Rabu, 19 Juni 2013
KPK Periksa Anas Urbaningrum PDF Cetak Surel
Rabu, 27 Juni 2012 01:09

SKANDAL HAMBALANG

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum  untuk diperiksa hari  Rabu   ini.

Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan Anas akan dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pemba­ngunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hamba­lang, Bogor, Jawa Barat. “Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan Rabu ,” ujar jJohan Budi, Selasa (26/6).

Sebelumnya, Johan mene­gas­kan mem­bu­tuhkan keter­angan Anas dalam kasus ini. Juga sebe­lumnya KPK telah memeriksa istri dari politisi Partai De­mokrat tersebut pada perkara yang sama.

Diterangkan Johan, selain keduanya, sejauh ini KPK telah memeriksa lebih dari 70 orang terkait penyelidikan kasus Hambalang. Mereka di anta­ranya Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI) Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Kepala Ba­dan Perta­nahan Nasional Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono, serta pejabat PT Adhi Karya, Mahfud Suroso.

Sementara  Ketua KPK Abraham Samad sudah berjanji bahwa dalam 1-2 pekan lagi kasus ini akan meningkat ke penyidikan. “Tunggu lah satu-dua minggu ini kemungkinan besar kasus ini akan diting­katkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau sudah diting­katkan ke penyidikan tentunya sudah ada tersangka,” kata Abraham Samad .

Siap Diperiksa

Terkait pemeriksaan itu, pengacara Anas memastikan Ketua Umum Partai Demokrat itu akan menghadiri peme­riksaan di Komisi Pembe­rantasan Korupsi. Meskipun saat ini, Anas sedang berada di luar Jakarta. “Pak Anas pasti akan hadir, dia kan selalu mendahulukan mana yang penting,” kata pengacara Anas, Firman Wijaya.

Meski demikian, Firman mengaku belum menerima surat panggilan tersebut. “Sam­pai saat ini belum ada surat itu,” ujarnya.

KPK sudah melayangkan surat pemeriksaan sejak Senin 25 Juni. Rencananya, Anas akan dimintai keterangan seputar kasus korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor.

Seperti diketahui, proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, menjadi perhatian publik. Karena pro­yek raksasa itu kerap disebut mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Naza­ruddin. Nama Anas pun paling sering disebut Nazaruddin.

Anas Urbaningrum sebe­lum­nya sudah membantah terlibat. Anas berkali-kali menegaskan sama sekali tidak terkait kasus pembebasan tanah yang akan digunakan untuk proyek pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun lebih itu.”Tidak ada, tidak ada, tidak ada. Saya bukan pengurus sertifikat. Saya bukan penyuruh pengurus sertifikat. Saya bukan calo sertifikat, saya bukan ahli sertifikat,” kata Anas saat melakukan kunjungan di DPC Garut, Jawa Barat.

Anas pun menegaskan, jika dia terlibat, maka Anas siap digantung. “Satu rupiah saja Anas korupsi di Ham­balang, gantung Anas di mo­nas (monu­men nasional),” tegasnya. (h/dn/vvn)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: