| Masyarakat Alahan Panjang Tolak Tambang Bijih Besi |
|
|
|
| Sabtu, 09 Juni 2012 03:10 | |||
|
KHAWATIR CEMARKAN SUMBER AIR PADANG, HALUAN — Masyarakat Alahan Panjang Kabupaten Solok mendatangi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar, Kamis (7/6) untuk mengadukan keberadaan tambang bijih besi yang dikelola oleh PT Buana Alam Jaya di kaki Gunung Talang, Kecamatan Danau Kembar, Kenagarian Air Batumbuk Simpang Tanjung Nan IV, Kabupaten Solok. Dikhawatirkan aktivitas tambang tersebut akan mengancam sumber air yang mengaliri 4 kecamatan di sekitar Gunung Talang.Zulwirman (50), salah seorang warga Alahan Panjang yang datang ke kantor Walhi, menyebutkan PT Buana Alam Jaya sebelum mengelola tambang tidak ada melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan langsung melakukan eksplorasi. “Kita tahu ada aktivitas tambang setelah ada pekerja yang melakukan eksplorasi dan penelitian hasil tambang di lokasi. Sebelumnya masyarakat tidak pernah diberitahu. Bahkan tanah lokasi tambang itu belum disetujui masyarakat sekitar, termasuk ninik mamak,” kata Zulwirman kepada Haluan saat berada di Kantor Walhi Sumbar, Kamis (7/6). Ia menjelaskan, pihak kontraktor hanya mengantongi izin dari pemerintah dan yang punya tanah saja, tetapi persetujuan dari masyarakat sekitar dan ninik mamak sekitar lokasi tidak ada. Selain itu, lokasi tambang yang sangat berdekatan dengan Danau Talang ditakutkan akan mencemari air danau yang menjadi sumber utama air yang mengalir ke sungai-sungai di 4 kecamatan yang mengelilingi Gunung Talang. “Alasan kita menolak adanya aktivitas tambang tersebut, dikarenakan lokasi tambangnya sangat berdekatan dengan Danau Talang. Kita takut air di Danau Talang tersebut tercemar dan bocor sehingga mengancam sumber air bagi kebutuhan masyarakat dan pertanian di 4 kecamatan sekitar Gunung Talang. Jika pertambangan tetap dilakukan, ribuan hektare sawah dan kesehatan masyarakat di sekitar Gunung Talang akan terancam,” terang Zulmirwan. Sementara itu Koordinator Advokasi dan Kampanye Lingkungan Hidup Walhi Sumbar, Desriko mengatakan, pembukaan tambang yang ditakutkan oleh masyarakat di Alahan Panjang memang sangat beralasan. Apalagi tambang yang akan dibuka sangat berdekatan dengan sumber utama air yang menghidupi ribuan jiwa masyarakat di sekeliling Gunung Talang. “Masyarakat menolak bukan hanya tidak disosialisasikan oleh PT Buana Alam Jaya, namun lebih dikarenakan dampak besar yang diakibatkan oleh tambang tersebut,” kata Desriko. Menanggapi pengaduan masyarakat Alahan Panjang ini, Walhi Sumbar akan menyampaikan surat permohonan pencabutan izin tambang kepada Dinas Pertambangan Kabupaten Solok. “Apa yang ditakutkan oleh masyarakat Alahan Panjang memang wajar. Yang ditakutkan adalah dampak alam dan lingkungannya. Selain itu, emosi yang berkecamuk di tengah masyarakat juga akan berpotensi kerusuhan antara masyarakat dengan karyawan tambang PT Buana Alam Jaya,” tutur Desriko. (h/ang)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 364 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


