang di situs Greenpeace sendiri. Bahkan, Greenpeace Indonesia juga tercatat meng­antongi dana sumbangan dari Greenpeace S.E.A Foundation sebesar Rp1,2 miliar di tahun 2009 dan Rp1,7 miliar di tahun 2010. “UU No.8 Tahun 1985 Tentang Ormas Bab VII Pasal 13 tegas menyebutkan, LSM asing bisa dibekukan jika ter­bukti menerima dana dari asing tanpa sepengetahuan peme­rintah. Pembekuan itu mengacu pada UU No.8 Tahun 1985 Bab VII Pasal 13,” ka­tanya.

Dengan demikian, Greepeace terbukti telah berupaya me­lakukan pembohongan publik dan melanggar UU No 8 Tahun 1985.Besar harapan kami, pihak kepolisian segera menin­dak­lanjuti laporan ini.

Sebelumnya, Country Re­pre­­sentative Greenpeace Indonesia, Nur Hidayati me­ngatakan, kegiatan riset dan kampanye organisasi peles­tarian lin­g­kungan, Greenpeace di Indonesia dilakukan dengan bantuan sumbangan dari do­natur in­dividu di Tanah Air.

Saat ini tercatat ada 30 ribu rakyat Indonesia yang memilih menjadi donatur individu de­ngan menyisihkan dana Rp75 ribu-Rp400 ribu tiap bulannya bagi kepentingan riset dan kampanye pelestarian ling­kungan.(h/inh)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: