| Sawah Terlantar jadi Kawasan Sentra Jagung |
|
|
|
| Sabtu, 16 Juni 2012 02:45 | |||
|
DI PESISIR SELATAN PAINAN, HALUAN — Sawah terlantar di Nagari Koto VIII, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, dijadikan kawasan pengembangan 1.000 hektare jagung. Komoditas jagung dikembangkan akibat sawah tidak bisa diairi sejak tahun lalu. Wali Nagari Koto VIII, Rais, Jumat (15/6) menyebutkan, untuk pengembangan komoditas jagung, pemerintah setempat telah menjalin kerja sama dengan investor yang bergerak di bidang pengembangan jagung.“Lewat fasilitasi PT Syngenta, beberapa kelompok telah melakukan ujicoba di Koto VIII untuk pengembangan komoditas jagung. Rupanya hasil yang diperoleh setelah dilakukan panen pada Rabu (13/6) lalu sangat memuaskan sekali,” kata Rais menjelaskan. Disebutkannya, dikembangkannya jagung di kawasan itu akibat saluran irigasi di sana tidak berfungsi. Jaringan irigasi telah runtuh akibat banjir pada 3 November 2011 lalu, sehingga petani tidak lagi dapat menanam padi. “Jadi jagung merupakan tanaman alternatif yang bisa dikembangkan di daerah tanpa pengairan. Di Koto VIII sendiri, terdapat sekitar 1.800 hektare lahan yang tidak mendapat pengairan pasca runtuhnya irigasi Koto VIII. Namun sekitar 1.000 hektare lahan bisa dan layak dikembangkan tanaman jagung,” katanya lagi. Sementara Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama Mapris yang menjadi kelompok percobaan pengembangan jagung di daerah itu menyebutkan, kelompok yang dipimpinnya telah mengusahakan tanaman jagung sejak beberapa bulan lalu melalui pendampingan PT Sygenta. “Dari tanaman percobaan seluas 20 hektare di sana, rupanya hasil panen sangat bagus. Setiap hektare lahan bisa menghasilkan jagung 12 ton dengan kadar air 10 - 20 persen saat dipanen. Biaya yang harus dikeluarkan petani untuk satu hektare lahan adalah Rp3juta. Jumlah itu sudah meliputi biaya pengolahan lahan hingga panen,” katanya. Kondisi demikian menurutnya, memang merupakan kali pertama kelompok itu membudidayakan jagung. Tapi dengan hasil itu telah memberikan semangat kepada masyarakat petani untuk menanam jagung. Saat ini terdapat 24 kelompok tani yang telah siap melakukan penanaman jagung dengan total lahan 1.000 hektare. Lahan itu pada awal bulan mendatang sudah melakukan penanaman.Terkait pemasaran, perusahaan pendamping siap untuk membeli jagung petani. (h/har)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 108 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


