Sabtu, 25 May 2013
Kemampuan Konsentrasi Tingkatkan Memori Anak PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 01 Juli 2012 01:18

Dengan konsentrasi, anak bisa memiliki memori yang  baik dan memori adalah salah satu “modal” untuk menyelesaikan masalah. Memori yang tera­sah, akan  membuat anak terlatih untuk mengatasi masalah-masalah dalam hi­dup­nya.

Rentang konsentrasi anak dipengaruhi pula oleh mi­natnya terhadap suatu ak­tivitas. Kalau aktivitas itu menarik dan menyenangkan baginya, konsentrasinya bisa lama.

Upaya meningkatkan kon­sentrasi, mempertajam daya ingat dan mempersiapkan anak menjadi seorang prob­lem solver, dapat dilakukan dengan mengasah  tiga aspek penting dalam diri anak, yaitu aspek visual, pendengaran dan motorik anak.

Salah satu ciri anak bisa berkonsentrasi adalah ketika matanya fokus  pada sebuah obyek, dan konsentrasinya buyar ketika matanya berge­rak dari obyek. Hal in bisa dilakukan dengan bermain gelinding dan tangkap bola. Sambil duduk berjauhan,  ajak anak menggelinding dan menangkap bola secara be­rgan­tian. Kegiatan ini melatih anak fokus mengikuti gerak bola

Jika anak  tampak tidak memahami instruksi, hingga ia tidak beraksi,  bisa  jadi karena intonasi suara yang ia terima pelan atau terlalu cepat. Orangtua bisa mem­bacakan buku atau mendo­ngeng untuknya. Buat intonasi suara sesuai dengan tokoh yang sedang diceritakan, misalnya berbisik, berteriak, melengking, bergumam, ter­sengal-sengal atau gemetar.

Untuk aspek motorik ka­sar dan halus. Sebuah studi menunjukkan, 15 menit bero­lah­raga akan meningkatkan kemampuan konsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah. Itu karena olahraga  meng­alirkan oksigen ke otak yang membuat otak bisa menerima informasi secara jernih. Hal ini bisa dilakukan dengan berjalan cepat, melompat, berjalan jinjit, mundur, zig-zag, merayap, melempar, menangkap dan melompat atau melompat di atas tram­poline.

Untuk menunjang proses belajar anak, diperlukan asupan gizi yang baik. Menu­rut Emilia Achmadi, MS, RD, pakar nutrisi sekaligus pendiri www.nutritionisme.com,  nut­risi penting pendukung per­kembangan otak adalah DHA yang merupakan komponen utama lemak dalam sistem syaraf pusat. Kolin tersimpan dalam sel-sel saraf dan terli­bat dalam penyampaian pesan di antara sel-sel saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Iodium merangsang pertumbuhan sel-sel otak. Seng bertindak sebagai neurotransmitter yang menghubungkan sel syaraf otak yang satu dengan yang lainnya.

Vitamin B6 dan B12 berfungsi meningkatkan daya ingat anak. Jika semua terpenuhi, maka secara fisik anak siap menerima informasi yang diterima dalam proses belajar.

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: