| KPK Periksa Anas Urbaningrum |
|
|
|
| Rabu, 27 Juni 2012 01:09 | |||
|
SKANDAL HAMBALANG JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk diperiksa hari Rabu ini. Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan Anas akan dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. “Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan Rabu ,” ujar jJohan Budi, Selasa (26/6).Sebelumnya, Johan menegaskan membutuhkan keterangan Anas dalam kasus ini. Juga sebelumnya KPK telah memeriksa istri dari politisi Partai Demokrat tersebut pada perkara yang sama. Diterangkan Johan, selain keduanya, sejauh ini KPK telah memeriksa lebih dari 70 orang terkait penyelidikan kasus Hambalang. Mereka di antaranya Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI) Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono, serta pejabat PT Adhi Karya, Mahfud Suroso. Sementara Ketua KPK Abraham Samad sudah berjanji bahwa dalam 1-2 pekan lagi kasus ini akan meningkat ke penyidikan. “Tunggu lah satu-dua minggu ini kemungkinan besar kasus ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan tentunya sudah ada tersangka,” kata Abraham Samad . Siap Diperiksa Terkait pemeriksaan itu, pengacara Anas memastikan Ketua Umum Partai Demokrat itu akan menghadiri pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Meskipun saat ini, Anas sedang berada di luar Jakarta. “Pak Anas pasti akan hadir, dia kan selalu mendahulukan mana yang penting,” kata pengacara Anas, Firman Wijaya. Meski demikian, Firman mengaku belum menerima surat panggilan tersebut. “Sampai saat ini belum ada surat itu,” ujarnya. KPK sudah melayangkan surat pemeriksaan sejak Senin 25 Juni. Rencananya, Anas akan dimintai keterangan seputar kasus korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor. Seperti diketahui, proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, menjadi perhatian publik. Karena proyek raksasa itu kerap disebut mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nama Anas pun paling sering disebut Nazaruddin. Anas Urbaningrum sebelumnya sudah membantah terlibat. Anas berkali-kali menegaskan sama sekali tidak terkait kasus pembebasan tanah yang akan digunakan untuk proyek pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun lebih itu.”Tidak ada, tidak ada, tidak ada. Saya bukan pengurus sertifikat. Saya bukan penyuruh pengurus sertifikat. Saya bukan calo sertifikat, saya bukan ahli sertifikat,” kata Anas saat melakukan kunjungan di DPC Garut, Jawa Barat. Anas pun menegaskan, jika dia terlibat, maka Anas siap digantung. “Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di monas (monumen nasional),” tegasnya. (h/dn/vvn)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 161 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


