Sabtu, 25 May 2013
Kemewahan Minimalis dengan Nuansa Batu Alam PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 03 Juni 2012 01:39

TREN RUMAH MINIMALIS

Tren rumah minimalis ternyata tidak hanya identik dengan warna cat sofa tau warna lebut saja, namun juga identik dihiasi de­ngan pemakaian batu alam.

Batu hasil kreatifitas pengrajin batu alam ini mem­bawa kemewahan, meskipun konsep rumah minimalis dengan ukuran bangunan kecil.

Sebenarnya, penggunaan batu alam sudah cukup lama hadir di bidang propertif. Umumnya batu alam di­per­gunakan di rumah-rumah mewah berukuran besar, ka­rena batu alam dengan harga yang cukup mahal di­per­guna­kan untuk sebidang ruangan.

Namun sekarang dengan konsep tren minimalis, batu alam tidak lagi dipasang menutupi bidang ruangan, akan tetapi hanya sebaris dalam bentuk garisan saja, sesuai model rumah minimalis. Pemilihan batu model alam­nya pun harus sesuai, sehingga hasilnya enak dipandang.

Agar kesan batu alam tepat dengan model rumah anda, sebaiknya pelajari dulu berbagai jenis dan karakter pada desain rumah anda. Kemudian selaraskan dengan gaya desain bangunan. Karena batu alam dapat memberi kesan akrab, hangat, dan tidak kaku.

Memakai batu alam me­mang bisa memberikan kesan dingin. Karena itu, semua batu alam dapat disesuaikan dgn gaya rumah apapun, baik modern minimalis, atau ru­mah klasik. batu alam yang berwarna-warni mulai dari merah, putih, kuning, hingga hijau, dapat membedakan karakteristik sebuah gaya rumah.

Nah, agar batu alam tampil cantik dibutuhkan cara khusus seperti pola pemasangan, finishing batu alam, proses pemasangan yang baik, serta perawatan secara rutin. Selain itu, juga diperlukan berbagai macam solusi tuk mengatasi ma­salah yang biasa terjadi pada batu alam, baik yang dipasang di eksterior maupun interior.

Pola pemasangan batu alam pun amat beragam. Namun, tidak semua batu alam dapat dipasang dengan pola yang sama. Hal ini disebabkan oleh sifat fisik dan tekstur batu alam yang berbeda-beda. Mulai dari berbagai macam bentuk finishing hingga mozaik batu alam yang eksotis.

Finishing batu alam sa­ngat beragam. Mulai di­buat dengan mesin bubut, ada yang ditapah, carving, ada yang diiris dengan cuting mesin.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam meng­aplikasikan batu alam ada­lah perawatannya. Sebab seringkali rentan lumut dan airnya pun membawa lumut, makanya harus ada pelapis (coating) yang disesuaikan batu alamnya. Kalau batu limestone minimal enam bulan sekali dicoating ulang, sementara jenis marbel dapat bertahan hingga se­tahun sekali. (h/*)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: