Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| Pembantaian Umat Islam di Myanmar |
|
|
|
| Jumat, 29 Juni 2012 02:30 | |||
|
RI HARUS PROTES JAKARTA, HALUAN—Pemerintah Indonesia didesak untuk melayangkan protes keras atas tragedi pembantaian umat Islam di Rohingya Myanmar. Karena tindakan tersebut bukan saja melukai umat Islam di dunia, melainkan juga melanggar norma-norma kemanusiaan.“Kami mengutuk keras tindakan pembantaian umat Islam yang jelas-jelas melanggar HAM, norma keagamaan, norma agama,” tegas Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Sirodj, dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). Menurutnya, LPOI yang terdiri dari 13 ormas Islam memandang bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar jelas-jelas melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diskriminasi atas dasar agama minoritas. Sehingga pihaknya menyerukan diakhirinya segala bentuk pelanggaran HAM di negara tersebut karena juga bertentangan dengan dijaminnya kemerdekaan beragama bagi kalangan minoritas. “Dewan Keamanan PBB jangan menggunakan standar ganda, kalau yang dirugikan dan akan dibunuh orang Yahudi, Dewan Keamanan PBB langsung menggelar rapat. Akan tetapi kalau umat Islam (dibantai) rapatnya pelan-pelan, seperti yang terjadi di Palestina,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Said yang juga Ketua Umum PBNU juga mempertanyakan keberadaan aktifis dan pejuang HAM yang selama ini kerap berkoar-koar manakala ada pelanggaran HAM. Namun dengan tragedi pembantaian umat Islam di Rohingya Myanmar justru bungkam. “Dimana HAM? Dimana para pejuang HAM suaranya?” sergahnya. Liga Dunia Dalam pada itu, Ulama-ulama di Liga Dunia Islam juga mengecam keras kampanye genosida (pembunuhan massal) terhadap Muslim di Burma yang dilakukan beberapa hari ini. Dimana Muslim di sana dibunuh, dianiaya, diusir, dan rumah-rumah dan masjid mereka dihancurkan. Demikian dilansir Islammemo. Dalam sebuah pernyataannya, Liga meminta kepada pemerintah Islam dan lembaga-lembaga Islam untuk secepatnya memberikan pertolongan kepada Muslim di Burma yang telah menderita sejak lima belas tahun lalu. Liga juga memperingatkan akan berlanjutnya penganiayaan terhadap Muslim yang ada di Rohingya, Burma, mengingat penolakan terhadap kebijakan diskriminasi Buddhisme. Penolakan tersebut akhirnya memicu kampanye pembunuhan dan penganiyaan terhadap pada ulama dan dai serta penangkapan massal, yang menyebabkan ribuat umat Islam mengungsi ke Bangladesh. Liga juga menghimbau kepada seluruh yayasan dan lembaga amal di seluruh dunia untuk membantu pengungsi Muslim Rohingya di Burma. Selain itu, Liga juga mendesak negara-negara Islam, terutama negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), untuk membantu Bangladesh guna menampung Muslim yang mengungsi ke sana. Para ulama juga mengutuk kebijakan diskriminasi dan penganiayaan terhadap umat Islam yang disebabkan oleh agama, sekaligus meminta kepada organisasi kerjasama Islam untuk melakukan upaya guna menghentikan penindasan tersebut. (h/inh/hdc)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1824 Comments (3)
![]() written by string, Juli 10, 2012
baca dulu
www.indonesia.faithfreedom.org/forum/bagian-21-jihad-vs-buddhist-birma-abad-13-21-t42735/ written by string, Juli 09, 2012
Kaum muslimin sedunia tidak bisa lagi bergantung kepada pasukan perdamaian PBB.
Kaum muslimin diseluruh dunia mesti segera mengambil inisiatif berdasarkan perkembangan realitas yang ada. Fakta bahwa Islam membutuhkan itu, berhak untuk itu dan belum mempunyai pasukan itu. Demi mewujudkan perdamaian dunia yang adil dan berprikemanusiaan. Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


