Selasa, 21 May 2013
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 20 Juli PDF Cetak Surel
Jumat, 08 Juni 2012 03:06

Muhammadiyah tetapkan 20 Juli awal puasa. Besar kemungkinan terjadi perbedaan antara Pemerintah dengan Muhammadiyah. Biasanya perbedaan klasik terjadi dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal.

PADANG, HALUAN — Ken­dati pemerintah belum me­ngu­mumkan secara resmi menetapkan masuknya 1 Ramadan 1433 Hijriah seba­gai awal dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam, jauh-jauh hari Muhammadiyah telah menetapkan 20 Juli meru­pakan jatuhnya awal 1 Ra­madan 1433 H.

Wakil Pimpinan Wilayah Muham­madiyah Provinsi Suma­tera Barat Bidang Hisab, Bahktiar, kepada Haluan, Kamis (7/6) menga­takan, PP Muhammadiyah telah mene­tapkan 20 Juli 2012 awal masuknya 1 Ra­ma­dan. Hal ini berda­sarkan metode penetapan hisab yang menunjukkan Matahari telah terbenam terlebih dahulu dari pada 29 Sya’ban.

“Tidak seperti biasa, tahun ini diprediksi terjadi perbedaan dalam me­nen­tukan awal 1 Ra­madan. Biasa­nya Muhammadiyah dan pemerintah berbeda dalam menentukan  1 Syawal atau Lebaran. Namun sebaliknya, pada tahun ini akan terjadi perbedaan pada masuk 1 Ramadan. Sementara dalam penen­tuan 1 Syawal kemungkinan akan sama,” kata Bahktiar.

Ia menjelaskan, perbedaan tersebut akan terjadi karena cara menentukan masuknya 1 Ramadan, Muhammadiyah menggunakan hisab. Sementara pemerintah menggunakan motode rhukyat. Saat Matahari tenggelam, ketinggian hilal hanya 1.3°.  Bagi Muham­madiyah, ini sudah memenuhi kriteria wujudul hilalnya. Sedangkan bagi pemerintah tetap merujuk imkanur rukyat di atas 2°.

Dikatakannya, sementara untuk merukhiyat pada  29  Sya’ban tidak dimungkinkan. Karena ketinggian hilal baru 1.3°. Sementara peme­rintah baru akan mengklaim berhasil melihat hilal pada tanggal 19 Juli setelah sidang itsbat. Oleh sebab itu, Muhammadiyah akan berbeda memulai 1 Ramadan dengan pemerintah.

“Muhammadiyah akan memulai puasa tanggal 20 juli 2012. Sedang­kan memulai salat taraweh tanggal 19 Juli,” katanya.

Sementara itu dalam menen­tukan 1 Syawal 1433 H pada tanggal 19 Agustus 2012 peme­rintah dan Muhammadiyah akan bersama-sama. Ini disebabkan bulan baru terjadi setelah lewat Maghrib hampir pukul 23: 00 WIB tanggal 17 Agustus, sehingga tanggal 18 Agustus bulan sudah sangat besar untuk dirukhyat hilal berada di kisaran ketinggian 6.8° ketika Matahari tenggelam.

Bahktiar menambahkan,  Pimpi­nan Wilayah Muhammadiyah Sum­bar secara resmi akan meluncurkan Imsakiyah Ramadan 1433 H di ge­dung Dakwah Muham­madiyah Su­m­bar Jalan Sawahan No. 22 Pa­dang, 16 Juli 2012. Imsakiyah be­sar sepanjang 4X6 meter akan di pa­jang pada  dua tempat yaitu di Ge­dung Dakwah Muhammadiyah dan Mas­jid Muhammadiyah Kota Pa­dang.

Launching Imsakiyah ini untuk menjadi acuan pelaksanaan ibadah Ramadan. Tidak hanya penetapan 1 Ramadan yang jatuh pada tanggal 20 Juli saja, juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 19 Agustus 2011,” kata Bahktiar.

Selain itu, Bahktiar juga me­ngim­bau masyakat tidak mem­persoalkan perbedaan yang terjadi. Tetapi juga mengambil hikmah dari perbedaan tersebut. Hal tersebut juga terjadi karena perbedaan metode yang digunakan. Dia juga mengajak warga masya­rakat agar mengisi Ramadan nanti dengan melakukan amal ibadah sebanyak mungkin.

Sementara itu, ketua persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar H Boy Les­tari mengatakan, untuk menen­tu­kan 1 Ramadan dan 1 Syawal, me­reka tetap berpedoman kepada pe­merintah. Ia berpendapat, terja­dinya perbedaan tidak bisa dielak­kan karena cara yang ditem­puh oleh pe­me­rintah dan Muham­madiyah berbeda.

“Tidak perlu mempersoalkan perbedaan. Karena, masing-masing metode sudah memiliki dasar yang kuat. Sekarang tinggal bagaimana kita berpedoman terhadap apa keyakinan sudah kita pegang,” katanya. (h/yat)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy