Jumat, 24 May 2013
Sentra Produksi UKM Bermunculan PDF Cetak Surel
Selasa, 19 Juni 2012 01:02

PASAR LELANG FORWARD HASIL PERTANIAN

PADANG, HALUAN—Pasar lelang forward hasil pertanian Sumbar banyak dihadiri wajah-wajah baru.

Hal tersebut membuktikan pelaku usaha kecil menengah (UKM) hasil pertanian Sumbar terus bermunculan. Pada Gelar Pasar Lelang Forward Hasil Pertanian yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar di Hotel Pangeran’s City, Senin (18/6), sekitar 80 persen peserta lelang merupakan muka baru yang ingin andil dalam pasar lelang tersebut.

Hety, salah seorang peserta lelang dari Kabupaten Agam kepada Haluan mengakui, pasar lelang tersebut sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil seperti yang saat ini mulai berkembang di berbagai daerah. Berbagai produk olahan rumahan dari Kabupaten Agam yang ia bawa, diharapkan bisa laku di pasar lelang kali ini.

“Kita hanya membawa contoh hasil olahan saja, mudah-mudahan ada yang cocok dan mau bekerja sama dalam penjualan,” katanya.

Kepala Dinas Perindag Sumbar, Afriadi Laudin ketika membuka pasar lelang hasil pertanian tersebut mengharapkan, pasar lelang benar-benar terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Pasalnya, pasar lelang ini merupakan suatu ajang untuk mengembangkan sentra produksi hasil pertanian di Sumatera Barat.

Pasar lelang hasil pertanian ini, lanjut Kadisperindag Sumbar ini lagi, merupakan wujud nyata dari pelaksanaan pasar yang berkeadilan.  Dia mengatakan lelang dengan sistem forward yang dikembangkan di Sumbar dengan bantuan fasilitas dari Pemerintah baik tingkat pusat maupun propinsi mampu memberikan keuntungan proporsional kepada petani dan pembeli.

Menurut dia, kedua belah pihak baik produsen maupun pembeli memungkinkan memperoleh kepastian pasar, kepastian harga, kepastian waktu tanam dan kualitas produk.

“Sebenarnya Disperindag setiap bulannya tetap melakukan pasar lelang ini. Pendirian pasar lelang hasil pertanian ini, secara tidak langsung akan menciptakan insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi dan mutu produknya, bahkan mendorong koperasi turut aktif transaksi,” katanya.

Sedangkan bagi kalangan pembeli atau pengusaha swasta, ujar dia, pasar lelang dapat meningkatkan efisiensi kegiatan sekaligus penyampaian berbagai tuntutan pasar kepada petani produsen khususnya mengenai jenis dan mutu produk.

Dalam pelaksanaan Pasar Lelang Forward ini, lanjutnya, cukup contoh barang yang dibawa ketempat lelang, sehingga tidak ada resiko biaya angkut ke dan dari tempat lelang. Selain itu barang juga dapat diserahkan kemudian, sehingga baik pembeli maupun penjual dapat membuat perhitungan dan perencanaan bisnisnya. Jadi tidak ada resiko biaya angkut dua kali lipat. “Prosedurnya sederhana, mudah dan hasilnya lebih baik , katanya.

Diantara komoditi yang begulir dalam pasar lelang itu, mulai dari komoditi hasil perkebunan sepeti gambir, casiavera, biji pinang, gardamon, dan colat, hingga bereneka ragam makanan dan minuman.

Dari produk makanan ringan seperti  kripik singkong, keripik ubi jalar ungu, kue kering, kerupuk bengkuang, sampai beragam minuman segar, antara lain sirup sehat & segar rosella dan bermacam produk lainnya. (h/cw-hel)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: