Kamis, 23 May 2013
Puluhan Penumpang Hilang PDF Cetak Surel
Senin, 18 Juni 2012 02:17

PUTRI AYU TENGGELAM

JAKARTA, HALUAN—Kapal Motor Putri Ayu yang  memuat puluhan penumpang dan sembako tenggelam di Perairan Laut Alang Pantai  Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (17/6). Hingga tadi malam  9 orang yang ditemukan, puluhan  penumpang masih hilang.

KM Putri Ayu hanya ber­kapasitas maksimal 27 orang. Namun, dari informasi yang dikumpulkan, kapal itu ber­penumpang lebih dari 27 orang dan bermuatan sembako. Kapal itu diperkirakan berpenumpang 50 orang. Selain mengangkut penumpang dan sembako, kapal diduga mengangkut besi dan semen.

Semula Kapal berbobot GT 73 ton itu berangkat dari Pela­buhan Slamet Riyadi, Ambon, pada Sabtu pukul 22.00 WIT menuju Nambrole, Kabupaten Buru Selatan. Saat sampai di Perairan Alang pada pukul 01.00 WIT, kapal tiba-tiba tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. “Sekitar dua jam perja­lanan kapal dihantam gelombang besar, sehingga menyebabkan mesin kapal mati dan badan kapal pecah sehingga kapal tenggelam,” kata Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Banca­na, Sutopo Purwo Nugroho.

Tingginya gelombang di Pe­rai­ran Maluku dipengaruhi oleh Siklon Tropis Guchol di Samudera Pasifik Barat Daya, sebelah Timur Filipina, sekitar 17.2 LU, 127.6 BT (sekitar 1560 km sebelah utara Tahuna). Arah dan kecepatan gerak ke barat laut 15 knots atau 27 kilometer per jam serta memiliki kekuatan 100 knot atau 185 kilometer per jam.

Diperkirakan, dalam 24 jam ke depan (18 Juni 2012 hingga pukul 07.00 WIB) siklon tersebut akan bergerak ke utara dengan kecepatan gerak 14 knot atau 25 kilometer per jam. “Siklon  tropis Guchol intensitasnya cenderung meningkat dalam 24 jam ke depan,” kata  Sutopo,

Sutopo menambahkan, siklon itu akan memberikan sejumlah dampak. Antara lain hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Papua Barat, dan gelombang dengan ketinggian 2 hingga 3 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku bagian Utara, dan perairan Utara  Pulau Halmahera.

Dia mengatakan korban sela­mat telah dirawat ditampung di rumah Kepala Desa dan telah dirawat di Puskesmas Desa Negeri Lima. Tim dokter sudah ke  lokasi. “Hingga saat ini operasi SAR terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, BPBD, dan masyarakat,” ujar­nya.

Sementara itu, Kapolsek Leihitu, AKP Budiman menga­takan, dari korban yang berhasil ditemukan selamat, dua orang mengalami luka karena digigit oleh ikan. “Saat ini kami masih terus mencari korban yang masih hilang,” kata Budiman.

Terapung di Laut

Beberapa penumpang telah ditemukan, punya cerita tragis.  Namun, masih banyak yang hilang di lautan. Sebelum dite­mu­kan nelayan dari Desa Ureng Kecamatan Leihitu, para korban bertahan dengan menggunakan alat keselamatan apa adanya. “Saya dan tujuh penumpang lainnya menggunakan satu alat pelampung untuk mengapung di tengah laut,” ujar Firdaus Sowakil.

Sementara,  tiga penumpang lainnya menggunakan pembung­kus makanan ringan yang diikat menjadi satu kemudian dijadi­kan sebagai alat pelampung. Namun, hingga kini, belum diketahui nasib mereka.

Selama mengapung di tengah laut sejak pukul 01.00 dinihari, Souwakil mengaku masih sem­pat melihat lampu di daratan. Hanya saja dia tidak tahu harus ber­buat apa-apa, dan berharap ada yang menemukannya. “Alham­dulil­lah kami bersyukur bisa ditemukan oleh nelayan. Kami sangat mengucapkan rasa terima­kasih kepadanya. Kami juga berterima kasih kepada warga Nusa Ela yang sudah membe­rikan pertolongan kepada kami,” ucap Souwakil. (h/dn/vvn).

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: