Kamis, 23 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Tim SAR Libatkan “Orang Pintar” PDF Cetak Surel
Minggu, 24 Juni 2012 01:29

PENCARIAN DUA PENDAKI YANG HILANG DI GUNUNG MARAPI

Memasuki hari kedua, Sabtu (23/6), pencarian dua pendaki Gunung Marapi yang hilang kontak sejak Rabu lalu terus dilanjutkan. Sebanyak 125 Tim SAR menyisir rute yang ditempuh dan juga rute lainnya. Orang pintar dilibatkan dalam operasi ini. Hasilnya masih nihil.

AGAM, HALUAN — Seba­nyak 125 personil Tim SAR gabungan melakukan penca­rian dua pendaki yang hilang di Gunung Marapi, Sabtu (23/6). Pada pencarian hari kedua tersebut, Tim SAR gabungan itu dibagi dalam empat tim yang menempuh rute yang berbeda, di antaranya rute Batu Sampik, rute Rimbo Lumuik, rute Pandan Tinggi dan rute Batu Bajolang.

Cuaca yang kurang mendu­kung membuat Tim SAR gabungan ini baru melaksa­nakan pencarian hari kedua pada pukul 11.30 WIB. Bah­kan sekitar pukul 13.15 WIB hingga pukul 13.45 WIB, kawasan di kaki Gunung Marapi dilanda hujan lebat, yang disertai petir keras yang menggemuruh.

“Tim SAR gabungan ini terdiri dari unsur BPBD Agam, BPBD Bukittinggi, BPBD Padang Panjang, PMI, RAPI Bukit­tinggi, RAPI Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Lasi, Mapala STAIN Bukittinggi, PMI, serta dari ber­bagai relawan lainnya. Unsur masyarakat sendiri juga dilibatkan,” ujar Kepala BPBD Agam Bambang Warsito kepada Haluan, Sabtu (23/6).

Selain Tim SAR gabungan dan masyarakat, Bambang juga menga­kui bahwa pencarian dua pendaki yang hilang itu juga melibatkan beberapa paranormal. Hal itu bertujuan agar semua unsur yang berpotensi menemukan kedua pendaki itu bisa dimaksimalkan dalam percepatan penemuan korban.

“Tak ada salahnya kita juga memanfaatkan orang-orang “pin­tar”, mana tau bisa membantu dengan cepat. Terkait pencarian dua pendaki hilang ini. Kami menetap­kan massa tanggap darurat selama satu minggu,” detil Bambang.

Terkait perkembangan penca­rian dua pendaki hilang itu, Bam­bang mengatakan salah seorang warga Aur Kuning Bukittinggi melaporkan bahwa iparnya bertemu dengan dua orang pemuda di kawasan Pondok Kayu Condong di kawasan Labuah Panjang dari rute Batu Bajolang. Diduga kuat kedua orang itu meru­pakan Hafiez dan Alfian.

“Dari laporan yang kami terima, iparnya Pak Darman Kayo yang pergi ke hutan bertemu dua pemuda dalam kondisi kedinginan dan menggigil pada hari Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berdua minta nasi, dan sekitar pukul 14.00 WIB mereka berdua baru makan. Jika itu memang benar Alfian dan Hafiez, berarti kondisi fisik mereka berdua masih kuat. Beberapa personil telah kami arahkan kesana,” jelas Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Hafiez (19) warga Sanjai Bukittinggi dan Alfian Chandra (15), siswa SMP Bukik Kalirik Tilatang Kamang, Agam, melakukan pen­dakian gunung melintasi Nagari Paniang-paniang, Lasi Tuo, Agam pada Selasa (19/6) lalu. Namun kedua pendaki itu dinyatakan hilang pada Jumat (22/6), setelah orangtua salah seorang korban melaporkan kehilangan anaknya ke Kantor Camat Canduang Agam.

Menurut keterangan keluarga Alfian, sudah 4 bulan ia tak pulang ke rumah dan tak masuk sekolah. Keluarga mengaku tak mengetahui posisi Alfian.

Dari penuturan keluarga korban Abdul Hafiez, terakhir mereka mendapat pesan dari Hafiez pada Rabu malam, bahwa Hafiez dan Alfian telah tersesat dan minta bantuan. Terakhir Hafiez membe­ritahukan posisinya yang telah berada di Sarasah setelah Parak Rotan.

Namun ketika Haluan mencari tau kebaradaan Sarasah yang dimaksud korban, beberapa warga Lasi Mudo, Kecamatan Canduang Kabupaten Agam menjelaskan, bahwa lokasi tersebut berada di pinggang gunung. Jika mendaki melintasi kawasan Lasi Mudo, waktu paling cepat untuk menem­puh kawasan Sarasah berkisar sekitar enam jam perjalanan.

Namun untuk mencari titik keberadaan korban sangat sulit, karena kawasan Parak Rotan sangatlah luas hingga puluhan hektare. Sementara kawasan Sarasah juga terbagi dua, yakni Sarasah Bungsu dan Sarasah Jabua. Salah satu di antara kedua tempat itu berkemungkinan besar menjadi lokasi terakhir korban.

Dari keterangan warga setem­pat, besar kemungkinan kedua korban itu tersesat karena menemu­kan banyak jalan setapak yang bercabang. Secara resmi, kawasan itu bukan rute para pendaki gu­nung, tapi merupakan rute warga sekitar yang mencari kayu bakar atau rotan di kawasan hutan Gunung Marapi.

Beberapa warga mengakui memang banyak jalan setapak dan bercabang dari pinggang hingga puncak gunung, dan hanya sedikit warga setempat yang hafal jalan tersebut. Hanya warga yang sering mencari kayu bakar dan rotan di dalam hutan itulah yang mengetahui seluk beluk jalan tersebut.

Warga juga mengakui, di kawa­san hutan itu tidak ada sumber makanan yang bisa disantap. Yang ada hanyalah sumber air yang berada di banyak titik. Beberapa tahun belakangan ini, warga juga mengakui bahwa banyak warga Agam yang hilang di kawasan hutan Gunung Marapi, bahkan ada yang ditemukan tinggal tulang belulang.

Untuk mencari kedua pendaki yang hilang itu, Tim SAR gabungan akan menempuh rute yang dibuat masyarakat dan membuat rute baru, karena bisa saja kedua pendaki itu juga membuat rute baru yang selama ini tidak pernah dilalui masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan membuat posko logistik di dalam hutan.

Gunung Marapi (2891,3 m dpl) yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar saat ini masih berstatus waspada, yang telah diberlakukan semenjak 3 Agustus 2011 lalu.

Warga dan pendaki juga telah diimbau untuk tidak melakukan pendakian ke puncak Gunung Marapi dan menjauhi radius tiga kilometer dari puncak Marapi. Gunung itu masih berbahaya, karena bisa mengeluarkan gas vulkanik yang berbahaya bagi kehidupan. Ancaman potensi letusan abu lontar material pijar dan pasir juga membuat gunung itu harus dijauhi radius tiga kilometer dari puncak. (h/wan)

Comments (2)Add Comment
0
paman di tgpinang
written by string, Juni 24, 2012
Mohon bantuan segenap warga,orang pintar untuk terus berusah semaksimal mungkin mencari ke dua pendaki gungung tersebut...
atas segala upaya yg diberikan kami keluarga dari abdul hafiz di tgpinang mengucapkan terimakasih...
0
12387
written by string, Juni 24, 2012
harap dicari juga dari kwasan tabek patah,karna di sna lah kemungkinan mereka berada,,,,,,,

Write comment

busy