| Kecerdasan Anak Bermula dari Meja Makan |
|
|
|
| Ditulis oleh Teguh |
| Minggu, 27 May 2012 00:33 |
|
Bagi bayi 6 bulan yang baru mengenal makanan padat, ada sederet keterampilan yang harus ia kuasai dan dilatih terus menerus. Keterampilan tersebut antara lain keterampilan makan, merupakan hasil dari serangkaian penguasaan dan kontrol terhadap anggota tubuhnya, untuk digerakkan dengan sadar, sesuai keinginan atau kehendaknya. Melalui kegiatan mengisi perut yang dilakukan rutin setiap hari, anak sebetulnya juga melatih keterampilan yang sudah dimiliki, sekaligus mengembangkan keterampilan-keterampilan baru. Pada bayi dan anak usia balita, sekitar 70% dari waktu bangun mereka digunakan untuk melakukan kegiatan makan. Selama kegiatan ini, akan terjadi interaksi antara anak dengan orang yang membantunya dalam mengurus berbagai kebutuhan hidupnya sehari-hari, terutama ayah dan bundanya. Tapi, kapan kita dapat memanfaatkan kegiatan makan sebagai ajang belajar bagi si kecil? Di sinilah dibutuhkan kejelian orangtua untuk mengamati saat-saat di mana anak menunjukkan perhatian penuh terhadap kegiatan makan. Minat belajar makan bayi biasanya dimulai saat ia berusaha memegang makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya. Itulah momen atau kesempatan emas! Biarkan anak bereksplorasi dengan makanannya. Biarkan dia memegang dan meremas-remas bubur atau biskuitnya atau , apa pun yang ingin dilakukannya terhadap makanannya. Menentukan apa yang mau dimakan menunjukkan kemandirian anak. Namun peningkatan kemandirian anak perlu disikapi dengan tepat dan bijak. Pemikiran ini baik terutama bila dalam rangka pengembangan kemandirian dan sikap asertif serta membangun rasa percaya diri anak. Tapi hati-hati, orangtua juga bisa mengondisikan anak menjadi pemilih makanan (picky eater) bila setiap saat Orangtua menuruti keinginan anak makan makanan yang itu-itu saja. Dalam menentukan sendiri makanannya, mungkin orangtua tak selalu dapat memenuhinya, karena menu makan di rumah berbeda setiap hari. Tak apa, anak juga harus tahu variasi makanan dan orangtua ingin balita makan dengan tepat. Orangtua harus pintar menyiasati sambil terus mengembangkan kemandirian anak dalam memilih makanannya. Siapkan beberapa makanan yang bisa anak pilih. Misalnya mi goreng yang dilengkapi sayur dan protein, beberapa lauk lain dan olahan sayur lain. Saat anak memilih mi goreng, Orangtua sudah memberikan kelengkapan gizi karena terdiri dari karbohidrat, lemak, serat dari sayur dan protein dari telur atau bakso ikan. (h/dla)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 277 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


Dari sepiring nasi yang dimakannya, bayi bisa belajar banyak hal yang mencerdaskan.
