Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| 48 Ribu Warga Mentawai Terancam Tsunami |
|
|
|
| Sabtu, 19 May 2012 03:29 | |||
|
PADANG, HALUAN — Sebanyak 48.000 warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, bermukim di kawasan pesisir pantai yang merupakan kawasan rawan bencana tsunami. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Tarminta Sakerebau saat dihubungi dari Padang, Kamis, mengungkapkan, mereka tinggal di 33 desa di 10 kecamatan.“Dari pendataan yang dilakukan, sebanyak 33 desa di Mentawai yang dihuni 9.700 kepala keluarga atau lebih dari 48.000 jiwa berada di zona yang berpotensi tersapu tsunami,” katanya. Wilayah Kepulauan Mentawai terletak di pantai barat Pulau Sumatera, merupakan gugusan pulau-pulau besar dan kecil dengan total 98 pulau terdiri atas empat pulau besar dan 94 pulau kecil. Dilihat dari potensi ancaman bencana alam, Mentawai memiliki potensi yang tinggi baik berupa gempa tektonik, tsunami maupun abrasi pantai, di mana 33 desa di daerah ini terletak di daerah rawan bencana tersebut. Untuk mempersiapkan masyarakat yang sadar bencana, BPBD Kepulauan Mentawai melakukan sosialisasi tentang standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa disertai tsunami di daerah kepulauan tersebut. Hal ini terkait Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 360/37/KL-BPBD/IV-2012 tertanggal 23 April 2012 tentang Siaga Darurat Bencana Alam untuk tujuh daerah di Sumbar yakni Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padangpariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Menindaklanjuti surat edaran itu, BPBD Mentawai masih menyosialisasikan kerawanan daerah Mentawai terkait potensi gempa megathrust yang bisa memicu timbulnya tsunami. “Jangan sampai masyarakat menjadi ketakutan, apalagi salah persepsi dengan status siaga darurat yang ditetapkan gubernur,” ujarnya. Selain itu, BPBD juga melakukan sosialisasi SOP yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa disertai tsunami di daerah kepulauan tersebut. Ia mengaku belum ada pelatihan seperti simulasi mitigasi bencana dan masih merencanakan pendidikan kebencanaan berbasis masyarakat, baik bagi warga maupun pelajar. “Kita juga sedang melakukan pemetaan kembali daerah rawan bencana, serta pembangunan jalur evakuasi,” katanya. Sementara itu, Pemkab Mentawai juga masih kekurangan peralatan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana antara lain berupa sarana komunikasi dan transportasi. “Ini masih kita usulkan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar penanggulangan bencana di Mentawai dapat berjalan optimal,” katanya. (h/*)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 184 Comments (1)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


