Sabtu, 01 November 2014
BK DPR Harus Usut Video Mesum PDF Cetak Surel
Kamis, 26 April 2012 03:45

ARIA BIMA MEMBANTAH

JAKARTA, HALUAN — He­boh video mesum yang diduga mirip anggota DPR, terus bergulir. Namun sejauh ini, baru Aria Bima yang lang­sung menyampaikan ban­tahannya. Sedangkan Karolin Margret Natasa, hanya mela­lui orang tuanya, Gubernur Kalbar Cornelius.

Ketua Harian Gugus Tugas Pornografi Suryadharma Ali, mendorong Badan Kehor­matan (BK) DPR RI untuk mengusut laporan beredarnya video porno yang diduga diperankan anggota DPR itu. “Bagi anggota DPR ada mekanisme untuk menegakkan disiplin anggota melalui BK yang menjadi institusi formal menjaga integritas DPR RI,” cetus Suryadharma di Kantor Kemenag, Rabu (25/4).

Selaku Ketua Harian lembaga yang menangani isu pornografi, Surya memberi apresiasi pada BK yang melakukan pemeriksaan terhadap individu yang diduga melakukan kegiatan seksual yang divideokan tersebut. “Penting bagi BK untuk mengklarifikasinya dan mendapat perhatian agar kabarnya tak simpang siur,” tegasnya.

Bantahan Aria

Dalam keterangan persnya  di ruang Fraksi PDIP, Lantai 7 Gedung Nusantara I DPR, Rabu (25/4), Aria Bima membantah berhubungan badan dengan perempuan berinisial K. Arya mengaku mengenal K sebagai rekan sesama anggota DPR dari fraksi yang sama. “Saya tegaskan bahwa gambar itu selain tidak menunjukkan bentuk fisik saya, juga saya tidak melakukan aktivitas tersebut,” tegasnya.

Selain itu kata Aria, sudah ada berita yang memuat pengakuan dari pelaku video syur tersebut yang mengatakan bahwa sosok dalam pria tersebut bukanlah AB atau Aria Bima, tetapi diri pembuat video porno tersebut.

Masih kata Aria Bima,  hubu­ngan antara dirinya dan perempuan berinisial K tersebut hanyalah sebatas hubungan perkawanan dalam urusan kinerja DPR dan fraksi. “Tidak ada hubungan yang sifatnya pribadi, apalagi sampai punya anak satu,” tegas Aria Bima.

Penyebaran video porno dan pemberitaan terkait dirinya sebagai pemeran pria dalam video tersebut, kata Aria, bisa merusak persepsi publik terhadap dirinya, partai, dan keluarga.  “Saya tekankan di sini berita tersebut mengarah kepada penyudutan diri saya yang tentunya ini dapat berimplikasi terhadap persoalan hukum,” tegasnya.

Aria Bima mengatakan dirinya akan melaporkan kepada Kapolda Metro Jaya terkait kasus pence­maran nama baik atas dirinya terkait video porno yang pertama kali dimuat oleh situs kilikkitik.net tersebut.

Menurut politisi PDIP ini, situs kilikkitik.net telah menyebarkan informasi yang menyebutkan dirinya sebagai pelaku dalam video terse­but. “Oleh karena itu saya mela­porkan kepada kepolisian tindakan ke­pemilikan situs kiliki­tik.net yang telah mencemarkan nama baik saya sebagai anggota DPR, “ ujarnya.

Aria juga akan melaporkan situs berita IR News.com yang telah menyebarkan berita berjudul “Skan­dal Sex Politisi PDIP Aria Bima”.

Dia juga mempertanyakan motif orang yang disebutkan EGM yang dinilai telah menyudutkannya. Dia juga telah melaporkan EGM ke Polda Metro Jaya.

Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta yang juga Sekjen Parade Nusantara. Aria mem­benarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net . “EGM itu ya dia. Saya tidak tahu apa motifnya seperti itu. Dia memiliki website kilikitik.net juga website sendiri itu EGM. Itu yang saya laporkan ke polisi. Saya masih bisa tidak meneruskan ini kalau benar ada yang mengakui di video itu bukan saya,” kata Aria seperti dilansir detik.com

Aria sendiri merasa tak punya masalah dengan EGM. Dia balik bertanya ada masalah apa si pemilik situs yang kemudian ditutup ini dengan dirinya. “Saya tidak tahu apa tujuan EGM. Saya tak tahu masalah. Apakah punya masalah atau apa. Saingan politik? Saya nggak tahu. Saingan cinta? Hehehe,” katanya.

Motif Politik?

Sedangkan Gubernur Kaliman­tan Barat Cornelis MH,   orang tua Karolin Margret Natasa,   men­du­ga ada motif politik dibalik tuduhan putrinya menjadi pemeran video porno itu. “Kalau saya lihat sih ya karena saya juga terjun di dunia politik, ya memang namanya politik,” katanya saat ditemui di pameran Inacraf, Rabu (25/4).

Cornelis menilai, muatan persai­ngan politik dalam penyebaran video porno tersebut sangat kental. “Sangat kuat, jelas ada (kecu­rigaan),” katanya. Hal ini menurutnya bisa terjadi, untuk menyerang dirinya yang akan menyalonkan diri kembali sebagai Gubernur Kalimantan Barat.

Corenelis telah meminta pen­jelasan langsung kepada  putri­nya Karolin Margret Natasa.

Cornelis mengatakan putrinya telah membantah tuduhan itu.  “Itu enggak benar, itu palsu,” ujar Cornelis mengutip anaknya.

Masih terkait dengan video mesum itu,  Polri akan segera menyelidiki dan mengusutnya. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, penyebaran video porno termasuk dalam kategori kejahatan dunia maya. “Ya bisa, untuk dilakukan penyelidikan apalagi ada pihak-pihak yang dirugikan. Ini kan termasuk dalam kejahatan dunia cyber juga,” ucap­nya. (h/sam/dn/rol)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: