Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| Petani Budidaya Ikan Lele Mengeluh |
|
|
|
| Senin, 11 Juni 2012 03:06 | |||
|
PADANG, HALUAN —Petani budidaya ikan lele mengeluh. Pasalnya harga pakan lele tidak sebanding dengan harga jualnya. Harga pakan yang semula hanya Rp320 ribu per karung, dalam dua bulan terakhir naik mencapai Rp335 ribu. Pada bulan Mei 2012 lalu, harga pakan naik Rp10 ribu, dan pada bulan Juni 2012, naik lagi sebesar Rp5 ribu.Modal satu kilo ikan lele, dari kecil sampai bisa di panen mencapi Rp10 ribu. Untuk harga jualnya, pada saat ini hanya Rp11 ribu perkilo. Artinya, keuntungan dalam satu kilo ikan lele hanya Rp1.000. Itu belum dihitung dengan biaya perawatan harian. Hal itu diakui seorang warga RT08 RW02 Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, yang sudah 11 tahun berprofesi sebagai petani budidaya ikan lele Edi Rismanto (35). Kondisi itu membuatnya kesulitan, untuk mengembangkan ikan lele yang dibudidayakannya tersebut. Ia beralasan, karena tingginya harga pakan ikan lele, sedangkan harga jualnya jauh menurun. “Saat ini, harga pangan jauh melonjak naik. Sedangkan harga jual ikan jauh turun. Jujur saya sangat kesulitan dengan kondisi tersebut. Kalau sebelumnya ikan diberikan makan tiga kali dalam sehari, sekarang ikan hanya mendapat jatah makan dua kali dalam satu hari,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi itu diperparah dengan dekatnya bulan Ramadan. Karena pada bulan tersebut, permintaan akan turun drastis. Sedangkan harga pakannya tidak mengalami penurunan. “Menjelang bulan Ramadan sampai Lebaran Haji, permintaan pasar akan jauh turun. Harga ikan pun akan ikut turun juga, bisa mencapai Rp9 ribu per kilo. Kondisi itu akan berdampak besar kepada kami para petani ini, bahkan tidak sedikit kawan-kawan jadi bangkrut,” katanya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Nanang (42), salah seorang warga Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani budidaya ikan lele. Ia megeluhkan harga pakan ikan yang setiap bulan naik. Sedangkan harga jual terus mengalami penurunan. “Di Boyolali, budidaya ikan lele mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya. Harga pakan dengan harga jual ikan seimbang. Beda dengan di daerah kita ini. Seharusnya budidaya ikan. lele didukung penuh oleh pemerintah, agar para petani ikan bisa membudiyakannya dengan baik,” ujarnya. Para petani ikan lele berharap, pemerintah bisa mendukung budidaya ikan lele di Sumbar, khususnya di Kota Padang. Selain itu, mereka berharap, harga pakan ikan sebanding dengan harga jual. Karena kalau tidak sebanding, kerugian para petani akan semakin besar. Hal tersebut akan berdampak kepada kondisi ekonomi para petani ikan tersebut. (h/cw-wis)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1107 Comments (2)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI



helmi)