Jumat, 24 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Festival Sulam Batal di Bukittinggi PDF Cetak Surel
Kamis, 14 Juni 2012 01:04

HALUAN, BUKITTINGGI  — Festival Sulam se-Asia Tenggara batal dilaksanakan di Kota Bukittinggi pada Oktober 2012 mendatang. Dengan alasan keamanan, iven internasional itu dipindahkan ke Jakarta dalam waktu yang belum ditentukan.

“Pembatalan itu disam­paikan oleh Ibu Jero Wacik, yang juga sebagai penggagas ide kegiatan itu. Kalau masa­lah keamanan sebenarnya bukan alasan logis, karena saat Pak SBY tiba dan saat pelaksanaan TdS di Bukit­tinggi, semuanya aman-aman saja. Tapi jika memang itu keputusan dari pusat, kita ikut saja,” ujar Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, Rabu (13/6).

Ismet menjelaskan, per­masalahan keamanan yang dimaksud adalah peng­ama­nan Ibu Negara Ani Yu­dhoyono yang akan mem­buka iven Festival Sulam se-Asia Teng­gara.

Biasanya, jika pergi ke daerah Ibu Ani selalu di­dam­­pingi Presiden SBY, sehingga faktor kemanan pimpinan negara inilah yang dijadikan alasan untuk memindahkan iven tersebut ke Jakarta.

Wajar saja Ismet menilai alasan keamanan  itu meng­ada-ada, karena untuk masa­lah pengamanan, Mabes Polri yang lebih berwenang menya­takan suatu daerah aman atau tidak aman­nya.

Tapi sampai saat ini, belum ada sedikitpun kete­rangan dari Mabes Polri atau kepolisian di daerah yang menyam­paikan bahwa Kota Bukittinggi tidak aman untuk didatangi pim­pinan negara.Ini meng­indi­kasikan, bahwa alasan yang dije­laskan Ibu Jero Wa­cik,hanyalah meng­ada-ada.

Meski demikian, Ismet juga menje­laskan, Pemko Bukit­tinggi telah meng­upayakan berbagai cara agar festival sulam itu dilak­sanakan di Kota Bukittinggi, namun hing­ga saat ini upaya itu belum membuahkan hasil.

“Kalau dibilang kecewa, Pemko Bukittinggi ya memang kecewa. Sedih juga. Tapi harus bagaimana lagi, mau tak mau harus memang dii­kuti. Meski demikian, Pemko Bukittinggi juga akan ikut berpartisipasi pada Fastival Sulam se-Asia Tenggara di Jakarta,” jelas Ismet.

Ismet menambahkan, sebe­­lumnya Pemko Bukittinggi juga telah mema­tangkan berbagai persiapan acara festival sulam, mulai dari persiapan hasil kerajinan, pembinaan pengrajin, ber­bagai sosialisasi dan persiapan lainnya.

Namun dengan pem­bata­lan itu, tentu saja semua rencana yang sudah diper­siapkan matang menjadi buyar. Ismet menanggapi positif pembatalan itu, dan berharap bisa mengambil hikmah ibalik kegagalan iven internasional itu. (h/wan)

Comments (1)Add Comment
0
komen
written by string, Juni 15, 2012
sangat sedih and very very sad..berdukas..

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: