Sabtu, 18 May 2013
Koto Baru Jalur Baru Pencarian PDF Cetak Surel
Kamis, 28 Juni 2012 02:28

HARI KEENAM PENCARIAN DI MARAPI

BUKITTINGGI, HALUAN — Hari keenam pencarian dua pendaki hilang di Gunung Marapi belum juga mem­buahkan hasil, Rabu (27/6). Untuk mengoptimalkan pen­carian, rencananya hari Kamis (28/6) pagi ini, Tim SAR Marapi Adventure Camp (MAC) akan mencoba mencari dari jalur yang berbeda, yakni melalui jalur Koto Baru Ka­bupaten Tanah Datar. Kawa­san Lurah Hantu menjadi target pencarian yang dilakukan Tim SAR MAC. Kawasan itu akan ditempuh melalui jalur Koto Baru hingga ke Puncak Marapi, kemudian turun lagi menuju Sarasah atau Air Terjun Badorai dengan melintasi Gunung Marapi Tuo.

Kawasan Air Terjun Badorai sengaja dijadikan target pencarian, karena dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini, lebih dari 20 orang pendaki yang hilang di Gunung Marapi ditemukan di kawasan tersebut. Di sekitar kawasan itu juga merupakan kawa­san hutan larangan, dan jarang pendaki yang pulang selamat ketika berada di lokasi tersebut.

Selain memiliki medan yang berat dan dipenuhi jurang yang terjal, konon kawasan Lurah Hantu juga memiliki unsur mistik yang tinggi. Pendaki yang memiliki niat yang salah, mereka akan tersesat di kawasan itu. Seandainyapun pendaki telah berjalan jauh dari kawasan Lurah Hantu, namun para pendaki akan kembali ke tempat yang sama, seolah-olah mereka hanya berjalan berputar.

Ketua MAC Jofri Andres meni­l­ai, jika diamati dari beberapa pesan singkat (sms) yang dikirim oleh Abdul Hafiez (salah seorang pendaki yang hilang) kepada teman dan keluarganya, ber­kemungkinan kedua pendaki itu menghilang di kawasan Lurah Hantu. Informasi tersebut diperkuat dari keterangan Tim Mapala Unand, yang menya­takan ada jejak pendakian ke arah tersebut.

Lagian pula, untuk menempuh kawasan Lurah Hantu tidak harus mutlak melalui jalur Koto Baru, tetapi juga bisa menempuh jalur di daerah Lasi Agam. Lokasi Lurah Hantu itu persisnya berada di pinggang gunung mengarah ke kawasan Marapi Tuo.

“Sebagai sarana penunjang, anggota yang akan terjun ini dilengkapi dengan GPS, serta berbagai perlengkapan safety lain­nya, karena bisa saja mereka harus mencari di dasar jurang yang terjal dengan resiko yang tinggi,” ujar Jofri Andres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Hafiez (19) warga Sanjai Bukittinggi dan Alfian (15) warga Kamang Magek Agam melakukan pendakian gunung melintasi Nagari Paniang-paniang Lasi Tuo Agam pada Selasa (19/6) lalu. Namun kedua pendaki itu dinyatakan hilang pada Jumat (22/6), setelah orangtua salah seorang korban melaporkan kehilangan anaknya ke Kantor Camat Canduang Agam.

Dari penuturan keluarga korban Abdul Hafiez, terakhir mereka mendapat pesan dari Hafiez pada Rabu malam, bahwa Hafiez dan Alfian telah tersesat dan minta bantuan. Terakhir Hafiez mem­beritahukan posisinya yang telah berada di Sarasah setelah Parak Rotan.

Untuk mencari kedua pendaki yang hilang itu, Tim SAR gabungan yang berjumlah 125 personil telah menempuh rute yang dibuat masya­rakat dan membuat rute baru, karena bisa saja kedua pendaki itu juga membuat rute baru yang selama ini tidak pernah dilalui masyarakat.

Selama ini, rute pencarian yang dilintasi tim SAR gabungan itu adalah rute Batu Sampik, rute Rimbo Lumuik, rute Pandan Tinggi dan rute Batu Bajolang. Namun Kamis pagi ini, Tim SAR MAC akan menempuh jalur baru di kawasan Koto Baru Tanah Datar. (h/wan)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy