| Aparat Sweeping Penumpang Kapal |
|
|
|
| Kamis, 21 Juni 2012 02:03 | |||
|
SEKUPANG, HALUAN — Ratusan aparat gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP memeriksa semua penumpang yang turun dari KM Kelud di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam, Rabu (20/6). Para penumpang itu baru tiba dari pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Dengan melibatkan 380 personil, tidak satupun penumpang yang luput dari pemeriksaan petugas.Kapolresta Barelang, Kombes Pol Karyoto mengatakan, tindakan itu merupakan langkah pencegahan agar peristiwa bentrok antar kelompok agar tidak meluas. “Ini bukan sweeping tapi langkah pencegahan terhadap kedatangan kapal yang datang dari Belawan menuju ke Batam. Periksaan ini merupakan langkah pencegahan agar bentrok di Hotel Planet tidak meluas dan terulang lagi. Karena, peristiwa itu bukanlah unsur SARA, etnis dan kelompok suku tertentu. Namun, peritiwa tersebut terjadi karena adanya kepentingan dua kelompok yang bertikai pendapat, dalam permasalahan sebidang lahan,” kata Karyoto di sela-sela pemeriksaan di Pelabuhan Beton Sekupang. Dikatannya, apabila kedapatan ada rombongan yang memiliki niat untuk membuat kericuhan, akan diberikan penjelasan dan dipulangkan kembali ke daerah asalnya lagi. Mereka akan diberikan penjelasan, kalau kejadian bentrok di Batam bukan SARA atau etnis. Terkait dalang menjadi pemicu semua kejadian bentrok itu, Kapolresta menghimbau, agar Toni Fernando sebagai pimpinan salah satu kelompok yang bertikai di Hotel Planet Jodoh, agar segera menyerahkan diri. “Saat ini, Polisi telah menetapkan Toni Fernando beserta sebelas orang tersangka lainnya dalam peristiwa dalam peritiwa berdarah di hotel Planet, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Seluruhnya telah dilakukan penahanan guna untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya. Pihaknya akan usut hingga tuntas kasus ini dari awal, hingga terjadinya bentrok. Para tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 338 tentang pembunuhan. Sedangkan Toni Fernando yang diduga sebagai pimpinan salah satu kelompok, yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Toni masih DPO. Kami himbau agar segera menyerahkan diri dan memberikan klarifikasi kepada polisi, agar masyarakat tahu akan kejadian yang sebenarnya,”terang Karyoto. Sementara itu, Dandim 0316 Batam Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang turut hadir dalam pengamanan tersebut mengatakan, seluruh jajaran TNI yang terdiri dari unsur anggota Kodim 0316 Batam dan Bataliyon 134 TS akan selalu siap untuk mem-back up, dan membantu setiap tindakan pengamanan yang dibutuhkan Polri dan pemerintah, untuk menjaga agar Batam khususnya dan Kepri pada umumnya selalu aman dan kondusif. “Kita sebagai TNI akan selalu siap membantu kegiatan pemerintah dan Polri dalam mengantisipasi, kalau sekiranya adanya ancaman dari luar yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan di masyarakat dan negara. Saat ini, selain telah melakukan langkah-langkah pengamanan di masyarakat seperti patroli, menyebarkan intel, namun kita juga telah melakukan pengamanan di 7 titik objek fital daerah, agar tidak terganggu,” ungkap Rizal.(hk/cw41).
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 110 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


