Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| Lima Jam Penuh Kenangan |
|
|
|
| Ditulis oleh Teguh |
| Senin, 11 Juni 2012 02:42 |
Lima jam, jalan Padang-Painan ditutup, karena ada helat akbar. Dari pukul 10.00 WIB-15.00 WIB, Sabtu (9/6). Lima jam itu akhirnya terasa manis buat Pesisir Selatan. Dan lima jam itu telah mengobati dahaga warga daerah pantai itu terhadap hadirnya sebuah iven besar dan bertaraf internasional. Sebagai tuan rumah TdS (Tour de Singkarak) tahun 2012, Pesisir Selatan mendulang sukses besar. Sukses pelaksanaan dan sukses perhatian masyarakat.
Jalanan sepanjang 47 kilometer dari tapal batas Padang ke Painan disterilkan panitia mulai dari pukul 10.00 WIB-15.00 WIB. Kendaraan tidak diperkenankan melintas. Selama itu jalanan lengang, “bak nagari disungkuik garudo”. Petugas dan panitia TdS kembali melakukan peninjauan ulang jalur yang akan dilalui peserta TdS itu, menjelang peserta star dari Pariaman. Jangankan sapi, ayam saja tidak boleh dilepas dan melintas pada lintasan “bersejarah” itu. Tidak terbantahkan, TdS stage 6 telah berhasil menyedot perhatian warga Pesisir Selatan pada Sabtu (9/6). Ini sungguh di luar dugaan. Dari Siguntur sampai ke Painan, warga memenuhi pekarangan dan pinggir jalan. Ingin menjadi saksi orang orang hebat penggenjot sepeda tingkat dunia melewati kampung halamannya. Di Pasar Siguntur Muda dan kawasan sekitarnya, manusia menyemut, tapi sangat tertib dan berdebar-debar. Berdebar karena di antara orang asing yang ikut kompetisi juga ada anak Pesisir Selatan yang ikut serta. Apakah wakil Sumbar, wakil Indonesia itu masih “bertahan” atau tidak, setidaknya itu yang terbetik di pikiran mereka. Di lokasi penyambutan, semuanya dikemas serba menarik. Setelah pembalab melewati garis finish, maka 100 siswa/i SMP 1 Painan tampil menyuguhkan tarian kampung bernama rantak kudo. Tarian tradisional yang telah mengalami sedikit modernisasi itu, mampu menghipnotis pengunjung. Tarian diiringi hentakan gendang tasa. Sepuluh penabuh gendang tasa tampil agresif dan tampak “liar” namun penampilannya diterima semua orang. Musik unik tapi sangat universal. Ini merupakan tarian kolosal pertama yang ditampilkan untuk menyambut tamu di Pesisir Selatan. Setelah naik podium, peserta TdS juga dijamu dengan makanan khas Eropa. Terobati kerinduan peserta yang terbiasa makanan berkabohidrat rendah. Untuk soal makan, Pesisir Selatan sengaja mengundang tukang masak dari Prancis. Catatan Buat Festival Langkisau Lima jam di Pessel hari Sabtu itu kemudian menjadi kenangan yang teramat manis. Tidak ada kegiatan yang diselenggarakan di daerah ini yang mampu menyedot perhatian demikian besar. Bahkan saat Prsiden SBY melintasi daerah itu tahun 2007 silam tidak mampu menyedot perhatian sedemikian besar. TdS punya magnet tersendiri. Entah karena ia baru di Pessel, entah pula disebabkan rakyat Pessel haus hiburan. Buat iven lokal semisal Festival Langkisau (FL), pemerintah perlu mencontoh teknik dan tahapan persiapan dan pelaksanaan TdS. TdS semenjak perencanaan, pelaksanaan dan selesai difasilitasi seorang konsultan dari Prancis. Perencanaannya tidak asal jadi dan murahan. So bisa dipastikan, agenda tahunan itu bisa layak diselenggarakan. Rupanya ada standarisasi iven sekelas TdS bisa dilaksanakan. Mulai dari standar peserta, akomodasi, pengamanan, lintasan hingga soal kampanye TdS. Lantas FL bagaimana? Fl masih jauh dari itu. Pessel sekali lagi perlu belajar dari agenda paling bersejarah bernama TdS. (Laporan: Haridman Kambang)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 442 Comments (1)
![]() written by string, Juni 11, 2012
Dek iyo lisensi nyo dari urang bule, jadi bialah dinamokan Tour de Singkarak. Tapi dek nak mengana awak samo awak, baa nyo kalau awak maagiah namo jo caro awak pulo: RAUN SABALIK SINGKARAK. Jadi, untuak urang lua dipakai namo Tour de Singkarak, untuak awak samo awak, dipakai namo RAUN SABALIK SINGKARAK. Nak ado pulo warisan untuak anak cucu kito nanti... Wassalam.
Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


Lima jam, jalan Padang-Painan ditutup, karena ada helat akbar. Dari pukul 10.00 WIB-15.00 WIB, Sabtu (9/6). Lima jam itu akhirnya terasa manis buat Pesisir Selatan. Dan lima jam itu telah mengobati dahaga warga daerah pantai itu terhadap hadirnya sebuah iven besar dan bertaraf internasional. Sebagai tuan rumah TdS (Tour de Singkarak) tahun 2012, Pesisir Selatan mendulang sukses besar. Sukses pelaksanaan dan sukses perhatian masyarakat.

