Jumat, 24 May 2013
Masyarakat Alahan Panjang Tolak Tambang Bijih Besi PDF Cetak Surel
Sabtu, 09 Juni 2012 03:10

KHAWATIR CEMARKAN SUMBER AIR

PADANG, HALUAN — Ma­sya­rakat Alahan Panjang Ka­bupaten Solok mendatangi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar, Kamis (7/6) untuk mengadukan kebe­radaan tambang bijih besi yang dikelola oleh PT Buana Alam Jaya di kaki Gunung Talang, Keca­matan Danau Kembar, Kena­garian Air Ba­tum­buk Simpang Tanjung Nan IV, Kabupaten Solok. Dikha­watirkan aktivitas tam­bang tersebut akan mengan­cam sumber air yang menga­liri 4 kecamatan di sekitar Gunung Talang.

Zulwirman (50), salah seorang warga Alahan Panjang yang datang ke kantor Walhi, menyebutkan PT Buana Alam Jaya sebelum mengelola tam­bang tidak ada melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan langsung mela­kukan eksplorasi.

“Kita tahu ada aktivitas tambang setelah ada pekerja yang melakukan eksplorasi dan penelitian hasil tambang di lokasi. Sebelumnya masyarakat tidak pernah diberitahu. Bahkan tanah lokasi tambang itu belum disetujui masyarakat sekitar, termasuk ninik mamak,” kata Zulwirman kepada Haluan saat berada di Kantor Walhi Sumbar, Kamis (7/6).

Ia menjelaskan, pihak kon­traktor hanya mengantongi izin dari pemerintah dan yang punya tanah saja, tetapi persetujuan dari masyarakat sekitar dan ninik mamak sekitar lokasi tidak ada.

Selain itu, lokasi tambang yang sangat berdekatan dengan Danau Talang ditakutkan akan mencemari air danau yang menjadi sumber utama air yang mengalir ke sungai-sungai di 4 kecamatan yang menge­lilingi Gunung Talang.

“Alasan kita menolak adanya aktivitas tambang tersebut, dika­renakan lokasi tambangnya sangat berdekatan dengan Danau Talang. Kita takut air di Danau Talang tersebut tercemar dan bocor sehing­ga mengancam sumber air bagi kebutuhan masyarakat dan perta­nian di 4 kecamatan sekitar Gu­nung Talang. Jika pertambangan tetap dilakukan, ribuan hektare sawah dan kesehatan masyarakat di sekitar Gunung Talang akan terancam,” terang Zulmirwan.

Sementara itu Koordinator Advokasi dan Kampanye Ling­kungan Hidup Walhi Sumbar, Desriko mengatakan, pembukaan tambang yang ditakutkan oleh masyarakat di Alahan Panjang memang sangat beralasan. Apalagi tambang yang akan dibuka sangat berdekatan dengan sumber utama air yang menghidupi ribuan jiwa masyarakat di sekeliling Gunung Talang.

“Masyarakat menolak bukan hanya tidak disosialisasikan oleh PT Buana Alam Jaya, namun lebih dikarenakan dampak besar yang diakibatkan oleh tambang tersebut,” kata Desriko.

Menanggapi pengaduan masya­rakat Alahan Panjang ini, Walhi Sumbar akan menyampaikan surat permohonan pencabutan izin tam­bang kepada Dinas Pertambangan Kabupaten Solok.

“Apa yang ditakutkan oleh masyarakat Alahan Panjang me­mang wajar. Yang ditakutkan adalah dampak alam dan ling­kungannya. Selain itu, emosi yang berkecamuk di tengah masyarakat juga akan berpotensi kerusuhan antara masyarakat dengan kar­yawan tambang PT Buana Alam Jaya,” tutur Desriko. (h/ang)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy