Sabtu, 25 May 2013
Aparat Sweeping Penumpang Kapal PDF Cetak Surel
Kamis, 21 Juni 2012 02:03

SEKUPANG, HALUAN — Ratusan aparat gabu­ngan dari TNI, Polri dan Satpol PP memeriksa semua penumpang yang turun dari KM Kelud di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam, Rabu (20/6).

Para penumpang itu baru tiba dari pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara.  Dengan meli­batkan 380 perso­nil, tidak satupun penumpang yang luput dari pemeriksaan petugas.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Karyoto mengatakan, tinda­kan itu merupakan langkah pencegahan agar peristiwa ben­trok antar kelompok agar tidak meluas.

“Ini bukan sweeping tapi lang­kah pencegahan terhadap kedata­ngan kapal yang datang dari Belawan menuju ke Batam. Periksaan ini merupakan langkah pencegahan agar bentrok di Hotel Planet tidak meluas dan terulang lagi. Karena, peristiwa itu bukan­lah unsur SARA, etnis dan kelompok suku tertentu. Namun, peritiwa tersebut terjadi karena adanya kepentingan dua kelom­pok yang bertikai pendapat, dalam permasalahan sebidang lahan,” kata Karyoto di sela-sela pemeriksaan di Pelabuhan Beton Sekupang.

Dikatannya, apabila kedapa­tan ada rombongan yang memi­liki niat untuk membuat kericu­han, akan diberikan penjelasan dan dipulangkan kembali ke daerah asalnya lagi. Mereka akan diberikan penjelasan, kalau kejadian bentrok di Batam bukan SARA atau etnis.

Terkait dalang menjadi pe­micu semua kejadian bentrok itu, Kapolresta menghimbau, agar Toni Fernando sebagai pimpinan salah satu kelompok yang ber­tikai di Hotel Planet Jodoh,  agar segera menyerahkan diri.

“Saat ini, Polisi telah mene­tapkan Toni Fernando beserta sebelas orang tersangka lainnya dalam peristiwa dalam peritiwa berdarah di hotel Planet, yang mengakibatkan satu orang mening­gal dunia. Seluruhnya telah dilakukan penahanan guna untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Pihaknya akan usut hingga tuntas kasus ini dari awal, hingga terjadinya bentrok. Para tersang­ka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 170 KUHP tentang penge­ro­yokan dan pasal 338 tentang pembunuhan. Sedangkan Toni Fernando yang diduga sebagai pimpinan salah satu kelompok, yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Toni masih DPO. Kami himbau agar segera menyerahkan diri dan memberikan klarifikasi kepada polisi, agar masyarakat tahu akan kejadian yang sebe­narnya,”terang Karyoto.

Sementara itu, Dandim 0316 Batam Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang turut hadir dalam pengamanan tersebut mengatakan, seluruh jajaran TNI yang terdiri dari unsur anggota Kodim 0316 Batam dan Bata­liyon 134 TS akan selalu siap untuk mem-back up, dan mem­bantu setiap tindakan penga­manan yang dibutuhkan Polri dan pemerintah, untuk menjaga agar Batam khususnya dan Kepri pada umumnya selalu aman dan kondusif.

“Kita sebagai TNI akan selalu siap membantu kegiatan peme­rintah dan Polri dalam mengan­tisipasi, kalau sekiranya adanya ancaman dari luar yang meng­akibatkan terganggunya stabi­litas keamanan di masyarakat dan negara. Saat ini, selain telah melakukan langkah-langkah pengamanan di masyarakat seperti patroli, menyebarkan intel, namun kita juga telah melakukan pengamanan di 7 titik objek fital daerah, agar tidak terganggu,” ungkap Rizal.(hk/cw41).

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: