| Konversi Minyak Tanah ke Gas Segera Dimulai |
|
|
|
| Sabtu, 19 May 2012 03:40 | |||
|
PADANG, HALUAN — Setelah cukup lama menanti, akhirnya kabar baik itu datang juga. Masyarakat Sumbar yang masih menggunakan minyak tanah atau kayu bakar saat memasak, segera dapat beralih ke gas elpiji. Pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tabung gas ukuran 3 kg itu pada APBN Perubahan 2012.Sementara itu, gas elpiji ukuran 12 kg yang kini banyak digunakan masyarakat semakin sulit diperoleh. Kalau pun ada, harga jualnya pun melambung, mencapai Rp95.000/tabung. Padahal harga resmi dari dealer biasanya hanya Rp77.000 /tabung. Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Wardarusmen kepada Haluan Jumat (18/5), di Padang menjelaskan, konversi minyak tanah ke gas di wilayah Sumbar dapat dipastikan akan dimulai dalam waktu dekat ini setelah adanya kepastian alokasi anggarannya dalam APBN Perubahan 2012. Namun berapa jumlah penerima manfaat konversi ke gas, belum bisa disebutkan karena besarnya anggaran yang dialokasikan juga belum diketahui. “Kementerian ESDM sudah memastikan pengesahan anggaran untuk konversi minyak tanah ke gas di Sumbar. Tetapi Daftar Penggunaan Anggaran (DPA)nya belum keluar. Kita tengah menunggu DPA,” terang Wardarusmen. Kabid Ketenagalistrikan dan Migas Dinas Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Herry Martinus yang dihubungi terpisah menyebutkan, untuk menentukan jumlah penerima konversi ini akan dilakukan pendataan ulang oleh seluruh kabupaten/kota. Dulu memang sudah ada datanya dengan jumlah usulan penerima konversi mencapai pernah 971.000 KK. Tetapi kemudian karena keterbatasan anggarannya, Pertamina menyetujui sekitar 771.000 KK saja. Namun berdasarkan kriterianya, penerima konversi minyak tanah dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu yang sampai saat ini masih menggunakan minyak tanah dan kayu bakar. Berdasarkan data BPS 2011, kategori masyarakat kurang mampu itu sekitar 430.000 KK. “Kita akan minta pemko/pemkab melakukan pendataan lagi secara kongkrit, berapa betul banyaknya penerima konversi minyak tanah ke gas. Saat ini sedang kita susun surat gubernur untuk bupati/walikota tentang pendataan ini,” terang Herry. Pihaknya mengharapkan, masyarakat dapat berlaku jujur saat dilakukan pendataan, agar mereka yang didata adalah mereka yang benar-benar selama ini masih menggunakan minyak tanah dan kayu bakar. Sebab banyak ditemukan, ketika menerima bantuan masyarakat tak segan-segan mengaku miskin dan mengaku masih menggunakan kompor minyak tanah. Akhirnya, dari hasil pendataan itu jumlah penerima bantuan ini membengkak jumlahnya. Padahal bila merujuk hasil pendataan BPS, kelompok masyarakat miskin itu hanya sekitar 430.000 KK. “Pendataan ditargetkan sudah dapat dimulai awal bulan depan. Sehingga ketika DPA keluar, segera bantuan kompor dan tabung gas 3 kg dapat didistribusikan kepada masyarakat. Karena tabung dan kompornya sudah dipesan, hanya anggarannya saja yang belum ada,” katanya. (h/vie)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 336 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


