Sabtu, 25 May 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Pembantaian Umat Islam di Myanmar PDF Cetak Surel
Jumat, 29 Juni 2012 02:30

RI HARUS PROTES

JAKARTA, HALUAN—Pemerintah Indonesia didesak untuk mela­yangkan protes keras atas tragedi pemban­taian umat Islam di Rohingya Myanmar.

Karena tindakan tersebut bukan saja melukai umat Islam di dunia, melainkan juga melang­gar norma-norma kemanusiaan.

“Kami mengutuk keras tin­dakan pembantaian umat Islam yang jelas-jelas melanggar HAM, norma keagamaan, norma aga­ma,” tegas Ketua Umum Lem­baga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Sirodj, dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Menurutnya, LPOI yang terdiri dari 13 ormas Islam memandang bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar jelas-jelas melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diskriminasi atas dasar agama minoritas. Sehingga pihaknya menyerukan diakhirinya segala bentuk pelanggaran HAM di negara tersebut karena juga bertentangan dengan dijaminnya kemerdekaan beragama bagi kalangan minoritas. “Dewan Keamanan PBB jangan meng­gunakan standar ganda, kalau yang dirugikan dan akan dibunuh orang Yahudi, Dewan Keamanan PBB langsung meng­gelar rapat. Akan tetapi kalau umat Islam (dibantai) rapatnya pelan-pelan, seperti yang terjadi di Palestina,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Said yang juga Ketua Umum PBNU juga mempertanyakan keberada­an aktifis dan pejuang HAM yang selama ini kerap berkoar-koar manakala ada pelanggaran HAM. Namun dengan tragedi pem­bantaian umat Islam di Rohingya Myanmar justru bung­kam. “Di­ma­na HAM? Dimana para pe­juang HAM suaranya?” sergah­nya.

Liga Dunia

Dalam pada itu, Ulama-ulama di Liga Dunia Islam juga mengecam keras kampanye ge­nosida (pembunuhan massal) terhadap Muslim di Burma yang dilakukan beberapa hari ini. Dimana Muslim di sana dibunuh, dianiaya, diusir, dan rumah-rumah dan masjid mereka dihan­curkan. Demikian dilansir Is­lammemo.

Dalam sebuah pernyataannya, Liga meminta kepada pemerin­tah Islam dan lembaga-lembaga Islam untuk secepatnya membe­rikan pertolongan kepada Muslim di Burma yang telah menderita sejak lima belas tahun lalu.

Liga juga memperingatkan akan berlanjutnya penganiayaan terhadap Muslim yang ada di Rohingya, Burma, mengingat penolakan terhadap kebijakan diskriminasi Buddhisme. Peno­lakan tersebut akhirnya memicu kampanye pembunuhan dan penganiyaan terhadap pada ulama dan dai serta penangkapan massal, yang menyebabkan ri­buat umat Islam mengungsi ke Bangladesh.

Liga juga menghimbau kepa­da seluruh yayasan dan lembaga amal di seluruh dunia untuk membantu pengungsi Muslim Rohingya di Burma.

Selain itu, Liga juga mendesak negara-negara Islam, terutama negara-negara Teluk yang terga­bung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), untuk membantu Bangladesh guna menampung Muslim yang mengungsi ke sana.

Para ulama juga mengutuk kebijakan diskriminasi dan penga­niayaan terhadap umat Islam yang disebabkan oleh agama, sekaligus meminta kepa­da organisasi kerja­sama Islam untuk melakukan upaya guna menghentikan penin­dasan tersebut. (h/inh/hdc)

Comments (3)Add Comment
0
ada apa ini???
written by string, Juli 14, 2012
ada apa ini, kok terjadi seperti ini
0
opo iyo
written by string, Juli 10, 2012
baca dulu
www.indonesia.faithfreedom.org/forum/bagian-21-jihad-vs-buddhist-birma-abad-13-21-t42735/
0
Pembentukan Pasukan Penyelamat Muslim Internasional penting dan mendesak !
written by string, Juli 09, 2012
Kaum muslimin sedunia tidak bisa lagi bergantung kepada pasukan perdamaian PBB.
Kaum muslimin diseluruh dunia mesti segera mengambil inisiatif berdasarkan perkembangan realitas yang ada.
Fakta bahwa Islam membutuhkan itu, berhak untuk itu dan belum mempunyai pasukan itu.
Demi mewujudkan perdamaian dunia yang adil dan berprikemanusiaan.

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: