Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| Festival Sulam Batal di Bukittinggi |
|
|
|
| Kamis, 14 Juni 2012 01:04 | |||
|
HALUAN, BUKITTINGGI — Festival Sulam se-Asia Tenggara batal dilaksanakan di Kota Bukittinggi pada Oktober 2012 mendatang. Dengan alasan keamanan, iven internasional itu dipindahkan ke Jakarta dalam waktu yang belum ditentukan. “Pembatalan itu disampaikan oleh Ibu Jero Wacik, yang juga sebagai penggagas ide kegiatan itu. Kalau masalah keamanan sebenarnya bukan alasan logis, karena saat Pak SBY tiba dan saat pelaksanaan TdS di Bukittinggi, semuanya aman-aman saja. Tapi jika memang itu keputusan dari pusat, kita ikut saja,” ujar Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, Rabu (13/6).Ismet menjelaskan, permasalahan keamanan yang dimaksud adalah pengamanan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang akan membuka iven Festival Sulam se-Asia Tenggara. Biasanya, jika pergi ke daerah Ibu Ani selalu didampingi Presiden SBY, sehingga faktor kemanan pimpinan negara inilah yang dijadikan alasan untuk memindahkan iven tersebut ke Jakarta. Wajar saja Ismet menilai alasan keamanan itu mengada-ada, karena untuk masalah pengamanan, Mabes Polri yang lebih berwenang menyatakan suatu daerah aman atau tidak amannya. Tapi sampai saat ini, belum ada sedikitpun keterangan dari Mabes Polri atau kepolisian di daerah yang menyampaikan bahwa Kota Bukittinggi tidak aman untuk didatangi pimpinan negara.Ini mengindikasikan, bahwa alasan yang dijelaskan Ibu Jero Wacik,hanyalah mengada-ada. Meski demikian, Ismet juga menjelaskan, Pemko Bukittinggi telah mengupayakan berbagai cara agar festival sulam itu dilaksanakan di Kota Bukittinggi, namun hingga saat ini upaya itu belum membuahkan hasil. “Kalau dibilang kecewa, Pemko Bukittinggi ya memang kecewa. Sedih juga. Tapi harus bagaimana lagi, mau tak mau harus memang diikuti. Meski demikian, Pemko Bukittinggi juga akan ikut berpartisipasi pada Fastival Sulam se-Asia Tenggara di Jakarta,” jelas Ismet. Ismet menambahkan, sebelumnya Pemko Bukittinggi juga telah mematangkan berbagai persiapan acara festival sulam, mulai dari persiapan hasil kerajinan, pembinaan pengrajin, berbagai sosialisasi dan persiapan lainnya. Namun dengan pembatalan itu, tentu saja semua rencana yang sudah dipersiapkan matang menjadi buyar. Ismet menanggapi positif pembatalan itu, dan berharap bisa mengambil hikmah ibalik kegagalan iven internasional itu. (h/wan)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 170 Comments (1)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


