Senin, 20 May 2013
5 Kota di Sumbar Berebut Adipura PDF Cetak Surel
Jumat, 18 May 2012 02:41

SUPREMASI HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA

PADANG, HALUAN—Supremasi Piala Adipura, peng­har­gaan Sekolah Adi­wiyata dan Kalpataru kembali dipere­butkan pada peri­ngatan Hari Ling­kungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada 5 Juni men­datang

Dari Sumbar, 5 kota ba­kal bertarung memperebutkan Piala Adipura. Sementara 30 sekolah dari 11 kabupaten/kota bakal bertarung meraih penghargaan Sekolah Adi­wiyata.

Untuk peraih Kalpataru tahun ini, Sumbar mengirim 3 nama. Untuk kategori Pem­bina Lingkungan diusulkan Amran Nur dari Sawahlunto. Kategori Penyelamat Ling­kungan diusulkan Kelompok Kerja ICDP-TNKS Bangun Rejo, Desa Tanjung Gadang, Kabupaten Solok Selatan dan Muhammad Afdal dari Ke­nagarian Pakasai, Kota Paria­man untuk kategori Perintis Lingkungan.

Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan kepada war­tawan Rabu (16/5), di Padang mengatakan, proses penilaian oleh tim penilai dari pusat sudah selesai. Untuk pere­butan Piala Adipura, hanya 5 kota dari Sumbar yang lolos. Masing-masing Kota Paya­kumbuh (kategori kota sedang), Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto (kategori kota kecil).

“Tahun ini ada 5 kota yang lolos untuk perolehan Adipura. Kita berharap dapat membo­yong Adipura lebih dari satu. Sebab tahun lalu hanya Solok yang menjadi paubek hati,” kata Asrizal didampingi Ir Nasaruddin dan Nova.

Diakuinya penilaian Adi­pura dari waktu ke waktu semakin ketat. Seluruh kota lain di tanah air juga berbe­nah menjadi kota berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Peserta Adi­pura dari Sumbar sebenarnya cukup banyak, 13 kota. Namun yang lolos untuk dinilai tahap kedua oleh tim penilai pusat hanya 5 kota. Yang lainnya bergugu­ran karena tidak memenuhi batas nilai teren­dah 71.

Sedangkan untuk perole­han penghargaan Sekolah Adiwiyata, dari 70 sekolah yang ikut ambil bagian, hanya 30 sekolah yang lolos ke tingkat nasional. Terdiri dari 14 SD/MI, 7 SMP/MTs dan 8 SMA/SMK/MAN.

“Tahun ini, 5 kabupaten/kota tidak ikut serta Adi­wiyata, yaitu Kabupaten Lima­puluh Kota, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabu­paten Pasaman Barat, Kabu­paten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung,” terang Dedet, sapaan akrab Asrizal Asnan.

Pengumuman seluruh pe­me­nang biasanya langsung disampaikan kepala negara di istana saat peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tanggal 5 Juni men­datang.

Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Sebenarnya, peluang untuk ikut Sekolah Adiwiyata ter­buka lebar. Tidak ada lagi pembatasan kuota oleh pusat seperti tahun sebelumnya. Seluruh sekolah dapat ambil bagian asalkan memenuhi kriterianya.

Menurut Dedet, program ini menuntut kebijakan seko­lah dibuat berdasarkan ko­mitmen dengan melibatkan seluruh majelis guru dan komite sekolah. Kebijakan itu dibuat secara tertulis dan terimplementasi pada peserta didik dalam bentuk silabus dan rencana pengajaran guru yang bermuatan lingkungan.

Selain itu, sekolah juga harus membangun pola ke­mitraan dengan pihak luar. Kebijakan kepala sekolah tak sebatas pembelajaran tetapi juga dituntut untuk bisa melaksanakan kemitraan dengan stakeholder, yang pada intinya memfasilitasi dan memberikan pengayaan ter­hadap olah pikir warga se­kolah. Terakhir, masalah sarana prasarana sekolah harus digunakan secara mak­simal untuk media pembe­lajaran seperti tanaman obat keluarga (toga), kolam ikan dan taman. Sehingga dengan dukungan sarana prasarana ini pola pembelajaran dapat berjalan lancar.

Adiwiyata sendiri maksud­nya adalah menciptakan sekolah yang peduli dan ber­budaya lingkungan. Sebuah upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup yang di­programkan untuk dunia pendidikan mulai dari SD  sampai SMA/SMK/MAN.

Saat ini Sekolah Adiwiyata di Sumbar paling banyak ditemukan di Kota Padang. Seperti SMP 24 (Adiwiyata Mandiri), SD 10 Sungai Sa­pih, SD 13 Batu Gadang Indarung, SD 03 Alai, MTsN Model, SMP 11 dan SMA 6. Di luar Kota Padang ada SD 13/IV Koto Aur Malintang (Kabupaten Padang Paria­man) dan SMA 2 Lubuk Basung (Kabupaten Agam). (h/vie)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy