| Pilah Pilih Kegiatan Weekend Keluarga |
|
|
|
| Ditulis oleh Teguh |
| Minggu, 24 Juni 2012 01:05 |
|
“Sebenarnya tidak dilarang untuk pergi ke mall, hanya saja sangat disayangkan karena masih banyak tempat dan kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan bersama keluarga,” jelas M. Nofal Kurniawan, dari komunitas independen Wiken Tanpake Mall (WTM), dalam kampanye Cool Weekend Selection. Saat pergi ke mall, biasanya setiap anggota keluarga akan punya “acara” masing-masing, sehingga tujuan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ini tak akan tercapai. Untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga, Nofal menyarankan untuk melakukan aktivitas lain, misalnya mengunjungi museum, bersepeda, atau sekadar memasak bersama. Berakhir pekan bersama juga akan sangat bermanfaat untuk perkembangan anak, demikian menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani. Karena dengan meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan terjalin. Orangtua memiliki kesempatan untuk mengajarkan nilai dan perilaku positif kepada anak dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan. Kondisi ini akan berdampak positif dalam meningkatkan rasa percaya diri, mandiri, dan disiplin. Anak-anak pun akan lebih sehat secara fisik dan mental, sehingga efeknya akan berpengaruh pada prestasi di sekolah. Melihat pentingnya akhir pekan sebagai momen bagi keluarga untuk menjalin kebersamaan itulah, Wall’s Selection meluncurkan kampanye Cool Weekend Selection. Kampanye ini mengajak keluarga Indonesia untuk melakukan berbagai aktivitas menyenangkan bersama setelah menjalani rutinitas yang padat sepanjang minggu. Dan, setiap keluarga diharapkan untuk mulai mempertimbangkan aktivitas lain selain jalan-jalan ke mall. Seperti yang dilakukan Mita, salah seorang penyanyi yang juga ibu rumah tangga. Jika kebanyakan orangtua mengajak anak-anak pergi ke mal saat weekend, sebisa mungkin Mita menghindarinya. Ia bukan anti dengan mal, hanya saja mal menjadi pilihan terakhirnya untuk menghabiskan weekend. “Soalnya kalau pergi ke mal, seringnya (masing-masing anggota keluarga) sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayahnya sibuk dengan gadget, ibu belanja, dan anak-anak main. Jadi kurang ada gregetnya,” ujar Mita. Untuk menghilangkan kejenuhan, ia dan sang suami mengajak anak-anak untuk jalan-jalan sambil belajar, misalnya dengan mengunjungi taman buah atau taman bunga. Ketimbang jalan-jalan ke mal, Mita dan keluarganya lebih memilih berenang, main bola, makan bersama, atau main bersama di rumah. Ia mengaku termasuk orang yang suka membeli mainan yang bisa digunakan bersama-sama, seperti monopoli, congklak, ular tangga, raket bulutangkis, dan lain-lain. “Sesekali saya juga ajak anak-anak untuk bermain galah asin, petak umpet, atau petak jongkok di halaman rumah. Ini adalah cara yang mudah dilakukan tapi menyenangkan, dan melibatkan seluruh keluarga,” ungkapnya semangat. Permainan ini dipilih Mita agar anak-anaknya tidak terpaku pada game di gadget, tetapi juga mengenal berbagai permainan tradisional. Selain menyenangkan, kegiatan ini diakuinya juga dapat melatih kesehatan fisik, emosional, serta kemampuan sosialisasi anak. Selain itu juga mampu mendekatkan kembali hubungan antarkeluarganya, setelah seminggu sibuk dengan jadwal masing-masing.
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 360 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Sayangnya, kebanyakan keluarga masih memilih untuk menghabiskan akhir pekan dengan pergi ke mall.
