Jumat, 24 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
48 Ribu Warga Mentawai Terancam Tsunami PDF Cetak Surel
Sabtu, 19 May 2012 03:29

PADANG, HALUAN — Sebanyak 48.000 warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, bermukim di kawasan pesisir pantai yang merupakan ka­wasan rawan bencana tsunami.

Kepala Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Tarminta Sakerebau saat dihu­bungi dari Padang, Kamis, mengungkapkan, mereka tinggal di 33 desa di 10 kecamatan.

“Dari pendataan yang dilaku­kan, sebanyak 33 desa di Men­tawai yang dihuni 9.700 kepala keluarga atau lebih dari 48.000 jiwa berada di zona yang berpo­tensi tersapu tsunami,” katanya.

Wilayah Kepulauan Menta­wai terletak di pantai barat Pulau Sumatera, merupakan gugusan pulau-pulau besar dan kecil dengan total 98 pulau terdiri atas empat pulau besar dan 94 pulau kecil.

Dilihat dari potensi ancaman bencana alam, Mentawai me­miliki potensi yang tinggi baik berupa gempa tektonik, tsunami maupun abrasi pantai, di mana 33 desa di daerah ini terletak di daerah rawan bencana ter­sebut.

Untuk mempersiapkan ma­sya­rakat yang sadar bencana, BPBD Kepulauan Mentawai melakukan sosialisasi tentang standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa disertai tsunami di daerah kepulauan tersebut.

Hal ini terkait Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 360/37/KL-BPBD/IV-2012 ter­tanggal 23 April 2012 tentang Siaga Darurat Bencana Alam untuk tujuh daerah di Sumbar yakni Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Kepulauan Menta­wai, Pesisir Selatan, Padang­pariaman, Agam, dan Pasaman Barat.

Menindaklanjuti surat edaran itu, BPBD Mentawai masih menyosialisasikan kerawanan daerah Mentawai terkait potensi gempa megathrust yang bisa memicu timbulnya tsunami.

“Jangan sampai masyarakat menjadi ketakutan, apalagi salah persepsi dengan status siaga darurat yang ditetapkan guber­nur,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga mela­kukan sosialisasi SOP yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa disertai tsunami di daerah kepulauan tersebut.

Ia mengaku belum ada pela­tihan seperti simulasi mitigasi bencana dan masih meren­canakan pendidikan kebencanaan berbasis masyarakat, baik bagi warga maupun pelajar.

“Kita juga sedang melakukan pemetaan kembali daerah rawan bencana, serta pembangunan jalur evakuasi,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Men­tawai juga masih kekurangan peralatan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana antara lain berupa sarana komunikasi dan transportasi.

“Ini masih kita usulkan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar penanggulangan bencana di Mentawai dapat berjalan optimal,” katanya. (h/*)

Comments (1)Add Comment
0
...
written by string, Mei 24, 2012
trims pejabat2 terkait kesiapan tanggap bencana smg pempus sgr memffalitsi alat2 yg dibutuhkan demi keselamatan sdr2 kt di kep mentawai

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: