Selasa, 21 May 2013
Anggaran Budidaya Lele Ditingkatkan PDF Cetak Surel
Rabu, 16 May 2012 01:52

Kenaikan anggaran untuk bantuan pengembangan lele ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PARIAMAN, HALUAN — Anggaran budidaya lele dumbo terpal di Kota Pariaman tahun ini meningkat dari tahun lalu. Tahun 2011 hanya sebesar Rp45 juta, kini naik menjadi Rp166 juta.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan Perikanan Kota Pariaman, Irwan kepada Haluan Rabu (9/5) menyebutkan, kenaikan itu dipicu kesungguhan masyarakat untuk mengembangkan usahanya di bidang perikanan darat tersebut.

Naiknya bantuan tersebut, otomatis akan mendongkrak bantuan untuk perkembangan kolam lele di masyarakat. Tahun 2011, hanya 7 unit yang dibantu, tapi tahun 2012 ini, menjadi 16 unit.

Budidaya ikan lele terpal, sebenarnya cara yang praktis bisa dikembangkan masyarakat dalam menambah pendapatan keluarga. Terpal bisa digunakan sampai 4 kali panen.  “Lahan yang dibutuhkankan pun tak harus spesial, bisa memanfaatkan pekarangan rumah,” kata Irwan.

Ia juga menambahkan, kini terdapat lebih dari 25 ribu calon induk lele sangkuriang yang sudah berumur 6 bulan sejak bulan Januari lalu. Dan pada umur delapan bulan itu sudah bisa digunakan sebagai induk. Jadi untuk ke depan, lele Sangkuriang juga dikembangkan ke masyarakat terkait peningkatan ekonomi untuk warga dan sekaligus mencetak lapangan kerja baru.

500 ribu Induk Lele

Catatan Haluan, Balai Benih Ikan (BBI) Kota Pariaman menyediakan 500 ribu calon indukan lele Sangkuriang untuk memenuhi pasokan Pulau Sumatera.  “Bulan Juni 2012 BBI menyediakan 500 ribu calon indukan lele Sangkuriang yang siap dipasarkan ke masyarakat di Sumatera,” kata Kepala BBI Pariaman Fajri di Pariaman.

Untuk saat ini sudah banyak yang memesan indukan lele mulai dari Bukittinggi, Medan, Jambi, dan untuk Provinsi Sumatera Barat sebanyak 1 ton.  Kota Pariaman sebelumnya sudah ditunjuk menjadi daerah pusat persediaan induk untuk komoditas ikan lele di provinsi itu melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan.

Fajri menjelaskan, Kota Pariaman memiliki potensi pembenihan sangat besar untuk komoditas lele Sangkuriang dan sangat strategis dalam pemasaran benih lele karena letaknya mudah menjangkau daerah-daerah, baik di Provinsi Sumbar maupun di luar provinsi.

Lele Sangkuriang Kota Pariaman, katanya, telah memenuhi persyaratan cara pembenihan ikan yang baik dan telah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Untuk mendapatkan sertifikat ini tidak mudah, banyak persyaratan yang harus dipenuhi seperti persyaratan pembenihan, proses produksi, penerapan biosecurity, manajemen personil, dan dokumen dan rekaman,” jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pariaman Yanrileza menyatakan, tahun ini BBI berkon­sentrasi pada pengembangan benih ikan lele.

“Pada tahun ini juga diharapkan BBI Kota Pariaman bisa mandiri dengan dapat menjual bibit ikan kepada petani ikan karena selama ini bibit ikan diberikan gratis, baik melalui peminjaman induk maupun pemberian bibit dengan cuma-cuma,” jelasnya.

Sebagai langkah untuk menunju BBI mandiri tersebut saat ini sudah diajukan Rancangan Peraturan Daerah sehingga penjualan bibit kepada masyarakat memiliki dasar hukum.

Saat ini BBI tidak bisa menjual bibit meski kemampuan BBI untuk mempro­duksinya sudah melebihi kapasitas, tambah­nya.

Kini sudah ada 26 Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang dimiliki masyarakat dengan masing-masing UPR mampu meng­hasilkan bibit lele lebih kurang 200 ribu ekor per bulan. (h/tri/*)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy